Mengenal Dokter Gigi dan Kapan Saatnya Memeriksakan Gigi

Umumnya, penanganan masalah sakit gigi dapat ditangani dengan berobat ke dokter gigi. Namun, jika kasus yang dialami pasien merupakan kasus yang khusus dan tidak biasa, dokter gigi umum akan merujuk ke dokter gigi spesialis. Yuk, kenali beberapa kategori dokter gigi sesuai spesialisasinya.

Dokter gigi adalah seorang praktisi kesehatan atau dokter yang dilatih khusus dalam hal perawatan gigi. Pengawasan oleh dokter gigi sangat penting untuk memastikan perawatan gigi dan mulut yang aman dan efektif. Pasalnya, prosedur yang tampaknya rutin seperti pencabutan gigi, tambal gigi, dan pemberian anastesi dapat  berisiko komplikasi seperti infeksi, kerusakan saraf sementara atau bahkan permanen, perdarahan berkepanjangan, hematoma, dan nyeri.

Seorang calon dokter gigi harus mengikuti pendidikan khusus di fakultas kedokteran gigi selama kurang lebih 7 semester untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi. Kemudian, ia harus mengikuti masa magang di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya untuk mendapatkan gelar dokter gigi. Pendidikan dokter gigi spesialis dapat dilanjutkan setelah seseorang menyelesaikan pendidikan dokter gigi. Lama pendidikan dokter gigi spesialis adalah sekitar 5-10 semester, tergantung bidang spesialisasi yang diambil oleh dokter gigi tersebut.

Tugas seorang dokter gigi antara lain:

  • Mendiagnosis dan mengobati masalah pada gigi, gusi, dan bagian mulut pasien.
  • Memberikan saran dan instruksi tentang merawat gigi, gusi dan kesehatan mulut.
  • Menafsirkan hasil pemeriksaan tes diagnostik dan sinar X.
  • Memantau pertumbuhan dan perkembangan gigi dan gusi.
  • Melakukan prosedur bedah pada gigi, tulang dan jaringan lunak rongga mulut.

Dokter gigi biasanya bekerja dengan dibantu asisten. Tim ahli perawatan gigi dapat mencakup asisten dokter gigi, perawat gigi (dental hygienist), teknisi gigi, dan ahli terapi gigi. Perawatan yang dilakukan dokter gigi tidak hanya mencakup gigi dan gusi pasien, tetapi juga otot-otot kepala, leher, rahang, lidah, kelenjar ludah, sistem saraf kepala, dan daerah sekitarnya. Ketika dokter gigi memeriksa gigi dan gusi, mereka juga memeriksa benjolan, pembengkakan, perubahan warna, ulserasi, dan kelainan di sekitar gigi dan mulut pasien. Dokter gigi juga dapat melakukan prosedur penanganan terhadap pasien seperti biopsi, tes diagnostik untuk penyakit kronis atau infeksi, fungsi kelenjar ludah, dan tes skrining untuk kanker mulut. Selain itu, dokter gigi bisa melihat tanda-tanda peringatan dini di mulut yang mungkin mengindikasikan penyakit lain dalam tubuh.

Kategori Spesialisasi Dokter Gigi

Terdapat berbagai penyedia layanan kesehatan mulut yang menangani perawatan gigi, gusi, dan mulut, yang setiap kategori menangani permasalahan gigi yang berbeda-beda. Dokter gigi umum merupakan dokter gigi yang menangani masalah umum pada gigi yang mencakup tindakan pencegahan, diagnosis, pengobatan, perawatan gigi dan gusi, serta akar gigi. Perawatan yang dilakukan dokter gigi dapat mencakup penambalan gigi berlubang, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, veneer gigi, serta pembuatan gigi tiruan. Semua dokter gigi umum harus memiliki gelar drg (Dokter gigi). Gelar spesialis yang didapatkan selanjutnya akan bergantung pada jenis sekolah kedokteran gigi yang mereka ambil.

Dalam kasus masalah gigi tertentu, dokter gigi umum akan merujuk pasien ke dokter gigi spesialis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan masalah gigi dan mulut yang dialami. Ada pun spesialisasi dalam kedokteran gigi antara lain:

  • Endodontis atau Spesialis Konservasi Gigi. Edodontis adalah spesialis gigi yang menangani masalah penyakit saraf gigi. Tugas endodontis adalah mendiagnosis, mengobati, dan mencegah penyakit saraf gigi. Perawatan yang dilakukan dokter gigi spesialis ini adalah penambalan, perawatan saluran akar/endodontik, dan prosedur bedah akar gigi.
  • Spesialis Bedah Mulut. Dokter gigi yang mengambil spesialisasi di bidang ini akan menangani berbagai tindakan bedah pada mulut, rahang, dan wajah.
  • Ortodonti. Merujuk kepada dokter gigi yang memiliki spesialisasi  dalam perbaikan susunan dan kesejajaran gigi pasien. Metode utama mereka adalah penggunaan kawat gigi secara bertahap untuk memandu gigi supaya berada di posisi-posisi yang tepat.
  • Periodonti. Merupakan studi dan pengobatan terhadap kesehatan gusi dan gangguan yang menyertai seperti infeksi gusi (Periodontitis). Salah satu tindakan yang paling umum dilakukan di sini adalah peletakan cangkok (implan) gigi, yang ditanamkan melalui gusi ke dalam tulang rahang.
  • Dokter gigi anak/Pedodonti. Ilmu kedokteran gigi anak mempelajari pertumbuhan dan perkembangan gigi dan mulut anak yang sehat, kelainan dan penyakit gigi dan mulut pada anak, serta penanggulangannya.
  • Prosthodonsia. Ini merupakan sub-spesialisasi yang cakupannya begitu luas, di mana banyak dari metode perawatannya yang spesifik dikenal sebagai salah satu perawatan gigi yang paling dicari. Prosthodonsia merujuk kepada pemasangan gigi tiruan dan penahan untuk gigi palsu.

Gejala dan Masalah Gigi yang Butuh Penanganan Dokter Gigi

Anda dapat mulai menemui atau berkonsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Terutama ketika terjadi masalah pada gigi, gusi dan mulut Anda, berikut gejala-gejala yang memerlukan penanganan dokter gigi:

  • Rasa nyeri di gigi. Sakit gigi biasanya merupakan sebuah tanda terjadinya gigi berlubang atau infeksi, dan terjadi pembengkakan. Apabila rasa sakit dibarengi peradangan dan demam, atau apabila nanah dan cairan muncul dari daerah gigi yang sakit, sangat penting bagi pasien untuk segera memperoleh pengobatan.
  • Radang gusi. Radang gusi bisa jadi menandakan terjadinya infeksi, pembengkakan gigi, atau pembengkakan gusi. Hal ini perlu penanganan lebih insentif dari dokter gigi.
  • Nyeri di rahang. Apabila terjadi rasa nyeri di rahang, spesialis di bidang mulut dan maxillofacial akan memeriksa rahang untuk melihat tanda-tanda penurunan fungsi (degenerasi) atau pembengkakan. Nyeri di rahang biasanya diobati dengan pelindung gigi yang digabungkan dengan obat-obatan anti-bengkak.
  • Gigi sensitif terhadap suhu dingin dan panas. Apabila Anda sulit makan karena gigi Anda tiba-tiba menjadi sensitif terhadap suhu yang panas atau dingin seperti misalnya air es atau air panas, segeralah berobat ke dokter gigi.
  • Mulut kering. Apabila dibiarkan tanpa perawatan, beberapa gejala mulut kering dapat memengaruhi kesehatan mulut seseorang secara umum. Mulut yang kering dapat menjadi pertanda terjadinya infeksi bakteri atau penyakit mulut.

Tak hanya ke dokter gigi, beberapa permasalahan gigi memerlukan perhatian yang mendesak seperti ke Instalasi Gawat Darurat, termasuk cedera traumatis yang mengakibatkan kehilangan gigi, gigi teriris atau pecah, penurunan fungsi saraf atau gigi tidak berada di posisi yang tepat atau sejajar, luka atau goresan di pipi, gusi, dan lidah.  Anda juga disarankan untuk mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk pemeliharaan gigi yang layak meskipun Anda tidak merasakan gangguan apa pun.