Mencukur Rambut Bayi Membuat Lebih Tebal, Mitos atau Fakta?

Sebagian orangtua khawatir dengan pertumbuhan rambut Si Kecil yang tipis. Banyak yang kemudian percaya mencukur habis rambut Si Kecil akan membuat rambut tumbuh lebih tebal. Benarkah anggapan tersebut atau hanya mitos saja?

Saat bayi lahir tidak ada yang tahu bagaimana jenis rambutnya. Apakah bayi memiliki jenis rambut yang tipis, tebal, atau bahkan tidak mempunyai rambut sama sekali. Namun, banyak orangtua yang mendambakan rambut anaknya tebal dan kuat.

Perubahan Volume Rambut pada Bayi

Umumnya rambut bayi akan mengalami perubahan hingga usia satu tahun. Mungkin saja saat lahir bayi memiliki rambut yang lebat dan tebal, tapi beberapa bulan kemudian akan rontok dan menjadi tipis. Hal itu bisa disebabkan oleh faktor hormonal. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi adalah posisi bayi yang lebih banyak telentang, sehingga menyebabkan gesekan kepala dengan kasur yang mengakibatkan kerontokan pada area kepala bagian belakang.

Namun tidak perlu khawatir, kerontokan rambut tersebut akan berkurang dengan sendirinya ketika umur bayi bertambah dan banyak aktivitas yang dilakukan. Rambut bayi biasanya akan tumbuh kembali sekitar usia enam bulan, meski sebagian bayi baru akan tumbuh rambut dengan lebih tebal pada usia tiga tahun atau lebih.

Hingga sekarang tidak sedikit orangtua yang masih mempercayai anggapan rambut Si Kecil akan tumbuh tebal setelah dicukur habis. Sayangnya anggapan seperti itu hanya mitos belaka dan tidak benar, karena sampai saat ini belum ada bukti kuat yang mendukung hal tersebut.

Perlu diketahui tekstur, warna, dan pola pertumbuhan rambut bayi tidaklah tergantung dari proses pencukuran rambutnya. Jenis rambut yang dimiliki Si kecil tergantung dari faktor genetik, etnis, dan hormon.

Merangsang Pertumbuhan Rambut Bayi

Untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut bayi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, memberi air susu ibu (ASI) eksklusif dengan pola makan ibu yang sehat dan seimbang.

Kemudian setelah bayi memperoleh makanan pendamping ASI, pastikan banyak mengandung vitamin dan mineral. Selain bermanfaat bagi pertumbuhan rambut, juga akan mendukung tumbuh kembangnya secara keseluruhan.

Memijat kulit kepala juga dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan rambut bayi. Pijatlah kepalanya dengan lembut dan perlahan menggunakan minyak zaitun atau baby oil. Pijatan dapat merangsang sirkulasi darah di kulit kepala untuk memberikan nutrisi pada akar rambut.

Tips Memelihara Kesehatan Rambut Bayi

Apapun jenis rambut yang dimiliki oleh Si Kecil, hal yang terpenting adalah memperhatikan kebersihan dan kesehatan rambutnya. Berikut cara mencegah rambut bayi agar tidak menjadi kering dan rusak:

• Keramas sesuai kebutuhan

Bayi yang berusia di bawah 6 bulan biasanya belum mengeluarkan banyak minyak di kulit kepalanya, sehingga tidak perlu keramas setiap hari, cukup satu kali dalam seminggu. Ketika umurnya sudah bertambah, keramasi rambutnya lebih sering lagi sesuai dengan kebutuhan atau saat rambutnya agak berminyak.

Sedangkan bagi Si Kecil yang rambutnya belum tumbuh, tetap disarankan mengeramasinya menggunakan sampo untuk menghindari kulit kepala bayi yang dapat berminyak dan muncul kerak kepala (cradle cap). Meski demikian, jangan terlalu sering mengeramasi bayi agar kulit kepalanya tidak menjadi terlalu kering dan membuatnya merasa gatal.

• Mencegah rambut kusut

Biasanya jika rambut Si Kecil lebat dan ikal, akan cenderung mudah kusut. Untuk menghindarinya, setelah keramas dapat diberikan kondisioner dengan formulasi yang ramah untuk bayi. Jangan lupa untuk merapikan rambutnya terlebih dahulu menggunakan sisir yang lembut sebelum membilas kondisioner.

• Hindari aksesoris berlebihan

Biasanya ibu akan gemas melihat rambut bayi perempuan dihiasi berbagai aksesoris. Namun hati-hati ya dalam menggunakan aksesoris tersebut. Misalnya, penggunaan jepit rambut atau aksesoris rambut lainnya yang mungkin tajam atau berpotensi melukai bayi saat dikenakan. Selain itu juga hindari menguncir rambut bayi, karena kunciran yang terlalu erat dapat membuat rambut rontok. Sebaiknya hal tersebut baru dilakukan setelah menginjak usia balita.

Apapun jenis rambut Si Kecil, baik lurus atau keriting, tidak perlu khawatir dengan ketebalan rambutnya. Hal yang terpenting adalah memerhatikan kebersihan dan kesehatan rambut Si Kecil yah.