Mengenal dan Menangani Dermatitis Numularis yang Sering Dikira Kurap

Dermatitis numularis atau dikenal juga dengan sebutan eksim diskoid atau dermatitis diskoid adalah kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, bengkak, gatal, serta memiliki bercak melingkar.

Kondisi yang lebih sering dialami pria dibanding wanita, terutama di usia 55-65 tahun ini, mulanya ditandai dengan munculnya bintik merah pada kulit yang kemudian dapat menyatu dan membentuk bercak merah, cokelat, atau merah muda. Bercak dapat berjumlah lebih dari satu, berukuran beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Tanda khas pada penyakit ini adalah bercak yang berbentuk lonjong atau lingkaran mirip koin (coin shaped).

Nummular dermatitis-alodokter

 

Bercak ini paling sering terbentuk pada bagian lengan, kaki, tangan, dan torso (batang tubuh). Bercak yang baru terbentuk ini umumnya akan terasa gatal terutama di malam hari, membengkak, dan berisi cairan. Namun, bercak ini sering disangka sebagai kurap karena bagian tengahnya bisa tampak bersih menyerupai bentuk donat.

Lama kelamaan bercak ini akan mengering dan retak. Kurap disebabkan oleh infeksi jamur, sedangkan dermatitis numularis adalah kondisi radang pada kulit akibat berbagai faktor. Terkadang karena tampakan bercak pada kedua penyakit ini begitu mirip, dokter akan melakukan pemeriksaan kerokan kulit kemudian melihat sampel kerokan kulit di mikroskop untuk menentukan apakan bercak disebabkan oleh kurap atau bukan.

Penyebab dermatitis numularis tidak diketahui secara pasti. Tetapi penelitian menemukan bahwa risiko dermatitis numularis meningkat pada orang yang sering mandi dengan air yang terlalu panas ataupun yang tinggal di daerah beriklim dingin dan kering. Juga pada mereka yang memiliki kulit yang sangat kering (xerosis), mengalami gangguan pada kulit seperti gigitan serangga, aliran darah pada kaki tidak lancar, mengalami infeksi kulit akibat bakteri, atau pun mengalami eksim jenis lain. Kondisi ini juga lebih berisiko terjadi pada orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti isotretinoin dan interferon.

Waspada Tanda Infeksi

Bercak yang dikenal sebagai dermatitis numularis ini dapat menjadi terinfeksi, dimulai dengan tanda-tanda antara lain:

  • Tubuh menggigil dan terasa sakit atau lemas.
  • Bercak mengeluarkan banyak cairan atau bernanah.
  • Kulit di sekitar bercak menjadi keras, merah, hangat, bengkak, dan terasa sakit.
  • Sekeliling bercak muncul kerak kuning.

Segera periksakan diri ke dokter jika dermatitis numularis mulai terbentuk, terutama jika telah terinfeksi dan menunjukkan gejala-gejala di atas.

Agar Tidak Berkepanjangan

Selain mengikuti petunjuk dokter, ada beberapa hal yang dapat dilakukan secara mandiri untuk meringankan gejala dermatitis numularis dan mencegah infeksi:

  • Walau terasa gatal, tapi hindari menggaruk bercak untuk mencegah infeksi. Memotong kuku dan menjaga kebersihan tangan juga dapat membantu jika tiba-tiba Anda menggaruk bercak tersebut. Kerusakan kulit akibat garukan atau luka dapat memperberat penyakit ini.
  • Hindari menggunakan sabun dengan bahan iritan yang dapat merusak kulit. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan sabun dengan kandungan pelembap atau emolien yang lembut.
  • Lindungi area kulit yang terdampak agar tidak terluka, contohnya dengan menggunakan pakaian atau celana panjang, atau pun sarung tangan.
  • Mandi tiap hari dengan air suam-suam kuku dan gunakan pelembap atau emolien setelah mandi untuk menjaga kelembapannya.

Jika sudah terdapat infeksi, dokter mungkin akan memberikan krim atau salep antibiotik, antibiotik oral, atau juga dapat merujuk Anda ke dokter spesialis kulit untuk memastikan diagnosis. Selain antibiotik, dokter juga dapat memberikan obat-obatan lain untuk meringankan gejala seperti salep atau tablet kortikosteroid, sabun dengan kandungan yang lembut bagi kulit, antihistamin untuk meringankan gatal-gatal, dan juga emolien, yaitu pelembap yang dioleskan pada kulit untuk melindungi dan menjaga kelembapan kulit.

Jika dokter menyarankan pemakaian pelembap dan juga obat salep seperti kortikosteroid untuk menangani gejala, Anda mungkin bingung bagaimana cara memakai keduanya. Idealnya, Anda dapat menggunakan pelembap dulu untuk melembapkan kulit, dan diamkan selama sekitar 30 menit. Setelah itu, gunakan salep obat kortikosteroid yang diresepkan dokter dan oleskan menyeluruh pada bercak di kulit. Kadang, penggunaan salep kortikosteroid akan memiliki efek samping berupa kulit menipis, timbul jerawat, dan perubahan warna kulit. Pada kondisi eksim berat, atau gejala radang pada kulit yang luas, dokter mungkin akan memberikan kortikosteroid oral. Anda  perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat kortikosteroid oral untuk jangka panjang jika Anda menderita diabetes, hipertensi, gangguan hormonal, atau osteoporosis.

Terapi alternatif atau obat herbal belum terbukti efektif secara klinis untuk mengobati dermatitis numularis. Jika obat-obatan sebelumnya sudah dicoba namun gejala tidak mereda atau kondisi ini sulit ditangani, dokter mungkin akan menyarankan fototerapi atau terapi sinar ultraviolet untuk mengobati dermatitis numularis.

Hal yang terpenting dalam menangani penyakit ini adalah menjaga kelembapan kulit dan mencari serta mencegah faktor pencetus yang menyebabkan gejala. Jika tidak segera ditangani, dermatitis numularis dapat terus hilang timbul dan bertahan dalam waktu lama hingga hitungan minggu, bulan, bahkan tahun.