Memanfaatkan Lendir Serviks sebagai Metode Kontrasepsi Alami

Pada masa subur, tubuh wanita memberikan beberapa sinyal yang dapat terlihat. Salah satu sinyalnya tampak pada perubahan lendir serviks. Perubahan tekstur dan warna lendir serviks kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi metode kontrasepsi alami.

Serviks atau juga kerap disebut leher rahim berada di bagian bawah rahim, memiliki bentuk seperti silinder berdiameter 2-3 cm. Serviks memiliki peran penting untuk merencanakan atau menghindari kehamilan, sebab, organ ini merupakan saluran yang akan membawa sperma menuju sel telur.

Memanfaatkan lendir serviks sebagai kontrasepsi alami - alodokter

Perubahan Tekstur

Untuk mengecek tekstur lendir serviks dapat dilakukan dengan memasukkan jari yang bersih ke dalam vagina hingga mencapai serviks, atau usap area intim dengan menggunakan tisu toilet. Selain itu, lendir serviks juga mungkin tampak pada pakaian dalam yang digunakan. Untuk mengecek tekstur lendir, rentangkan di antara dua jari. Selain tekstur, lendir serviks juga dapat dikenali dari warnanya.

  • Sebelum masa subur

Serviks tidak mengeluarkan lendir sehingga seorang wanita akan merasa kering pada organ intimnya..

  • Masa Subur

Pada awal masa subur, lendir serviks berwarna putih atau krem dengan tekstur agak kental dan licin, namun dengan mudah putus saat direnggangkan di antara dua jari. Saat masa subur optimal, lendir serviks akan tampak lebih tipis dan cair dengan jumlah yang lebih banyak. Bisa ditandai dengan warna yang jernih atau menetes di antara jari sebagaimana putih telur. Tekstur ini terbaik dalam mendukung kehamilan, sebab akan membantu sperma bergerak menuju rahim.

  • Setelah masa subur

Pada saat ini, lendir serviks tidak lagi basah ataupun licin, melainkan memiliki tekstur kental dan terasa seperti losion dengan warna putih susu atau kekuningan. Semakin dekat menuju masa menstruasi, maka lendir serviks akan semakin lengket yang akan menyulitkan sperma bergerak menuju sel telur di rahim.

Metode Kontrasepsi Alami

Dengan mengamati pola lendir serviks di antara siklus haid, maka pasangan dapat menentukan, kapan saat tepat berhubungan seksual untuk merencanakan ataupun menghindari kehamilan.

Untuk pasangan yang merencanakan kehamilan, lakukan hubungan intim pada masa subur yang diketahui dari tekstur lendir serviks tipis dan cair. Sebaliknya, hindari masa-masa tersebut untuk melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi bagi pasangan yang ingin menghindari kehamilan.

Salah satu kelemahan metode lendir serviks untuk kontrasepsi adalah kecermatan untuk mengecek lendir serviks dan menahan diri melakukan hubungan seksual tanpa pengaman pada masa-masa tertentu. Metode ini juga tidak dapat menghindari infeksi seksual menular dari pasangan.  Selain itu, sebagian wanita kemungkinan merasakan aneh ataupun tidak nyaman untuk melakukan pengecekan lendir serviks.

Sementara itu, keuntungan menggunakan lendir serviks sebagai metode kontrasepsi yaitu minimnya risiko terhadap kesehatan. Jika dilakukan dengan tepat, tingkat keberhasilannya cukup tinggi, hanya sekitar 3 wanita yang hamil dari 100 wanita yang menggunakan lendir serviks sebagai metode kontrasepsi alami.

Untuk keberhasilan metode kontrasepsi memanfaatkan lendir serviks, lakukan pengecekan dengan cermat. Jika perlu, amati pola lendir serviks beberapa bulan sebelum benar-benar menggunakan ini sebagai metode kontrasepsi. Konsultasi dengan bidan ataupun dokter untuk informasi lebih lanjut.