Memahami Ataksia, Gangguan Gerakan dan Keseimbangan Tubuh

Ataksia adalah gangguan pada kemampuan koordinasi saraf dan otot sehingga memengaruhi kemampuan manusia dalam bergerak, menjaga keseimbangan tubuh serta berbicara. Atau, yang terjadi sebaliknya. Terjadi gerakan tubuh yang tidak disadari, seperti tangan atau kaki bergerak sendiri tanpa digerakkan.

Arti kata ataksia yaitu tanpa koordinasi. Yang perlu diketahui, ataksia lebih tepatnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah tanda atau gejala dari suatu penyakit/kondisi yang perlu diwaspadai.

ataxia is

Mengenali Penyebab Ataksia

Ataksia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kerusakan pada serebelum atau otak kecil, juga dapat terjadi karena kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pada perkembangan otak kecil atau saraf tulang belakang saat dalam kandungan.

Penyebab ataksia lainnya termasuk tumor otak, stroke, multiple sclerosis, cedera dan perdarahan misalnya pada saraf tulang belakang (spinal cord injury). Malnutrisi atau kurang gizi juga memiliki kemungkinan menyebabkan ataksia, misalnya karena kekurangan vitamin B12. Ataksia juga dapat disebabkan keracunan bahan kimia dari lingkungan, termasuk konsumsi alkohol yang berlebihan serta penyalahgunaan narkoba.

Jenis dan Gejala Ataksia

Berdasarkan area yang terganggu, ataksia dibagi tiga jenis, yaitu ataksia serebelaris (otak), ataksia vestibularis (telinga), serta ataksia sensorik (sistem saraf).

Karenanya, gejala ataksia yang timbul juga berbeda-beda, tergantung dari bagian mana yang mengalami gangguan. Gejala-gejala yang dapat terjadi termasuk:

  • Merasa mudah lelah, kesulitan dalam menelan dan sering tersedak ketika minum.
  • Kesulitan berbicara, kata-kata yang diucapkan tidak jelas, dan tempo bicara menjadi lambat.
  • Kesulitan berjalan atau berjalan terhuyung-huyung, sering tersandung dan terjatuh.
  • Kesulitan menggerakkan tangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya makan atau menulis.
  • Gangguan mengendalikan gerakan mata atau nistagmus, sehingga penglihatan tampak kabur dan sulit untuk membaca atau melihat.

Cara Mengobati Ataksia

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani ataksia. Pengobatan terhadap ataksia ditentukan oleh jenis ataksia yang dialami dan penyakit yang mendasarinya. Sebelum itu dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi mengumpulkan data riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, kemudian bila perlu akan dilakukan pemindaian pada otak melalui pemeriksaan CT Scan atau MRI.

Pengobatan yang dapat diberikan untuk menangani ataksia, umumnya meliputi:

  • Fisioterapi
    Metode ini bertujuan mengembalikan kemampuan tubuh dalam bergerak atau mengambil dan memindahkan objek untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
  • Terapi wicara
    Terapi ini dilakukan jika ataksia menyebabkan kesulitan dalam berbicara, menelan, serta hal lain yang mengganggu fungsi mulut.
  • Terapi okupasi
    Terapi ini bertujuan membantu penderita untuk hidup mandiri dan meningkatkan kualitas hidup meski dalam kondisi tidak sehat.
  • Pemberian obat-obatan
    Tujuan dari pemberian obat-obatan adalah untuk mengatasi gangguan pada otot, mata, saraf, dan bagian lain yang terpengaruh oleh ataksia.

Hingga saat ini belum terdapat cara yang terbukti efektif untuk mencegah ataksia. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa memicu timbulnya gejala ataksia dan menghindarinya.

Segera konsultasi ke dokter jika timbul gejala ataksia. Sebab semakin cepat ditangani, risiko komplikasi yang mungkin terjadi akan semakin kecil.

 

Referensi