Menciptakan Rumah yang Lebih Aman untuk Lansia

Sekitar 30 persen orang lanjut usia (lansia) mengalami cedera di rumah.

Penglihatan, pendengaran, dan kepadatan tulang yang berkurang, serta penyakit tertentu yang diidap membuat orang-orang lansia membutuhkan pengondisian isi rumah yang lebih bisa meminimalisasi risiko terjadinya cedera.

Menciptakan Rumah yang Lebih Aman untuk Lansia-Alodokter

Mencegah Jatuh

Orang-orang lansia umumnya mengalami osteoporosis atau kondisi menurunnya kepadatan tulang yang membuat mereka perlu sangat berhati-hati agar tidak jatuh. Dengan membuat perubahan pada hal-hal tertentu di rumah, risiko jatuh dapat diminimalkan.

Kamar mandi

Lantai dan bak mandi yang licin menjadikan kamar mandi suatu area di mana lansia paling sering terjatuh. Berikut hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.

  • Pasang pegangan pada dinding kamar mandi, terutama pada sisi pancuran, toilet, serta bak mandi untuk berendam. Pegangan bisa memudahkan lansia untuk masuk dan keluar dari bak mandi, dan mengurangi risiko tergelincir.
  • Tempat duduk di bawah pancuran membuat lansia yang tidak kuat berdiri lama dapat mandi sambil duduk. Pastikan kaki tempat duduk tidak mudah bergeser di atas lantai licin.
  • Tempatkan alas kaki karet antiselip pada lantai kamar mandi.

Ruang keluarga dan kamar tidur

Ruang keluarga dan kamar tidur adalah area tempat terdapat banyak benda yang dapat menyebabkan lansia terjatuh. Atur ulang ruangan ini dengan panduan berikut.

  • Rapikan dan tutup kabel-kabel yang membentang menjadi satu, menempel ke tembok. Lebih baik lagi, gunakan sesedikit mungkin perangkat listrik berkabel seperti beralih dari telepon rumah ke telepon genggam atau telepon rumah wireless.
  • Minimalisasi tumpukan koran, buku, kardus, pakaian, terutama yang mudah roboh, sehingga ada lebih banyak area untuk bergerak.
  • Ganti warna ubin tertentu dengan warna berbeda yang menyolok untuk menandai anak tangga terakhir atau pertama serta perpindahan dari pintu satu ruangan ke ruangan lain.
  • Minimalisasi penggunaan karpet karena justru dapat membuat terpeleset.
  • Tempatkan benda-benda yang sering dibutuhkan terjangkau oleh tangan, sehingga tidak perlu membuat lansia membungkuk, jongkok, menaiki kursi atau tangga untuk mengambilnya.
  • Atur ulang furnitur agar merapat ke dinding sehingga mengurangi risiko terantuk kaki meja atau kursi.
  • Tempatkan bantal ekstra pada kursi dan sofa untuk memudahkan lansia duduk dan berdiri.
  • Ganti lampu dengan yang lebih terang sehingga lansia mendapat pencahayaan yang sesuai dan tidak mudah terantuk.
  • Selain pencahayaan yang baik, sebaiknya tempatkan pegangan pada kedua sisi tangga. Juga bersihkan tangga dari barang-barang yang dapat memperbesar risiko terjatuh.
  • Biarkan lampu di beberapa ruangan menyala di malam hari seperti lampu kamar mandi.
  • Selain di dalam rumah, lansia memerlukan halaman dan taman di sekitar rumah yang aman. Pastikan jalan setapak di sekitar rumah tidak licin dan terdapat tempat yang nyaman untuk duduk.

Dengan pengondisian ulang isi rumah, lansia dapat terhindar dari jatuh dan lebih nyaman beraktivitas di rumah.

Menyiasati Pikun dan Menurunnya Penglihatan

Pikun umumnya adalah salah satu gejala awal demensia atau sindrom penurunan fungsi otak yang tidak jarang dialami oleh para lansia. Selain pikun, penglihatan yang makin tidak akurat juga membuat lansia memerlukan perhatian khusus. Terdapat cara-cara tertentu yang dapat diterapkan di rumah agar mereka dapat hidup dengan nyaman.

  • Kondisikan televisi dapat mati secara otomatis pada jam tertentu sehingga orang lansia dengan demensia tidak akan terganggu suara bising saat tertidur.
  • Mengontraskan warna dinding dengan warna lantai, pintu, dan furnitur dapat membantu lansia dengan demensia dan gangguan penglihatan untuk memperjelas perspektifnya terhadap ruang di sekitarnya.
  • Beri label yang ditempatkan pada pintu serta tempat-tempat penyimpanan seperti lemari dan laci dapat membantu lansia untuk menemukan ruangan atau barang yang dicarinya dengan cepat. Misalnya gambar toilet pada pintu kamar mandi, gambar cangkir pada almari dapur, atau tulisan “gunting” pada laci meja. Jika memungkinkan, almari dengan kaca yang transparan juga dapat memudahkannya menemukan barang.
  • Selain pencahayaan cukup, penglihatan yang makin tidak jelas dapat disiasati dengan menempatkan perabot seperti jam digital dengan angka besar atau telepon dengan tombol angka yang besar.

Dengan mengenali kebutuhan spesifik tiap lansia, Anda dapat membantu mereka hidup sehat dan bahagia dengan risiko cedera yang lebih minimal.