Cara Menghilangkan Kantung Mata dan Lingkaran Hitam

Masalah kantung mata dan lingkaran hitam yang menyertainya dapat diatasi dengan beragam perawatan yang tepat. Perawatan bisa dilakukan di rumah dengan bahan-bahan alami, hingga melalui prosedur medis seperti laser, dermal filler (implan untuk memperbaiki penampilan di wajah), dan operasi kelopak mata.

Kantung mata atau dikenal juga dengan istilah mata panda kerap timbul seiring bertambahnya usia. Ketika jaringan dan otot yang menopang kelopak mata melemah. Umumnya hanya masalah kecantikan atau penampilan semata, dan jarang disebabkan oleh kondisi medis yang serius. Penampilan akan semakin mengganggu jika kantung mata disertai lingkaran di bawah mata, bengkak ringan, hingga kulit yang kendur dan keriput. Penuaan, kelelahan hingga kurang tidur menjadi penyebab utama masalah kantung mata dan lingkaran hitam di mata Anda.

mengatasi lingkaran hitam dan kantong mata - alodokter

Untuk menghilangkan kantung mata dengan efektif, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab munculnya kantung mata yang anda alami. Selain penuaan dan kelelahan, ada beragam faktor lain yang dapat memicu timbulnya kantung mata dan lingkaran hitam di mata Anda, antara lain:

  • Peningkatan melanin atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi akibat alergi.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Penurunan lemak di bawah mata karena masalah kulit.
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein dan tembakau yang menyebabkan kurang tidur.
  • Retensi cairan yang dikarenakan perubahan cuaca, kadar hormon, dan makanan asin.
  • Alergi atau dermatitis yang disertai bengkak, kemerahan, dan gatal.
  • Faktor keturunan.
  • Stres dan paparan sinar matahari.
  • Hidung tersumbat, anemia, hingga kehamilan.

Cara Menghilangkan Kantung Mata dan Lingkaran Hitam

Pada dasarnya masalah kantung mata dan lingkaran hitam di mata hanya masalah kecantikan yang tidak memerlukan perawatan yang spesifik. Perawatan di rumah dan pola hidup sehat dapat menjadi solusi tepat menghilangkan kantung mata, di antaranya:

  • Kompres mata. Kompres mata Anda dengan lap bersih yang telah dibasahi dengan air dingin. Kompres mata selama beberapa menit dengan sedikit memberi tekanan pada mata Anda. Anda bisa memanfaatkan kantung berisi teh hijau atau potongan mentimun sebagai kompres. Atau Anda bisa menggunakan masker gel mata yang kini banyak dijual di pasaran.
  • Perbaiki jam tidur Anda dengan waktu yang cukup yakni 7 hingga 8 jam sehari.
  • Posisi tidur dengan kepala sedikit terangkat akan membantu mengatasi masalah kantung mata Anda. Tidurlah dengan bantal tambahan untuk menopang kepala. Cara menghilangkan kantung mata ini membantu mencegah cairan menumpuk di sekitar mata saat Anda tidur.
  • Hindari minuman beralkohol dan berkafein, karena dapat menyebabkan dehidrasi ringan, mengganggu jam tidur, dan membuat kantung mata serta lingkaran hitam nampak lebih jelas.
  • Asupan cairan yang cukup dapat menghindarkan Anda dari dehidrasi dan membantu mencegah kantung mata. Agar terhindar dari retensi cairan, Anda dapat mengurangi asupan makanan olahan asin atau yang mengandung banyak garam.
  • Pastikan Anda banyak minum air putih, setidaknya 8 gelas setiap hari, agar kulit Anda tetap sehat dan lembap.
  • Asupan kalium juga dapat membantu mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh yang dapat memicu munculnya kantung mata. Adapun sumber makanan yang mengandung kalium antara lain pisang, kacang, yoghurt, dan sayuran hijau.
  • Gunakan krim mata yang mengandung chamomile, mentimun, atau arnica yang berkhasiat membantu mengurangi peradangan dan mengencangkan kulit.

Perawatan Lain Berdasarkan Penyebab Timbulnya Kantung Mata

  • Obat alergi. Jika kondisi di mata Anda disebabkan oleh alergi, maka cara menghilangkan kantung mata dan lingkaran hitam adalah dengan menghindari penyebab alergi dan mengonsumsi obat alergi yang tersedia di apotik atau atas menggunakan resep dokter.
  • Dermal filler. Perawatan dermal filler di dokter kulit ini bisa menjadi solusi bagi masalah kantung mata yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rusak, serta kehilangan jaringan lemak di area mata Anda.
  • Perawatan laser dan vitamin K. Perawatan laser bisa mengurangi tampilan lingkaran hitam akibat pembuluh darah yang pecah. Produk perawatan kulit yang mengandung vitamin K juga bisa membantu menghilangkan kantung mata dan lingkaran hitam di bawah mata Anda.
  • Krim pemutih. Perawatan ini bisa jadi solusi jika kantung mata dan lingkaran hitam Anda disebabkan oleh terlalu banyaknya melanin atau menderita hiperpigmentasi. Biasanya, dokter kulit akan meresepkan krim yang mengandung zat pencerah seperti retinol, hydroquinone, asam kojic, teh hijau, vitamin C, atau kedelai.
  • Tabir Surya SPF 30. Hindari paparan sinar matahari dan gunakan tabir surya setiap hari dengan SPF 30. Concealer dengan satu warna lebih terang dari warna kulit Anda dapat membantu menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata. Disarankan untuk menggunakan concealer dengan SPF 15 atau lebih. Jika kulit Anda cenderung berminyak atau berjerawat, gunakan concealer bebas minyak.

Operasi Kelopak Mata Untuk Menghilangkan Masalah Kantung Mata

Jika masalah kantung mata dan lingkaran hitam Anda tidak kunjung hilang dan bahkan bertambah bengkak parah, dan ketika perubahan gaya hidup atau pengobatan lainnya tidak bekerja, Anda dapat mempertimbangkan untuk operasi kelopak mata atau blepharoplasty. Dokter akan mengeluarkan kelebihan lemak, otot, dan kulit di kelopak mata Anda.

Selain menghilangkan kantung mata, blepharoplasty juga dapat memperbaiki kelopak mata yang bengkak, serta mengurangi kelebihan kulit kelopak mata bagian atas dan bawah yang dapat mengganggu penglihatan. Namun, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan operasi ini, mengingat risiko yang bisa ditimbulkan seperti infeksi, mata kering, masalah penglihatan hingga perubahan posisi kelopak mata.

Masalah kantung mata dan lingkaran hitam umumnya bukan pertanda kondisi medis yang serius. Selamat mencoba cara menghilangkan kantung mata di atas. Namun, Anda harus menghubungi dokter jika mengalami iritasi mata dan mata bengkak yang parah dan berlangsung cukup lama, serta gejala lain yang memengaruhi bagian tubuh lainnya. Pasalnya, gejala penyerta tersebut bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius seperti konjungtivitis, blefaritis atau peradangan kelopak mata, ptosis atau kelopak mata yang terkulai, selulitis, infeksi kulit, hingga penyakit tiroid.

 

Sponsored by: