Memahami Granuloma dan Jenisnya

Granuloma adalah kelainan pada jaringan tubuh yang muncul akibat peradangan. Dalam pemeriksaan mikroskopik, kelainan ini bisa terlihat sebagai kumpulan sel-sel radang pada jaringan dalam pemeriksaan mikroskopik. Munculnya granuloma bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi atau karena paparan zat kimia.

Granuloma terbentuk ketika sistem kekebalan tubuh menangkap zat atau benda yang dianggap asing oleh tubuh, baik yang sifatnya kimiawi, biologis, maupun fisik. Granuloma bisa berada dalam tubuh hingga bertahun-tahun lamanya. Granuloma jenis ini disebut dengan granuloma yang sudah terkalsifikasi atau mengapur, karena di dalamnya berisi endapan kalsium. Contohnya adalah granuloma pada jaringan paru-paru sebagai akibat dari penyakit TB yang pernah diidap bertahun-tahun yang lalu namun kini statusnya tidak aktif.

Granuloma

Jenis-jenis Granuloma

Kasus granuloma yang paling umum ditemukan adalah akibat adanya infeksi di paru-paru, baik oleh bakteri maupun jamur, seperti bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TB dan infeksi jamur histoplasmosis. Namun, granuloma juga bisa muncul pada jaringan di bagian tubuh lain, di antaranya adalah:

Granuloma hati

Granuloma yang muncul di organ hati bisa disebabkan oleh penyakit yang menyerang sistem organ lain pada tubuh Anda. Dokter akan mencari tahu penyakit sistemik apa yang Anda miliki hingga menyebabkan berkembangnya granuloma hati (hepatic granuloma). Evaluasi terhadap gejala klinis, penampilan dan lokasi granuloma bisa membantu dokter dalam menentukan diagnosis.

Granulomatous dermatitis

Kondisi ini merupakan gangguan kulit yang langka dan kemunculannya memiliki pola penyebaran tertentu di permukaan kulit. Munculnya granulomatous dermatitis terkait juga dengan kondisi lain, seperti penyakit autoimun dan berkembangnya sel ganas di dalam tubuh atau kanker.

Granulomatous Lymphadenitis (GLA)

Glanuloma pada kelenjar getah bening ini terbagi menjadi GLA menular dan tidak menular. Sarkoidosis termasuk jenis GLA yang tidak menular namun penyebabnya masih belum diketahui. GLA menular dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti pada tularemia, pes, dan penyakit cakar kucing atau cat scratch disease.

Granulomatous Interstitial Nephritis (GIN)

Selain disebabkan oleh infeksi, GIN juga dapat muncul karena konsumsi obat-obatan dan reaksi sistem kekebalan tubuh. GIN tergolong kasus granuloma yang jarang ditemukan. Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh penyakit tuberkulosis atau TB.

Penyakit Granuloma Kronik (Chronic Granulomatous Disease)

Penyakit ini merupakan penyakit turunan yang berhubungan dengan sel tertentu pada sistem kekebalan tubuh. Gangguan pada sel tersebut menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya sehingga dapat menyebabkan infeksi berulang. Penderita CGD menjadi rentan terhadap berbagai jenis infeksi jamur maupun bakteri, seperti pneumonia. Penyakit ini juga dapat menimbulkan infeksi kulit seperti bisul, abses, dan eksim yang sulit disembuhkan.

Evaluasi Klinis Granuloma

Granuloma adalah kondisi yang sering terdeteksi tanpa sengaja ketika Anda sedang melakukan pemeriksaan kesehatan atau check up. Gambaran klinis pada granuloma cenderung tidak spesifik dan bisa tampak seperti penyakit yang jinak atau sebaliknya, bersifat ganas (kanker). Inilah sebabnya dokter memerlukan pemeriksaan yang menyeluruh sebelum dapat memastikan Anda mengidap granuloma.

Granuloma juga umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas. Evaluasi klinis, seperti riwayat kesehatan, faktor genetik, tes laboratorium dan pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan Rontgen perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis granuloma serta mencari penyebabnya. Pengobatan kemudian akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Untuk memastikan apakah granuloma berbahaya atau tidak, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan jika diperlukan.

Referensi