Membedakan Lidah Sehat dan Tidak serta Menjaga Kebersihannya

Menggosok gigi dua kali sehari belum cukup jika lidah tidak dibersihkan secara langsung. Seringkali, masalah seperti bau mulut tak sedap bermula dari kebersihan lidah yang tidak dijaga. Lidah sehat juga adalah kunci kesehatan mulut.

Lidah sehat ternyata mengindikasikan bahwa kondisi tubuh juga dalam keadaan sehat. Lidah sehat umumnya berwarna merah muda dengan permukaan tertutup bintil-bintil yang disebut papillae.

lidah sehat-alodokter

Berbagai Warna Lidah

Mencermati berbagai perubahan warna lidah ini sebagai berikut.

Lidah berbintik-bintik putih atau seluruhnya putih dapat menjadi indikasi adanya:

  • Infeksi jamur mulut
    Infeksi jamur yang tampak menyerupai bercak putih ini paling sering dialami orang yang mengalami pelemahan sistem imun, bayi dan lansia, terutama pengguna gigi palsu. Begitu juga orang yang mengonsumsi antibiotik, pasien diabetes, atau pun pasien penyakit jantung dan asma yang menggunakan kortikosteroid hirup.
  • Lichen planus oral
    Garis putih pada permukaan lidah yang terlihat mirip renda. Penyebabnya tidak selalu diketahui secara pasti dan dapat reda dengan sendirinya.

Bercak putih pada lidah dan bagian dalam mulut akibat pertumbuhan sel-sel yang terlalu berlebihan. Leukoplakia sering terjadi saat lidah sedang teriritasi, seperti pada perokok.

Lidah merah dapat menjadi tanda:

  • Geographic tounge: bintik kemerahan menyerupai peta di permukaan lidah.
  • Kekurangan vitamin. Defisiensi vitamin B12 dan asam folat, dapat menyebabkan lidah berwarna kemerahan.
  • Demam scarlet. Disebut juga scarlet fever, yaitu infeksi dan demam tinggi dengan gejala lidah berwarna merah seperti stroberi, serta ruam di tubuh dan nyeri tenggorokan.
  • Penyakit Kawasaki. Penyakit berbahaya pada balita yang ditandai dengan demam tinggi yang juga disertai gejala lidah merah seperti stroberi.

Lidah hitam berbulu:

  • Meski tampak menyeramkan, tapi kondisi lidah ini sebenarnya tidak berbahaya. Pada beberapa orang, bintil lidah tumbuh terlalu panjang, sehingga menjadi tempat berkembangnya bakteri yang menyebabkan lidah berwarna gelap dan tampak seperti berbulu.
  • Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang menjalani kemoterapi, mengonsumsi antibiotik, dan yang tidak menjaga kebersihan mulut.

Lidah bergelombang atau nyeri:

  • Merokok dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit pada lidah.
  • Sariawan yang mungkin dapat bertambah parah karena kadar stres meningkat atau pada saat menstruasi.
  • Cedera seperti akibat mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau pun tak sengaja menggigit lidah.
  • Penyakit tertentu seperti kanker mulut ataupun diabetes dan anemia.

Menjaga Lidah Sehat

Permukaan lidah yang tidak rata membuat organ ini lebih berisiko menyimpan bakteri sehingga perlu digosok. Seorang dokter gigi mengungkap bahwa meski terlihat datar, sebenarnya permukaan lidah memiliki celah dan perbedaan ketinggian, sehingga dapat menjadi tempat bakteri bersembunyi.

Bakteri yang dimaksud dapat berasal dari sekumpulan mikroorganisme yang dapat membentuk lapisan di permukaan lidah. Berkumur dengan cairan antiseptik hanya akan mengangkat bakteri di lapisan luar dan tidak sepenuhnya membasmi kuman.

Agar lidah tetap sehat, sikatlah gigi dua kali sehari setiap hari, termasuk menyikat lidah. Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, serta batasi konsumsi makanan yang terlalu panas, asam, dan pedas.

Untuk menjaga agar lidah sehat tetap terjaga, sikat lidah dari depan ke belakang dan kiri ke kanan, kemudian kumur dengan air bersih. Meski demikian, hindari menyikat lidah terlalu keras. Anda juga dapat mencoba menggunakan pengikis permukaan lidah yang dijual bebas di toko obat, namun secara umum menyikat lidah menggunakan sikat gigi biasa sudah cukup.