Menanti Vaksin Pencegah Demam Berdarah Dengue

Vaksin untuk mencegah DBD diharapkan siap pada 2015.

Beberapa jenis vaksin DBD sedang dalam tahap pengembangan di beberapa negara. Setelah dinyatakan lulus uji klinis, vaksin yang terlisensi diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu metode pencegahan DBD.

Menanti Vaksin Pencegah Demam Berdarah Dengue-Alodokter

Endemi Demam Berdarah

DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh salah satu dari empat tipe virus dengue. Penyakit ini ditandai demam tinggi yang muncul pada tiga hari hingga dua pekan setelah gigitan. Sekitar 75 persen penduduk dunia yang paling berisiko mengidap penyakit ini bermukim di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Pada 2013, Angka Kesakitan atau Incidence Rate (IR) DBD di Indonesia mencapai 41,25 per 100.000 penduduk. Pada kondisi yang lebih parah, DBD membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada tahun 2013, Laju Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) DBD di Indonesia adalah 0,7 persen dari total penderita.

Saat ini belum ada vaksin yang lolos uji sepenuhnya untuk mencegah dengue, begitu juga pengobatan secara khusus untuk membasmi virus dengue. Orang yang mengalami DBD hanya menjalani pengobatan secara suportif yaitu sebatas menangani gejala demi gejala, seperti menurunkan demam, istirahat total, serta meningkatkan asupan cairan.

Perkembangan Vaksin DBD

Meski saat ini belum ada yang terlisensi, namun vaksin dengue telah mulai dikembangkan sejak era 1940-an dan baru mengalami perkembangan pesat pada satu dekade terakhir. Pengembangan ini telah mendatangkan beberapa penemuan menjanjikan yang diharapkan dapat mengurangi kasus DBD, terutama di negara-negara endemi, seperti Indonesia.

Umumnya sebuah vaksin baru dapat resmi digunakan setelah bertahun-tahun melalui empat tahap: satu tahap praklinis dan tiga tahap uji klinis untuk membuktikan keefektifan dan keamanannya. Saat ini beberapa lembaga di berbagai negara sedang mengembangkan vaksin dengue versi mereka masing-masing yang sedang diuji dalam tahap-tahap berbeda. Vaksin ini baru dinyatakan lulus uji dan akan disertifikasi setelah terbukti cukup efektif mencegah DBD dan tidak mendatangkan risiko yang membahayakan pasien.

Salah satu jenis vaksin dengue yang paling umum adalah dalam bentuk virus dengue yang telah dilemahkan. Vaksin berisi virus yang sudah dilemahkan ini bermanfaat membangkitkan kekebalan tubuh manusia tanpa menyebabkan penyakit. Maka jika seseorang telah menerima vaksin ini dan suatu hari digigit nyamuk demam berdarah, kekebalan tubuhnya yang sudah aktif dapat segera menangkal virus dengue yang masuk.

Tantangan yang dihadapi adalah karena DBD dapat disebabkan oleh empat jenis virus berbeda (DEN1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4), maka diperlukan vaksin yang dapat secara efektif mencegah infeksi keempat tipe tersebut, atau disebut vaksin tetravalen. Sejauh ini World Health Organization (WHO) mencatat sebuah vaksin tetravalen produksi Sanofi-Pasteur yang layak untuk menjalani tahap uji klinis ketiga atau terakhir. Ini berarti bahwa vaksin tersebut telah terbukti dapat membangkitkan kekebalan yang melindungi tubuh dari virus dengue dengan efek samping minimal. Vaksin ini diharapkan akan siap pada tahun 2015 dan jika lulus uji, akan diusahakan dipercepat untuk dilisensi.

Jika sudah tersedia, vaksin DBD sebaiknya tidak hanya menjadi satu-satunya cara untuk mencegah seseorang terjangkit penyakit ini. Langkah pencegahan seperti menghindari diri dari gigitan nyamuk sebaiknya tetap dilakukan untuk berjaga-jaga.