Membedakan Batuk Alergi dengan Batuk yang Lain

Bagaimana kita tahu batuk yang kita alami diakibatkan alergi? Pada dasarnya, batuk alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bekerja secara berlebihan, sehingga menyerang benda tidak berbahaya seperti debu atau serbuk sari.

Memang sulit untuk membedakan apakah batuk yang kita alami merupakan gejala pilek, gejala flu, atau mungkin batuk alergi. Hal ini disebabkan ketiga kondisi tersebut memiliki tanda-tanda yang sama, yaitu bersin, hidung berair, atau batuk. Namun perlu diketahui juga bahwa kondisi pilek, flu, dan alergi nyatanya berbeda.

Membedakan Batuk Alergi dengan Batuk yang Lain

Pilek dan flu diakibatkan oleh virus dan bersifat menular, dan biasanya menunjukkan gejala tambahan yakni demam, sakit tenggorokan, serta rasa sakit di sekujur tubuh. Selain itu, gejala pilek dan flu biasanya tidak berlangsung lebih dari dua minggu, berbeda dengan alergi yang gejalanya bisa berlangsung hingga berbulan-bulan.

Alergi sendiri disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam memberikan perlawanan terhadap benda asing yang terkadang tidak berbahaya (contoh: debu, serbuk sari) sehingga tubuh mengeluarkan zat kimia histamin. Histamin ini menyebabkan saluran hidung bengkak dan menjadikan kita bersin atau batuk. Berbeda dengan flu dan pilek, alergi tidak bersifat menular, meski sebagian orang memiliki kecenderungan secara genetik untuk mengalaminya.

Apa yang Memicu Batuk Alergi?

Gejala batuk alergi akan langsung muncul begitu kita terpapar pemicu alergi, atau yang disebut alergen. Biasanya, alergen itu berupa:
  • Debu
  • Serbuk sari tanaman
  • Bulu hewan piaraan, seperti anjing, kucing, atau burung
  • Spora dari jamur yang tumbuh di dalam rumah
  • Kecoak
Batuk alergi biasanya akan disertai rasa menggelitik di tenggorokan. Biasanya kita akan terbatuk lebih sering saat kita berada di luar ruangan, terutama saat terpapar oleh alergen. Namun, batuk biasanya akan lebih memburuk pada malam hari. Hal ini disebabkan karena pada malam hari, posisi kita akan lebih sering berbaring atau tidur, menyebabkan dahak akan tergenang di paru dan naik hingga tenggorokan, sehingga muncul refleks batuk.

Batuk alergi ini juga dapat terjadi pada penderita asma. Saat terpapar alergen, saluran udara akan menyempit sehingga menyebabkan suara mengi.

Pengobatan Batuk Alergi

Pengobatan batuk alergi bisa dilakukan di rumah dengan cara-cara alami seperti ini.
  • Tetap minum. Hal ini membantu membran mukosa tetap lembap. Saat cuaca dingin, cara ini sangat membantu karena rumah cenderung kering sehingga dapat menyebabkan batuk.
  • Cobalah konsumsi pereda batuk dan cairan hangat. Obat batuk yang mengandung mentol dapat membuat belakang tenggorokan mati rasa sehingga bermanfaat dalam menurunkan reflek batuk. Selain itu, minum cairan hangat dengan madu juga bisa melegakan tenggorokan.
  • Mandi air hangat akan dapat membantu mengencerkan dahak baik di hidung maupun tenggorokan, sehingga dapat meredakan batuk.
  • Gunakan alat semprot hidung dengan cairan Cairan ini membilas alergen dan dahak sehingga bisa meredakan gejala batuk. Anda bisa membeli alat ini di apotek.
Jika cara pengobatan alami di rumah ini tetap tidak membantu, temui dokter untuk mengenali penyebab dan merekomendasikan pengobatan yang lebih efektif. Salah satu alternatif pengobatan batuk alergi adalah memakai suntikan alergi untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen tertentu.