Memperbanyak ASI demi Mencukupi Kebutuhan Bayi

Makanan utama bayi baru lahir adalah air susu ibu (ASI). Bayi yang baru lahir belum memerlukan tambahan cairan atau makanan lain. Untuk memenuhi kebutuhan bayi akan ASI, banyak cara yang sebaiknya dilakukan oleh seorang ibu.

Menurut penelitian, memberi ASI secara eksklusif pada enam bulan pertama memberikan manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Selain memungkinkan penurunan risiko alergi, bayi yang diberikan ASI lebih sedikit yang terkena penyakit saluran napas bagian bawah, infeksi telinga, dan meningitis.

memperbanyak asi demi mencukupi kebutuhan bayi - alodokter

Cara Memperbanyak ASI

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI, yaitu:

Berikan terus-menerus

Pada beberapa minggu pertama kelahirannya, jadwal pemberian ASI biasanya belum bisa teratur, meski begitu berikanlah ASI kapan pun bayi membutuhkannya. Anda dapat memberi ASI kira-kira dua jam sekali, sebab bayi yang baru lahir biasanya minum ASI sebanyak delapan hingga 12 kali dalam sehari semalam. Bayi yang baru lahir perlu dibangunkan untuk diberikan ASI bila pemberian ASI terakhir sudah lebih dari dua jam.

Pada prinsipnya, makin sering diberikan, produksi ASI akan makin bertambah. Hal ini terjadi karena pada saat Anda terus memberi ASI, hormon prolaktin terus bekerja merangsang produksi ASI.

Istirahat yang cukup        

Istirahat penting untuk menjaga kestabilan produksi ASI. Atur jadwal tidur Anda, misalnya jika bayi sedang tidur, Anda dianjurkan untuk tidur juga. Beristirahat pun bisa dilakukan sambil bersantai bersama bayi atau mengurangi kegiatan di luar rumah.

Hindari cemas

Anda tidak perlu cemas kekurangan ASI. Selama Anda sehat secara fisik maupun mental dan mengonsumsi makanan sehat, Anda tetap dapat memperbanyak ASI. Begitu juga dengan kondisi bayi. Selama bayi baik-baik saja, dia akan terus mengonsumsi ASI dan ASI akan terus diproduksi.

Mengelola stres

Selama masa menyusui, usahakan untuk mengelola stres dengan baik. Stres mungkin tidak mengurangi produksi ASI, tapi diduga dapat menghambat proses keluarnya ASI. Mintalah bantuan pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah atau minta bantuan anggota keluarga yang lain bila membutuhkan bantuan dalam merawat bayi. Semua ini untuk meringankan beban Anda sehingga Anda dapat menyusui dengan tenang.

Saling berbagi dengan ibu menyusui lainnya

Bertemu dengan sesama ibu menyusui dapat membuat Anda memiliki teman berbagi. Anda bisa bertukar cerita tentang cara mereka dalam memperbanyak ASI. Anda pun dapat saling memberi semangat agar berhasil memberi ASI eksklusif untuk bayi Anda.

Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui

Makanan yang Anda konsumsi akan diberikan kepada bayi melalui ASI. Oleh karena itu, selama masa menyusui secara eksklusif, Anda memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300-500 kalori per hari.

Anda tidak perlu mengonsumsi makanan tertentu dengan maksud untuk memperbanyak ASI. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah mengonsumsi camilan dan makanan sehat untuk menjaga kualitas ASI.Kelompok makanan yang dimaksud adalah yang seperti berikut ini.

  • Serat. Diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan sereal.
  • Protein. Didapatkan dari nutrisi ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan.
  • Makanan bertepung, seperti dari nasi, kentang, pasta, dan roti gandum utuh.
  • Susu atau olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

Untuk sayur dan buah, Anda disarankan mengonsumsi setidaknya lima porsi dalam sehari, sebagai pendukung untuk menambah cairan dalam tubuh

Cukupi kebutuhan cairan

Selama menyusui, seorang ibu dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan air putih. Sebab, produksi ASI mungkin berkurang jika tubuh kekurangan air. Sediakan air putih di dekat Anda beraktivitas agar selalu ingat untuk minum. Minumlah sebelum Anda merasa haus. Jika urine Anda berwarna kuning tua, Anda disarankan untuk minum air putih lebih banyak.

Anda juga bisa mengonsumsi jus yang tidak ditambah pemanis, asalkan tidak lebih dari 150 ml per hari. Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. Batasi asupannya, tidak lebih dari 3 cangkir per hari. Kandungan kafein pada ASI dapat berdampak pada bayi yaitu mungkin menyebabkan bayi susah tidur.

Vitamin

Anda disarankan mengonsumsi vitamin D sebanyak 10 mcg setiap harinya. Vitamin dan zat penting lain yang diperlukan, dapat diperoleh dari asupan makanan bergizi yang dikonsumsi secara bervariasi.

Obat-obatan

Selama masa menyusui, Anda disarankan untuk berhati-hati jika harus mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk pil KB. Sebelum mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

 

Selain melakukan cara-cara yang sudah disebutkan di atas, mengonsumsi beragam makanan juga penting dilakukan untuk memperbanyak ASI. Makanan yang bervariasi bisa membuat rasa ASI berbeda-beda, sehingga bayi akan menyukai aktivitas menyusu. Anda sebaiknya mempunyai catatan makanan yang Anda konsumsi dan perilaku bayi Anda setelah menyusu. Bila bayi Anda rewel, cobalah untuk menghapus makanan tertentu dari daftar Anda. Bila tidak berpengaruh, Anda dapat mengembalikan makanan tersebut ke dalam daftar, dan mempertimbangkan penyebab lain.