Memahami Olahraga yang Benar untuk Penderita Nyeri Sendi Lutut

Fungsi organ lutut memungkinkan tungkai kaki untuk bergerak dan berjalan. Di dalamnya, terdapat kantong cairan yang melumasi permukaan tendon dan mengurangi gesekan ketika tendon di lutut bergerak. Terdapat juga bantalan tulang rawan yang disebut meniscus yang berfungsi mengurangi benturan antara tulang-tulang pembentuk sendi lutut.

Pada sebagian besar kasus nyeri sendi lutut, osteoarthritis merupakan penyebab paling sering. Osteoarthritis memicu hancurnya tulang rawan yang terdapat di antara sendi. Sebagai akibatnya, tulang saling bergesekan dan menimbulkan rasa sakit. Usia dewasa adalah kelompok umur yang paling rawan terkena penyakit tulang ini. Walau demikian, osteoarthritis dapat terjadi pada penderita usia berapa pun.

nyeri sendi lutut - alodokter

Olahraga Penting bagi Penderita Nyeri Sendi Lutut

Olahraga secara teratur dapat mengurangi nyeri sendi lutut. Bahkan seiring berjalannya waktu, dapat membantu meredakan rasa nyeri, kaku dan bengkak. Selain itu, olahraga dapat memperkuat otot-otot pendukung sendi sehingga dapat membantu meredam benturan. Olahraga yang teratur juga bermanfaat untuk menjaga jangkauan gerak sendi agar tetap dalam keadaan normal.

Meski begitu, tidak semua jenis olahraga dapat dilakukan. Anda juga harus lebih berhati-hati saat memutuskan untuk berolahraga. Agar tidak salah pilih, berikut petunjuk olahraga yang aman untuk penderita nyeri sendi lutut.

Berjalan kaki

Meskipun melibatkan lutut, berjalan kaki adalah olahraga yang paling rendah risiko bagi seorang penderita nyeri sendi lutut. Berjalan kaki tidak memberikan tekanan pada lutut secara berlebihan seperti misalnya ketika berlari.

Joging

Jalan cepat atau berlari-lari kecil, biasa disebut dengan joging, bisa menjadi pilihan olahraga yang ideal bagi penderita nyeri sendi lutut. Namun sebelumnya perhatikan dahulu kondisi nyeri lutut. Jika kondisinya belum parah, berarti joging cocok untuk Anda. Sebaliknya, jika Anda memiliki riwayat cedera lutut, sebaiknya hindari joging sebab cedera lutut dapat meningkatkan risiko arthritis lutut jangka panjang.

Bersepeda

Bersepeda juga termasuk olahraga low impact untuk lutut. Olahraga low impact adalah bentuk aktivitas fisik yang tidak memberikan tekanan berat pada bagian tubuh.

Jenis olahraga ini cocok bagi Anda yang menderita nyeri sendi lutut karena tidak meningkatkan kadar stres pada lutut. Yang perlu Anda perhatikan adalah jangan memilih jalanan mendaki yang terlalu curam, melainkan utamakan untuk memilih jalan yang landai. Jika memilih untuk menggunakan sepeda statis, atur tingkat kemiringannya pada level yang rendah.

Renang

Berenang membuat lutut melepaskan stres karena terbebas dari tugasnya dalam menopang berat badan dan dalam waktu yang sama menyebabkan seluruh tubuh ikut bergerak. Tapi perhatikan juga dalam memilih gerakan renang. Anda boleh berenang dengan tempo cepat sebagai usaha untuk menyehatkan badan, tetapi hindari gerakan yang terlalu memfokuskan kepada gerak lutut, seperti gaya dada.

Hindari Gerakan-gerakan Semacam Ini

Dalam berolahraga, penderita nyeri sendi lutut disarankan untuk menghindari beberapa gerakan berikut ini.

Melompat

Ketika melompat berarti Anda ibarat menopang sekitar 2-3 kali lipat berat badan. Akibatnya, beban pada lutut pun bertambah dan berisiko meningkatkan kemungkinan cedera. Anda masih diperbolehkan melakukan lompatan ringan dan hindari gerakan melompat yang disertai melipat lutut terlalu dalam.

Menekuk lutut

Hindari berolahraga yang mengharuskan gerakan menekuk lutut. Pada saat menekuk lutut, berarti Anda memberi tekanan yang tidak semestinya pada tulang-tulang pembentuk sendi lutut juga pada tempurung lutut itu sendiri. Saat itu pula tempurung lutut dan sendi bisa saling bergesekan. Menekuk lutut juga dapat menyebabkan tendon dan ligamen lutut menjadi tidak nyaman.

Permainan bola basket dan tenis termasuk olahraga yang harus dihindari karena menuntut kelincahan gerakan dan berpotensi membuat lutut berganti gerakan secara tiba-tiba.

Meskipun sedang mengalami nyeri sendi lutut, bukan berarti Anda harus berhenti bergerak, terlebih lagi jangan berhenti berolahraga. Olahraga tetap harus dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan, namun jangan sampai memforsirnya sehingga melukai kondisi lutut yang sedang memerlukan banyak perhatian.