Memahami Phobia Darah dan Penanganannya

Pernahkah Anda mengalami rasa ketakutan yang luar biasa saat melihat darah? Hati-hati, bisa saja Anda mengalami phobia darah. Phobia darah adalah ketakutan secara terus-menerus terhadap darah. Penderita phobia darah ini umumnya takut melihat darah mereka sendiri, darah orang lain, atau pun darah hewan.

Biasanya, seseorang tidak takut pada darahnya sendiri, terlebih bagi kaum hawa yang setiap bulan mengalami menstruasi. Namun, rasa ketakutan pada darah atau yang dikenal phobia darah ini, ternyata kerap dialami oleh sebagian orang, lho.

blood phobia

Tanda Phobia Darah

Phobia adalah ketakutan yang luar biasa pada suatu objek, tempat, situasi, perasaan, atau pun dengan hewan. Phobia bisa terjadi pada siapa saja dan juga banyak macamnya, seperti phobia hewan (anjing, laba-laba, ular), phobia lingkungan (ketinggian, air yang dalam, dan kuman), phobia tubuh (phobia darah, muntah, atau suntikan), dan lainnya.

Dalam beberapa kasus, bahkan seseorang yang memiliki phobia hanya dengan memikirkan sumber phobia bisa membuatnya merasa cemas atau panik. Hal ini dikenal sebagai kecemasan antisipatif.

Phobia darah dalam bahasa medis dikenal dengan istilah hemophobia/hematophobia. Beberapa penderita phobia darah ini mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Namun, penderita lainnya bisa saja mengalami reaksi phobia atipikal yang  menyebabkan wajah pucat dan badan terasa lemah. Mereka juga bahkan mungkin saja mengalami pingsan. Dan reaksi terakhir bisa saja mereka mengembangkan rasa takut baru menjadi takut pingsan. Umumnya, phobia tidak memiliki penyebab tunggal, tetapi ada sejumlah faktor yang terkait.

Pingsan pada phobia darah disebabkan karena gangguan sinkop vasovagal. Sinkop vasovagal terjadi ketika bagian dari sistem saraf Anda yang mengatur detak jantung dan tekanan darah tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam menanggapi pemicu seperti saat melihat darah. Adapun gejalanya yakni kulit pucat; berkeringat dingin; adanya gangguan pandangan/penglihatan; denyut jantung melambat dan pembuluh darah di kaki membesar, yang memungkinkan darah berkumpul di kaki dan menurunkan tekanan darah Anda.

Kendati phobia kerap menyulitkan Anda karena rasa ketakutan akan sesuatu, namun hampir semua macam phobia dapat diobati dan disembuhkan, tidak terkecuali phobia darah. Phobia darah bisa diobati melalui paparan bertahap pada darah itu sendiri untuk menghilangkan rasa takut terhadap darah. Hal tersebut dikenal sebagai desensitisasi atau terapi diri eksposur. Anda bisa mencoba metode ini dengan bantuan dari para ahli.

Selain itu ada beberapa cara untuk mengobati berbagai macam phobia seperti phobia darah, yakni melakukan konseling dan psikoterapi, terapi perilaku kognitif (CBT), dan juga pengobatan untuk mengatasi efek dari kecemasan akibat phobia darah (meliputi obat antidepresan, penenang, dan obat-obatan beta blocker).

Jika Anda kerap mengalami phobia darah atau phobia jenis lainnya, jangan segan untuk segera berkonsultasi pada dokter agar Anda dapat mengatasi rasa takut yang melanda diri Anda. Selain itu, biasakan berpikiran positif untuk mengusir rasa takut yang Anda alami.