Memanfaatkan Pewarna Alami dari Sayuran dan Bumbu Dapur

Pewarna makanan untuk mempercantik tampilan tidak sulit ditemukan. Meski demikian, pewarna alami dari sayuran dan bumbu dapur dapat dijadikan alternatif untuk makanan yang Anda hidangkan.

Ada beragam bentuk pewarna makanan yang ada di pasaran, termasuk pewarna bubuk, cair, gel, atau pun pasta. Pewarna makanan digunakan untuk perlengkapan masak rumah tangga maupun industri, bahkan juga pada beberapa jenis produk lain seperti kosmetik, farmasi, alat kesehatan, dan kerajinan tangan.

Memanfaatkan pewarna alami dari sayuran dan bumbu dapur - alodokter

Beragam alasan penggunaan pewarna pada makanan, antara lain untuk menarik perhatian konsumen, mempertajam warna makanan, atau memperbaiki tampilan makanan karena pengaruh cuaca, udara, kelembapan, dan lain-lain. Selain itu, warna banyak dianggap dapat memengaruhi pemikiran mengenai rasa makanan.

Namun, pewarna makanan juga memiliki risiko kesehatan. Sebuah studi mengenai pewarna dan pengawet makanan dari sodium benzoate, dilakukan terhadap ratusan anak-anak. Hasil studi menunjukkan adanya kemungkinan memicu peningkatan tindakan hiperaktif.

Jika pewarna jenis tertentu dianggap berisiko, maka ada baiknya menggunakan pewarna alami dari sayuran dan bumbu dapur seperti:

  • Warna Oranye dari Wortel

Warna oranye pada wortel terutama berasal dari beta karoten, yang kemudian diolah tubuh menjadi vitamin A. Manfaat wortel juga kaya kandungan vitamin K dan vitamin B6. Warna oranye banyak digunakan untuk pewarna makanan karena sering dikonotasikan dengan rasa yang lezat. Mulai dari makanan, minuman, camilan, yogurt, permen, dan lain-lain.

  • Warna kuning dari Kunyit

Warna kuning pada kunyit karena kandungan pigmen kurkumin. Sejak dulu, manfaat kunyit digunakan sebagai pewarna alami bumbu kari, bahkan, juga untuk pewarna pakaian. Kini pewarna alami kunyit juga banyak digunakan untuk makanan kemasan seperti yogurt, sereal sarapan, es krim, minuman ringan, dan lain-lain.  Sebagai pewarna makanan dalam industri, kunyit diberi kode E100.

Kunyit yang akan dimanfaatkan sebagai pewarna alami disarankan menggunakan kunyit yang sudah layu, sehingga rasa kunyit tidak terlalu mengganggu rasa makanan.

  • Warna ungu dari ubi ungu

Warna ungu merupakan kombinasi merah dan biru. Selain ubi ungu, warna ini dapat ditemukan pada anggur, terong, dan lain-lain. Warna ungu tersebut karena kandungan pigmen alami antosianin. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan, antosianin pada ubi ungu tiga kali lebih banyak dibanding buah bluberi.

Selama ini ubi berwarna oranye banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk makanan, namun rupanya ubi ungu juga dapat digunakan sebagai pewarna alami. Kini ubi ungu dimanfaatkan sebagai pewarna alami standar untuk produk jus sayuran, termasuk menambah manfaat kesehatan.

  • Warna merah dari paprika

Paprika sebagai pewarna alami makanan warna merah sudah banyak digunakan di industri dengan nomor kode E160c. Ekstrak paprika dapat digunakan sebagai pewarna alami karena kandungan capsanthin dan capsorubin di dalamnya.

Pewarna alami dari paprika ini digunakan pada jus jeruk, keju, saus, daging kemasan, dan juga pakan ternak.

Cara Menggunakan Pewarna Alami

Kini sudah banyak ditemukan pewarna alami dari sayur dan bumbu dapur yang umumnya dalam bentuk bubuk. Dianjurkan memilih yang tidak dilengkapi rasa atau bumbu lain agar tidak memengaruhi rasa makanan.

Untuk menggunakannya, campur bubuk pewarna alami dengan sedikit air atau cairan dalam masakan. Jika warna dirasa masih kurang, tambahkan lagi pewarna alami bubuk sedikit demi sedikit.

Jika pewarna alami sulit ditemukan, maka Anda dapat membuat sendiri pewarna alami. Pertama, pilih sayur atau bumbu dengan warna terang yang dapat digunakan sebagai pewarna seperti contoh di atas, atau pun yang tampak meninggalkan noda di tangan ketika dipegang.

Kemudian, didihkan sayur atau bumbu tersebut dengan sedikit air. Lalu, keringkan dengan menggunakan oven atau dijemur. Jika sayur atau bumbu dalam ukuran besar, iris tipis agar prosesnya lebih cepat. Setelah itu, tumbuk sayur atau bumbu yang sudah kering menggunakan food processor atau penumbuk kopi, bahan yang Anda pilih siap digunakan sebagai pewarna alami.

Pertimbangkan menggunakan pewarna alami dari sayur dan bumbu sebagai alternatif dalam memasak. Selain mempercantik tampilan makanan, pewarna alami juga dapat menambah nilai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.