Memilih Obat Diare untuk Anak dengan Tepat

Obat diare untuk anak sebaiknya diberikan setelah diketahui penyebab diare yang mendasari. Diare umumnya ditandai tinja yang encer, disertai dengan rasa mual, muntah, kram perut, demam, serta dehidrasi. Diare bisa terjadi dalam hitungan hari sampai minggu.

Pada sebagian besar kasus, diare tidak membutuhkan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena sistem imunitas di dalam tubuh anak Anda akan bereaksi secara otomatis untuk membersihkan bakteri, virus, atau parasit penyebab infeksi. Biasanya, penyembuhan berlangsung selama sekitar satu minggu.

diarrhea medicine for children

Menangani Diare pada Anak

Diare yang terjadi pada anak Anda bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Infeksi virus, misalnya rotavirus, norovirus, astrovirus, adenovirus.
  • Infeksi bakteri, seperti Salmonella, Coli, Staphylococcus, Campylobacter.
  • Infeksi parasit, seperti giardiasis.
  • Terlalu banyak mengonsumsi jus.
  • Alergi makanan.
  • Penggunaan obat antibiotik.
  • Intoleransi makanan.
  • Keracunan.

Pada dasarnya, anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang mengalami diare tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan tertentu, selama anak masih bisa makan dan minum dengan cukup dan tidak terjadi dehidrasi. Jika diare yang dialami anak Anda tak kunjung membaik setelah beberapa hari, lebih baik segera berkonsultasi ke dokter.

Sebelum memberikan resep obat, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi anak dan memastikan penyebab diare. Setelah mengetahui keluhan yang dialami dan penyebabnya, dokter dapat memberikan obat-obatan yang sesuai kondisi anak, antara lain:

  • Larutan rehidrasi oralObat ini berfungsi mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit yang hilang karena diare. Larutan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit ini tidak menghentikan diare tetapi mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang bersama tinja. Berikan cairan rehidrasi oral setiap kali anak BAB atau muntah.
  • AntibiotikObat ini sebetulnya tidak direkomendasikan karena diare umumnya disebabkan oleh infeksi virus, atau oleh sebab lain yang bukan infeksi. Dokter hanya akan memberikan antibiotik jika anak Anda mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • AntidiareObat diare seperti loperamide dan kaolin-pektin dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat kerja otot usus. Namun obat ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak-anak karena berisiko menyebabkan efek samping seperti mual.
  • ProbiotikObat diare ini mengandung bakteri baik yang dapat membantu penyembuhan diare. Pemberian probiotik bersama cairan rehidrasi oral terpantau dapat mengobati diare pada anak akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Namun secara umum masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas probiotik sebagai obat diare anak.
  • Paracetamol atau ibuprofenObat ini hanya diberikan jika diare yang dialami anak Anda disertai dengan demam dan sakit kepala. Kedua obat ini berfungsi meredakan rasa sakit yang muncul dari gejala-gejala diare.

Waspadai Dehidrasi Akibat Diare pada Anak

Diare bisa menyebabkan anak Anda mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Untuk menghindarinya, Anda dianjurkan untuk memberikan asupan cairan lebih banyak dari biasa selama anak Anda mengalami diare. Kemunculan dehidrasi biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti badan terasa lemas, wajah tampak pucat, mulut, bibir, dan juga lidah terlihat kering, serta mata cekung.

Bayi berusia di bawah 6 bulan lebih berisiko mengalami dehidrasi. Jika Anda menemukan gejala-gejala dehidrasi pada anak Anda, usahakan untuk selalu memberikan asupan cairan, baik melalui ASI, air putih, maupun minuman rehidrasi yang mengandung elektrolit.

Minuman rehidrasi bisa didapat berdasarkan resep dokter atau dibeli secara bebas. Minuman ini berfungsi menjaga keseimbangan kadar air, gula, dan garam di dalam tubuh. Selama diare, jangan berikan anak jus buah dan minuman soda karena hal itu justru akan membuat diare bertambah parah.

Waspadai jika terdapat gejala dehidrasi berat yang ditandai dengan:

  • Penurunan kesadaran
  • Kaki dan tangan dingin
  • Pucat
  • Jarang pipis atau tidak pipis sama sekali
  • Sesak napas
  • Anak merasa sangat haus
  • Muntah

Apabila anak menunjukkan gejala dehidrasi berat maka segeralah membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat cairan melalui infus. Jika kondisi anak Anda tak kunjung membaik meski telah mengonsumsi obat diare untuk anak dari dokter, jangan ragu untuk kembali berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi