Mengenal Derajat Luka Bakar dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Derajat luka bakar ditentukan berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh suhu yang panas. Hal ini penting untuk menentukan tindakan pengobatan dan perawatan sesuai kondisi pasien.

Luka bakar adalah kondisi kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh panas, bahan kimia, listrik, radiasi, cairan, uap panas, atau gas yang mudah terbakar. Dan penting bagi pasien atau pun dokter untuk mengetahui luas serta derajat luka bakar untuk menilai tingkat keparahan luka serta menentukan pengobatan dan perawatan luka selanjutnya.

Mengenal Derajat Luka Bakar dan Gejalanya

Ada beberapa penampakan pada luka bakar yang umum terjadi, antara lain kulit kemerahan, kulit melepuh, rasa nyeri atau sakit, kulit terkelupas, bengkak, kulit terlihat putih, atau bahkan hangus. Penampakan tersebut biasanya tergantung pada penyebab dan tingkat derajat luka bakar.

Derajat luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yakni tingkat 1, 2 dan 3. Setiap derajat luka bakar dinilai berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan yang diakibatkan pada kulit.

  • Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn). Yakni luka bakar yang hanya memengaruhi epidermis atau lapisan kulit luar saja. Secara klinis, tandanya berupa kulit yang tampak merah, kering, dan terasa sakit. Contohnya, luka bakar yang disebabkan oleh sinar matahari. Luka bakar tingkat satu ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan bisa sembuh dengan sendirinya.
  • Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn). Yakni luka bakar yang terjadi pada epidermis dan sebagian lapisan dermis kulit (lapisan kulit yang lebih dalam). Secara klinis, kulit akan tampak merah, lecet, melepuh, bengkak dan terasa sakit. Luka bakar tingkat dua ini bisa ditangani dengan beberapa metode pengobatan tanpa operasi atau bedah.
  • Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn). Kerusakan jaringan mengenai seluruh lapisan epidermis dan dermis, atau lebih dalam lagi. Secara klinis kulit tampak putih, kasar, namun juga dapat terlihat hangus, dan mati rasa. Operasi atau bedah menjadi pilihan utama untuk menangani luka bakar pada derajat ini.

Penentuan luka bakar juga dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni:

  • Luka bakar minor yang terdiri dari luka bakar tingkat pertama di bagian tubuh manapun, termasuk pula luka bakar tingkat dua yang lebarnya 5-7,5 cm.
  • Luka bakar mayor yang terdiri dari luka bakar tingkat 2 pada tangan, kaki, wajah, alat kelamin dan bagian tubuh lainnya dengan lebar luka lebih dari 5-7,5 cm. Derajat luka bakar tingkat 3 juga termasuk pada kelompok luka bakar mayor.

Dibandingkan dengan luka bakar tingkat pertama dan kedua, derajat luka bakar tingkat tiga lebih berisiko menimbulkan komplikasi seperti infeksi, kehilangan banyak darah, syok, bahkan menyebabkan kematian. Luka bakar yang parah juga dapat berisiko menyebabkan hipotermia dan hipovolemia (penurunan abnormal jumlah plasma darah).

Pengobatan dan Perawatan Berdasarkan Derajat Luka Bakar

Pengobatan luka bakar ditentukan berdasarkan jenis atau derajat luka bakar. Luka bakar tingkat pertama dapat ditangani dengan produk perawatan kulit, seperti krim lidah buaya, salep antibiotik, dan obat penghilang rasa sakit. Sedangkan luka bakar tingkat dua dapat diobati dengan krim antibiotik, salep, serta obat yang diresepkan dokter.

Adapun penanganan pada derajat luka bakar tingkat tiga bisa berupa tindakan bedah dan pencangkokan kulit. Luka bakar yang parah dan merusak sebagian besar jaringan tubuh memerlukan perawatan di rumah sakit, seperti antibiotik suntikan untuk mencegah infeksi, serta cairan infus untuk menggantikan cairan yang hilang saat kulit terbakar. Pasien dengan derajat luka bakar tingkat 3 juga mungkin memerlukan tindakan operasi, fisioterapi, rehabilitasi, atau bahkan perawatan seumur hidup.

Pastikan Anda tidak mengobati luka bakar dengan obat rumahan seperti es, pasta gigi, mentega, atau telur. Selain tidak efektif, cara tersebut bisa membuat luka bakar semakin parah. Hindari pula menempelkan bola kapas ke luka bakar, karena serat kecil kapas bisa menempel pada luka dan meningkatkan risiko infeksi. Jangan sekali-sekali melakukan pengobatan rumahan terhadap luka dengan derajat luka bakar tingkat tiga, pergilah ke dokter untuk mendapat penanganan intensif. Pasalnya, luka bakar parah membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin. Hal ini dapat membantu mencegah munculnya jaringan parut, terjadinya cacat tubuh, dan kelainan bentuk.

Referensi