Mendeteksi Kanker Sejak Dini

Beberapa jenis kanker dapat dideteksi sebelum Anda merasakan gejala apapun.

Pemeriksaan awal membuat ketidaknormalan sel yang berisiko kanker atau telah bersifat kanker dapat dideteksi dan ditangani secepatnya, sehingga mengurangi risiko penyebaran kanker dan kematian.

Doctor With Patient Getting Mammogram X-ray Test

Pemeriksaan Awal terhadap Beberapa Jenis Kanker

Pemeriksaan awal adalah cara untuk mengenali keberadaan penyakit sebelum penderita mengalami gejala-gejala penyakit tersebut. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit kanker tertentu. Meski demikian, tidak semua jenis kanker dapat diperiksa dan dideteksi pada stadium awal.

Beberapa tes hanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan risiko genetis khusus.

Usia, riwayat penyakit tertentu dalam keluarga, serta riwayat kesehatan Anda sendiri akan menjadi faktor penentu tes mana yang sebaiknya diambil.

Berikut ini adalah beberapa jenis kanker beserta tes dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.

Kanker Payudara

Pemeriksaan:

  • Memeriksa fisik payudara sendiri untuk mendeteksi apakah ada perubahan pada payudara seperti adanya benjolan, perubahan pada puting atau pada kulit payudara.
  • Mamogram: pemeriksaan X-ray yang digunakan untuk memperlihatkan penampakan jaringan pada payudara.

Disarankan bagi:

  • Perempuan yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengidap kanker payudara atau kanker ovarium.
  • Wanita berusia di atas 47 tahun yang sudah memasuki masa menopause sebaiknya memeriksakan diri sekali dalam tiga tahun.
Kanker Leher Rahim/Serviks

Pemeriksaan:

Disarankan bagi:

  • Wanita berusia 25 tahun ke atas, terutama yang sudah melakukan aktivitas seksual secara aktif. Untuk wanita berusia di antara 25-49 tahun, pap smear sebaiknya dilakukan tiga tahun sekali. Sementara untuk wanita berusia di atas 49 tahun, tes ini sebaiknya dilakukan lima tahun sekali.
  • Untuk wanita berusia 65 tahun ke atas hanya perlu melakukan tes ini jika beberapa hasil tes terakhir tidak normal atau belum pernah menjalani tes sejak umur 50 tahun.
Kanker Usus

Pemeriksaan:

  • Fecal occult blood test (FOBT) atau tes okultisme darah tinja. Tes ini dilakukan untuk memeriksa jika dalam kotoran ada darah yang disebabkan oleh kanker usus.  Tes ini dilakukan dua tahun sekali.
  • Tes sigmoidoskopi hanya dilakukan sekali saja.

Disarankan bagi:

  • Tes FOBT untuk orang berusia di antara 60-75 tahun
  • Tes sigmoidoskopi dilakukan saat orang menginjak usia 55 tahun.
Kanker Prostat

Pada umumnya, keputusan untuk memeriksa keberadaan kanker prostat dan frekuensi pemeriksaannya berada di tangan pasien sepenuhnya. Belum ada bentuk rekomendasi yang bersifat universal mengenai pemeriksaan ini. Keputusan untuk memeriksa akan didasarkan kepada riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.

Pemeriksaan:

  • Tes terhadap Prostate Specific Antigen (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi oleh jaringan kanker prostat. Tapi hasil PSA yang tinggi tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat dan tidak setiap kasus kanker prostat menunjukkan hasil PSA yang tinggi.

Disarankan bagi:

  • Pria yang berusia antara 40-75 tahun.
  • Orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker prostat.
Kanker Paru-paru

Pemeriksaan:

  • CT-scan spiral dosis rendah.

Disarankan bagi:

  • Orang berumur antara 55-74 tahun yang sedang aktif merokok atau yang berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir.
  • Orang berumur antara 55-74 tahun yang memiliki 30 ‘smoking pack years’. Cara menghitung smoking pack years adalah mengalikan jumlah batang rokok per hari dengan jumlah tahun merokok kemudian dibagi 20.  Misalnya, orang yang merokok sebanyak 10 batang rokok per hari selama 20 tahun, berarti mempunyai 10x20/20 = 10 smoking pack years.
  • Orang yang berprofesi di bidang industri yang rentan terpapar bahan kimia asbestos.
Kanker Hati

Pemeriksaan:

  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi tingkat alfaprotein (AFP) dalam darah dua kali setahun.
  • Ultrasound scan dua kali setahun untuk memeriksa jika ada pertumbuhan kanker.

Disarankan bagi:

  • Orang yang kecanduan minuman keras selama bertahun-tahun.
  • Orang yang mengidap hepatitis B dan C.
  • Orang yang mengidap penyakit hemakromatosis.