Memahami Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Penyakit Cacing Tambang

Penyakit cacing tambang bisa dialami oleh siapa saja. Hanya saja, anak-anak lebih berisiko terkena penyakit cacing tambang.

Penyakit cacing tambang banyak ditemui di daerah yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Penyakit ini, bisa terjadi akibat adanya kontak dengan tanah yang terkontaminasi oleh cacing tambang.

memahami penyebab, gejala dan cara mengatasi penyakit cacing tambang - alodokter

Migrasi dari Kulit ke dalam Tubuh

Infeksi cacing tambang tersebut terjadi saat larva atau cacing tambang yang terdapat pada tanah yang terkontaminasi bermigrasi ke tubuh melalui kulit. Larva yang masuk ke kulit mungkin akan terbawa oleh aliran darah dan menuju saluran pernapasan hingga ke paru-paru.

Kemudian larva cacing tambang yang bergerak menuju kerongkongan, dapat tertelan, lalu hidup dan berkembang di usus halus menjadi bentuk cacing tambang dewasa, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit cacing tambang, yang dapat menimbulkan berbagai keluhan.

Seringnya kontak langsung antara kulit dengan tanah yang telah terkena kontaminasi, membuat anak-anak menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. Sebab mereka kerap bermain tanpa menggunakan alas kaki.

Mengonsumsi sayuran mentah yang terkena kontaminasi telur cacing tambang juga dapat memicu terjadinya infeksi cacing tambang. Hal ini berkaitan dengan cara mencuci sayur yang tidak benar dan tidak bersih.

Gejala yang Mungkin Muncul

Bagi yang mengalami infeksi cacing tambang, gejala yang timbul tidak spesifik. Hanya saja, sebagian orang yang terkena infeksi cacing tambang, mungkin akan mengalami ruam dan gatal pada bagian kulit tempat larva cacing tambang tersebut masuk.

Cacing tambang yang masuk ke paru-paru, kemungkinan dapat menyebabkan gejala batuk atau bunyi saat bernapas (mengi). Hal itu umumnya terjadi beberapa minggu setelah terjadi kontak dengan cacing tambang atau telur cacing.

Pada kasus cacing tambang yang telah bersarang di usus, pasien mungkin akan mengalami diare dan merasakan gejala lain seperti sakit perut, mulas, demam, nafsu makan hilang, mual, gatal-gatal, hingga terdapat darah pada tinja atau kotoran.

Bila infeksi cacing tambang yang terjadi tergolong parah, pasien dapat mengalami anemia. Anemia bisa terjadi karena cacing yang menempel di usus mengisap darah.

Kondisi serius lainnya yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit cacing tambang adalah kekurangan gizi. Bahkan pada anak, penyakit cacing tambang yang serius dapat mempengaruhi perkembangan mental dan mengalami gangguan pertumbuhan akibat kehilangan zat besi dan protein.

Pemeriksaan dan Pemberian Obat

Jika Anda mengalami gejala penyakit cacing tambang, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui infeksi cacing tambang yang terjadi.

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan analisa feses atau tinja, yakni pemeriksaan tinja di laboratorium menggunakan mikroskop untuk mengetahui berapa banyak jumlah telur cacing tambang yang terdapat di tinja. Jumlah telur cacing tambang yang terdapat di tinja, mampu menjadi salah satu acuan seberapa parah infeksi cacing yang diderita.

Untuk mengobati penyakit cacing tambang, dokter mungkin akan memberikan rekomendasi obat cacing atau anthelminitik seperti:

Pada pasien dengan tinja mengandung telur cacing tambang melebihi dari 2.000 telur di setiap gram tinja, dapat mengindikasikan bahwa pasien memiliki risiko mengalami anemia akibat penyakit cacing tambang. Untuk mengatasinya, dokter mungkin juga akan memberi rekomendasi konsumsi asam folat untuk membantu pembentukan sel darah merah. Suplemen zat besi juga mungkin akan dianjurkan agar asupan zat besi dapat mencukupi.

Untuk menghindari penyakit cacing tambang, disarankan untuk mengenakan alas kaki terutama jika berjalan di atas tanah yang mungkin terkena kontaminasi. Mencuci bersih sayuran atau bahan makanan lain juga termasuk langkah menekan risiko terkena penyakit cacing tambang.