Memahami Penyebab Neutropenia dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Neutropenia adalah kondisi di mana jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun. Tanpa cukup neutrofil, maka tubuh sulit melawan bakteri dan bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis infeksi.

Pada orang dewasa, dikatakan neutropenia jika jumlah neutrofil kurang dari 1.500 per mikroliter. Sedangkan pada anak-anak, batasan jumlah sel yang menunjukkan neutropenia bervariasi seiring bertambahnya usia.

Neutropenia (1)

Faktor yang Menyebabkan Neutropenia

Penyebab utama neutropenia adalah kemoterapi kanker. Seseorang yang mengalami neutropenia karena kemoterapi, sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Penyebab lain neutropenia adalah adanya infeksi, seperti bakteri tuberkulosis, virus Epstein-Barr, hepatitis, sepsis, demam berdarah dan HIV/AIDS.

Beberapa kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya neutropenia, meliputi:

  • Kekurangan vitamin
  • Kelainan kongenital (bawaan lahir) pada fungsi sumsum tulang, seperti sindrom Kostmann
  • Penyakit sumsum tulang, seperti leukemia, sindrom myelodisplasia, myelofibrosis, dan anemia aplastik.
  • Penghancuran neutrofil secara otomatis, baik dari penyakit atau dari obat-obatan yang merangsang sistem kekebalan tubuh

Neutropenia bisa juga terjadi karena obat-obat tertentu, seperti obat antibiotik, obat tekanan darah, obat psikiatri, obat epilepsi, dan terapi radiasi.

Mengenali Gejala yang Ditimbulkan

Tidak seluruh kondisi neutropenia akan menunjukkan gejala khusus. Sebagian kasus neutropenia justru diketahui pada pemeriksaan darah karena kondisi lain.

Jika timbul gejala, umumnya karena ada komplikasi atau akibat kondisi penyebab neutropenia. Gejala yang timbul bisa tergolong ringan hingga berat. Semakin rendah tingkat neutrofil, gejala yang timbul bisa semakin berat atau banyak.

Demam adalah salah satu gejala yang muncul pada keadaan neutropenia, umumnya merupakan salah satu pertanda infeksi. Infeksi dapat timbul berupa ruam, abses atau luka yang tidak segera sembuh. Selain itu, neutropenia juga dapat berkaitan dengan kondisi lain berupa :

Pada penderita neutropenia kongenital berat, biasanya akan timbul gejala yang serius karena infeksi bakteri. Infeksi ini dapat menyerang kulit, sistem pencernaan maupun pernapasan.

Cara Pengobatan Neutropenia

Untuk menentukan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan penyebab dan tingkat keparahan neutropenia. Pada kasus yang ringan mungkin tidak memerlukan perawatan khusus.

Untuk infeksi bakteri, kemungkinan dokter akan memberikan obat antibiotik. Apabila neutropenia disebabkan oleh obat yang dikonsumsi, maka dokter akan mengganti obat tersebut.  Beberapa obat lainnya yang dapat mengatasi neutropenia, seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, immunoglobulin, glukokortikoid, kortikosteroid, obat imunosupresan, dan sitokin.

Sebagian kasus neutropenia dapat diobati dengan obat granulocyte-colony stimulating factors (G-CSF) atau faktor stimulasi koloni granulosit. Pengobatan G-CSF berfungsi dalam merangsang tulang sumsum untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih.

G-CSF biasanya diberikan sebagai suntikan pada bawah kulit. Cara penanganan ini diketahui efektif. Namun, untuk sebagian kasus yang lebih berat, mungkin diperlukan transplantasi sumsum tulang. Terutama ketika pengobatan G-CSF gagal, terdapat kerusakan fungsi sumsum tulang atau pada penderita leukemia.

Munculnya kondisi neutropenia, terutama yang disertai dengan timbulnya keluhan atau gejala, perlu dicari tahu penyebabnya secara jelas, agar dapat segera ditangani dengan baik untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Selalu konsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi neutropenia dan pengobatan yang tepat.

Referensi:

 

Referensi