Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Biasa Terjadi

Konjungtivitis, bintitan, selulitis, dan saluran air mata tersumbat merupakan beberapa macam sakit mata pada anak yang biasa terjadi, berikut cara menyembuhkannya.

Ada banyak penyakit dan kondisi mata yang dapat memengaruhi penglihatan Si Kecil. Pengobatan yang dini pun sangat penting untuk menjaga kesehatan mata anak Bunda. Di bawah ini ada empat jenis sakit mata pada anak yang biasanya terjadi.

Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Biasa Terjadi - alodokter

Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva, yaitu membran bening yang menutupi bagian putih mata dan permukaan kelopak mata bagian dalam. Penyebabnya antara lain karena virus, bakteri, alergi, terkena bahan-bahan tertentu (klorin, sabun), hingga kemasukan debu atau asap.

Sakit mata pada anak yang sangat rentan menyerang bayi ini bisa menyebar dengan cepat, serta membuat bagian putih mata berubah warna menjadi sangat merah. Meski biasanya tidak menyebabkan sakit mata atau kerusakan penglihatan jangka panjang, konjungtivitis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius jika tidak diobati.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter mata atau rumah sakit terdekat jika matanya menjadi merah. Apalagi jika disertai dengan demam, mata bengkak, dan nyeri di kelopak mata, serta di sekitar mata. Jika kondisi ini disebabkan oleh bakteri atau tidak membaik setelah 2-3 hari, antibiotik tetes bisa diberikan untuk mengatasinya.. Agar anak merasa nyaman, Anda bisa mengompres bagian matanya dengan air hangat atau dingin.

Bintitan

Tak hanya orang dewasa, benjolan kecil yang tumbuh di dalam atau di luar kelopak mata ini juga bisa terjadi pada anak kecil. Bintitan atau timbilan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus di folikel bulu mata, kelenjar sebaceous, dan kelenjar aprokin. Selain itu, kondisi ini bisa juga karena infeksi atau sumbatan kelenjar meibom di kelopak mata.

Untungnya, salah satu penyebab sakit mata pada anak ini sering kali bisa sembuh dan kempes sendiri dalam waktu 1-3 minggu tanpa pengobatan apa pun. Sambil menunggu bintitan menciut, Bunda dan Ayah bisa membantu meringankan gejala sakit mata Si Kecil dengan mengompres benjolan menggunakan air hangat selama 5-10 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Dan ingatkan Si Kecil untuk tidak memencet-mencet timbilan di matanya.

Apabila sakit mata pada anak tidak mereda dalam beberapa minggu, benjolan bintitan mengganggu penglihatan Si Kecil, dan bintitan sering muncul kembali, jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter mata. Meskipun jarang, Anda juga harus mewaspadai beberapa komplikasi dari bintitin seperti kalazion maupun selulitis di sekitar kelopak mata yang dapat menyerang Anak.

Orbital cellulitis atau preseptal cellulitis

Selulitis preseptal dan orbital merupakan infeksi kelopak mata yang membuat jaringan di sekitar mata tampak merah, nyeri, dan bengkak hingga membuat mata tertutup. Jika serius, sakit mata pada anak ini bisa membuat Si Kecil demam, penglihatannya menurun, dan bola mata tidak bisa digerakkan. Oleh karena itu, selulitis termasuk dalam kondisi serius yang memerlukan perawatan medis mendesak.

Blocked tear duct

Sakit mata pada anak yang satu ini terjadi ketika saluran air mata tersumbat sebagian atau seluruhnya. Akibatnya, air mata tidak dapat keluar dengan normal hingga menyebabkan mata menjadi berair, terkena iritasi, atau infeksi kronis. Si Kecil dapat lahir dengan kondisi saluran air mata terblokir, tapi hal ini biasanya akan sembuh sendiri dalam tahun pertamanya. Untuk membantu membuka saluran air mata Si Kecil, Bunda bisa memijat daerah matanya sebanyak 2-3 kali sehari menggunakan jari yang sudah dibersihkan. Caranya dengan mengusap-usap daerah mata dari sudut dalam mata ke arah hidung. Namun, ada baiknya jika Bunda juga meminta bantuan dari dokter mata untuk mengobati kondisi pada mata Si Kecil ini.

Empat jenis sakit mata pada anak di atas memang dianggap umum terjadi pada anak, namun jangan sampai kesehatan penglihatan Si Kecil dipertaruhkan hanya karena Bunda atau Ayah mengganggapnya sepele. Sekecil apa pun kondisi atau penyakit Si Kecil, disarankan untuk segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat.