Salah Pilih Krim Pemutih Bisa Bikin Wajah Jadi Jelek

Krim dengan label ‘bisa memutihkan kulit’ membuat siapa saja, terutama kaum hawa, tergoda untuk membeli. Mereka pun kerap bergonta-ganti krim pemutih demi mendapatkan kulit dambaannya. Apalagi jika krim tersebut bereaksi positif pada kulit anggota keluarga atau teman mereka. Tidak perlu pikir panjang, mereka pun langsung ikut mencobanya.

Padahal, nyatanya memilih krim pemutih tidak semudah itu. Ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan sebelum mengaplikasikan krim pemutih ke kulit.

menampik godaan iklan krim kulit - alodokter

Sesuaikan Jenis Kulit

Tiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda-beda dan itu berhubungan juga dengan perawatan kulit yang mereka jalani. Jenis kulit manusia ada lima jenis, yaitu normal, kering, berminyak, sensitif, dan kombinasi. Namun jenis kulit bisa berubah seiring pertambahan usia. Untuk menentukan jenis kulit apa yang Anda miliki, coba cek kulit Anda dengan tanda-tanda di bawah ini.

  • Normal. Kulit normal adalah dambaan semua orang. Jenis kulit ini tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak. Tingkat kelembapan kulitnya pun sangat terjaga. Sehingga membuatnya terlihat bersih, halus, sehat, dan bercahaya. Jika Anda memiliki kulit normal, pori-pori Anda nyaris tidak terlihat.
  • Kering. Tidak seperti kulit normal, tingkat kelembapan jenis kulit ini sangat kurang sehingga membuat kulit terlihat kusam, kasar, dan tidak kenyal. Bahkan garis-garis pada wajah bisa terlihat dengan jelas. Pemilik jenis kulit ini juga sensitif terhadap beberapa kondisi yang bisa membuat kulit tambah kering. Seperti ketika terkena sinar matahari berlebihan, kulit bisa mengelupas, iritasi, atau gatal.
  • Berminyak. Orang yang memiliki kulit berminyak, pori-porinya akan terlihat dan memproduksi banyak minyak. Wajah akan terlihat mengkilap karena produksi minyak yang lebih banyak. Biasanya, orang dengan kulit berminyak lebih berpotensi memiliki jerawat, komedo, dan noda pada wajah.
  • Sensitif. Jika Anda memiliki kulit sensitif, Anda harus berhati-hati dalam memilih produk krim. Kulit sensitif sangat rapuh dan mudah kering, sering mengalami gatal, kemerahan, dan lebih cepat terbakar sinar matahari.
  • Kombinasi. Dua jenis kulit dimiliki oleh seseorang yang memiliki kulit kombinasi. Di beberapa bagian, kulitnya bisa kering dan di bagian lainnya berminyak, biasanya di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Komedo, kulit mengkilap, dan pori-pori yang besar pun bisa terlihat di wajah pemilik kulit ini.

Penting untuk mengetahui jenis kulit sebelum memilih krim pemutih. Contohnya jika Anda memiliki kulit kering. Sebaiknya hindari krim pemutih yang mengandung lemon. Lemon diketahui bisa membuat kulit menjadi kering.

Lihat Kandungannya

Sebelum mengoleskannya ke wajah Anda, pastikan krim pemutih Anda tidak mengandung bahan yang tergolong ilegal atau tidak aman untuk dioleskan ke kulit. Zat legal dan aman yang biasanya ada di krim pemutih seperti kojic acid, arbutin, dan ekstrak buah-buahan.

  • Kojic acid. Menurut beberapa penelitian, kojic acid efektif menghambat produksi melanin. Kojic acid merupakan bahan alami yang berasal dari fermentasi beras, biasanya digunakan untuk membuat sake (anggur beras Jepang).
  • Arbutin. Bahan ini berasal dari daun bearberry, cranberry, pir, dan mulberry. Secara teknis, arbutin disebut sebagai sumber alami hidrokinon atau hydroquinone-β- D –glucoside. Bentuk murni arbutin dipercaya lebih ampuh mencerahkan kulit.
  • Ekstrak buah-buahan. Produsen kerap menambahkan ekstrak buah-buahan di dalam krim pemutih seperti lemon, pepaya, atau strawberry. Penggunaan bahan-bahan alami pada kosmetik, terutama yang bisa Anda makan, pastinya aman dan tidak berisiko menyebabkan kanker kulit.

Di lain sisi, terdapat juga kelompok zat tidak aman yang bisa digunakan dalam krim pemutih. Dua di antaranya adalah hidrokinon dan merkuri.

  • Hidrokinon. Hidrokinon dalam ilmu medis dianggap sebagai zat utama yang bisa menghambat produksi melanin (pigmen penentu warna kulit) dan mencegah kulit menjadi gelap. Namun, hidrokinon juga berisiko memicu kanker kulit jika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, jangan memakai krim pemutih yang mengandung hidrokinon.
  • Merkuri. Begitu pula merkuri. Produsen nakal kerap mencampurkan merkuri ke dalam krim pemutih buatannya, padahal zat tersebut bisa merusak ginjal, sistem saraf, menyebabkan kulit gatal-gatal, dan kerusakan pada kulit lainnya.

Periksa Kredibilitas Produsen Terlebih Dahulu

Ada berbagai macam krim pemutih yang beredar di pasaran. Banyak yang berasal dari merek ternama dan diiklankan di media massa. Produknya pun telah tercatat di BPOM. Namun ada juga krim pemutih yang diproduksi oleh produsen tidak jelas yang belum terdaftar di BPOM. Biasanya krim pemutih tanpa kejelasan itu suka dijual di online shopping. Atau mungkin Anda sering mendengar krim pemutih racikan dokter? Entah apakah itu memang benar racikan dokter atau bukan.

Namun biasanya dokter kulit profesional tidak akan menjual krim pemutih secara bebas. Ada prosedur tersendiri, seperti pasien harus berkonsultasi dahulu untuk mendapatkan krim dari dokter kulit. Untuk krim pemutih yang tidak jelas itu, Anda harus waspada. Pada umumnya krim pemutih tanpa merek atau yang tidak terdaftar di BPOM berpotensi besar memiliki kandungan yang berbahaya.

Konsultasi ke Dokter

Cara paling aman untuk mendapatkan krim pemutih yang tepat adalah berkonsultasi ke dokter kulit. Dokter akan memeriksa jenis kulit dan mengusulkan krim yang tepat untuk Anda.

Berhati-hatilah dalam memilih krim pemutih karena semua bahan yang terkandung di dalamnya akan diserap langsung oleh kulit. Yang pasti, pilih krim pemutih yang telah terdaftar di BPOM agar Anda terhindar dari bahan-bahan berbahaya.