Mengatasi Kencing Sakit setelah Berhubungan Intim

Kencing sakit dapat disebabkan oleh berbagai sebab. Salah satunya disebabkan karena radang akibat berhubungan intim. Kencing sakit merupakan istilah untuk menjelaskan ketidaknyamanan saat membuang air urine.

Saluran kemih terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter dan ginjal. Ureter merupakan saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Sedangkan uretra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Peradangan pada organ-organ tadi dapat menyebabkan gejala kencing sakit.

urinating pain after intercourse_compress

Ketahui Penyebab dan Gejala Kencing Sakit setelah Berhubungan Intim

Kencing sakit setelah berhubungan intim merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau urinary tract infection (UTI). Selain terasa sakit ketika membuang urine, penderita ISK juga dapat mengalami gejala kram perut bagian bawah dan nyeri pinggang. Penyakit menular seksual seperti gonore, herpes dan klamidia juga dapat menjadi penyebab kencing sakit. Selain itu, peradangan pada kandung kemih yang dikenal dengan istilah interstitial cystitis juga memiliki gejala serupa. Lokal trauma juga bisa dicurigai sebagai penyebab jika ada riwayat kontak seksual atau pemasangan kateter.

Kaum wanita dinilai sepuluh kali lebih rentan terkena ISK ketimbang pria. Hal ini dikarenakan uretra yang lebih pendek pada wanita dibandingkan pria dan posisinya yang lebih dekat dengan anus. Hal ini memperpendek jarak tempuh bakteri untuk menginfeksi organ-organ saluran kemih. Aktivitas seksual adalah risiko utama ISK pada wanita.

Hubungan intim dapat membawa bakteri masuk ke saluran kemih wanita. Adanya kontak langsung uretra (saluran kencing) dengan bakteri yang berasal dari alat kelamin dan anus ketika melakukan aktivitas seksual. Pada prosesnya, bakteri penyebab infeksi dapat masuk ke saluran kencing, uretra, atau ginjal.

Risiko infeksi saluran kemih akan meningkat pada wanita yang baru pertama kali berhubungan intim. Risiko infeksi juga bisa meningkat apabila aktivitas seksual wanita dilakukan dengan pasangan yang berbeda-beda. Penggunaan spermisida dan diafragma sebagai alat kontrol kehamilan atau alat kontrasepsi juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Untuk meredakan ISK dan mengembalikan kesehatan Anda, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter secara rutin. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk dikonsumsi selama seminggu atau lebih. Tanyakan kepada dokter juga mengenai waktu yang tepat untuk kembali berhubungan intim dengan pasangan. Hal ini demi menghindari rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual. Pada prinsipnya, tidak dianjurkan untuk berhubungan intim hingga gejala infeksi saluran kemih reda setidaknya dua minggu dan telah meminum antibiotik yang diresepkan hingga habis.

Cegah dan Atasi Kencing Sakit setelah Berhubungan Intim

Sejumlah cara bisa dilakukan demi mencegah terjadinya kencing sakit setelah berhubungan intim, yaitu:
  • Menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual dengan pasangan. Penggunaan kondom dapat memberi perlindungan ekstra terhadap risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS). Mulailah menjalani pola hidup yang sehat yang tidak hanya dari mengonsumsi makanan bernutrisi, tetapi dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual juga demi menghindari penyebaran penyakit menular seksual.
Berikut ini langkah-langkah yang dapat meminimalkan risiko pertumbuhan bakteri yang menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim, yaitu:
  • Membersihkan alat kelamin dan daerah di sekitar anus sebelum dan sesudah berhubungan intim.
  • Tetap terhidrasi dengan membiasakan minum air dalam porsi yang lebih banyak tiap hari.
  • Jangan menggunakan alat pengontrol kehamilan diafragma atau alat yang mengandung spermisida.
  • Utamakan untuk kencing sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
Metode pengobatan kencing sakit setelah berhubungan intim dapat dilakukan dengan cara pemberian obat-obatan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Selalu konsultasikan terlebih dulu kepada dokter demi mendapatkan resep obat dan hasil yang tepat.