Mengenal Jenis Eritema, Penyebab dan Cara Penanganannya

Eritema adalah sebuah kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan atau ruam. Terdapat beberapa jenis eritema dengan penyebab serta cara penanganannya yang perlu Anda ketahui. Yuk, simak ulasan berikut ini.

Pernahkah Anda mengalami ruam dan kemerahan pada kulit? Bisa jadi itu adalah eritema. Dalam kaidah medis, eritema adalah peradangan pada kulit yang terjadi akibat kongesti atau pelebaran pembuluh kapiler. Eritema bisa terjadi karena reaksi radang akibat paparan sinar matahari dan alergi terhadap beberapa jenis obat-obatan.

Eritema terbagi beberapa jenis, di antaranya adalah eritema multiforme, eritema nodusum, dan fotosensitivitas. Fotosensitivitas disebabkan oleh reaksi terhadap sinar matahari dan cenderung terjadi karena infeksi atau pengobatan yang meningkatkan sensitivitas terhadap radiasi ultraviolet. Terdapat beberapa orang yang berisiko tinggi mengalami eritema. Pria berisiko lebih besar mengalami eritema multiforme dibandingkan wanita. Sementara, wanita berisiko lebih besar mengalami eritema nodosum dibandingkan pria. Paparan sinar matahari yang terlalu sering atau berlebihan juga dapat meningkatkan risiko eritema multiforme. Orang yang berusia antara 20 sampai 30 tahun berisiko lebih besar menderita eritema nodosum. Pun dengan orang dengan riwayat keluarga memiliki kondisi kulit demikian memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami eritema multiforme atau eritema nodosum.

Eritema Nodosum

Eritema nodosum adalah bentuk peradangan pada lapisan lemak yang ada di bawah kulit. Eritema nodosum dapat berupa benjolan dengan kemerahan dan rasa nyeri yang umumnya terjadi pada bagian depan kaki di bawah lutut. Lazimnya, eritema nodosum akan hilang dengan sendirinya dalam waktu tiga hingga enam minggu, dan meninggalkan bekas seperti memar. Sementara itu, eritema kronis biasanya akan berlangsung bertahun-tahun dengan pola kambuhan sesekali.

Eritema nodosum dapat terjadi dengan atau tanpa kondisi medis yang mendasarinya. Kondisi yang terkait dengan eritema nodosum meliputi obat-obatan (obat-obatan terkait sulfa, pil KB, estrogen), radang tenggorokan, cat scratch disease, penyakit jamur, infeksi mononucleosis, sarkoidosis, penyakit Behcet, radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa), serta kehamilan yang normal.

Kendati tidak mengancam organ internal, eritema nodosum bisa sangat mengganggu dan menyakitkan. Eritema nodosum dapat ditangani dengan cara mengidentifikasi dan mengobati kondisi yang mendasarinya. Umumnya, pengobatan untuk eritema nodosum adalah obat anti-inflamasi dan kortison melalui mulut atau suntikan. Colchicine kadang digunakan secara efektif untuk mengurangi peradangan. Dalam kondisi tertentu, pengobatan eritema nodosum haruslah disesuaikan dengan gejalanya. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Eritema Multiforme

Eritema multiforme adalah reaksi hipersensitivitas yang biasanya dipicu oleh infeksi virus herpes simpleks. Eritema multiforme juga dapat dipicu oleh pneumonia mycoplasma, yaitu infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Beberapa jenis virus juga dapat memicu terjadinya kondisi ini, seperti parapoxvirus, herpes varicella zoster (cacar air), adenovirus, virus hepatitis, human immunodeficiency virus (HIV), cytomegalovirus, reaksi vaksin, dan infeksi jamur dermatofit (tinea). Selain infeksi, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penggunaan obat-obatan seperti allopurinol untuk mengobati asam urat, antibiotik seperti penisilin dan antibiotik golongan sulfa, obat anti kejang, dan obat anti-inflamasi non steroid (OAINS).

Eritema multiforme dibagi dua jenis, minor dan mayor. Pada eritema multiforme mayor, gejala umumnya dapat seperti demam atau menggigil, tubuh terasa lemah, nyeri sendi, disertai timbulnya lesi kulit dengan sensasi rasa gatal dan perih yang menyebar ke seluruh tubuh. Ruam pada penyakit ini terlihat seperti target pada panahan (lesi target), dan biasanya muncul pada bagian belakang tangan dan bagian atas kaki, lalu menyebar hingga ke tubuh. Ruam ini sering muncul pada wajah, telapak tangan, dan leher, namun lebih jarang muncul pada kaki. Ruam juga dapat muncul pada bagian bibir dan lidah.

Untuk kebanyakan kasus eritema multiforme, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan, karena ruam akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa komplikasi. Namun, pengobatan untuk kondisi ini disesuaikan dengan penyebabnya, seperti acyclovir oral pada penderita virus herpes simpleks, dan pemberian antibiotik  untuk infeksi virus Mycoplasma pneumoniae. Jika diduga dipicu oleh penggunaan obat, maka penggunaan obat yang dicurigai menimbulkan gejala harus segera dihentikan. Ada beberapa pengobatan pendukung untuk meringankan gejalanya, seperti antihistamin oral atau kortikosteroid topikal (oles) untuk mengatasi rasa gatal yang ditimbulkan. Nyeri oral dapat diatasi dengan  obat kumur yang mengandung anestesi lokal dan antiseptik untuk mengurangi rasa sakit dan infeksi sekunder. Penggunaan kortikosteroid oral untuk mengatasi gejala harus sesuai dengan anjuran dokter.

Eritema multiforme berat dibagi menjadi dua tipe, yaitu Sindrom Stevens-Johnson (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN). Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi atau reaksi alergi obat atau zat tertentu. Pada SJS, lesi target muncul pada tubuh, dapat disertai batuk, demam, dan lepuhan pada mulut, mata dan mukosa hidung, vagina, dan anus. Pada TEN, gejala mirip dengan SJS namun kulit mengelupas dan bernanah jika terinfeksi. Kedua penyakit ini adalah kondisi gawat darurat dan dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani segera.

Untuk eritema multiforme yang berulang, biasanya ditangani dengan acyclovir oral secara terus-menerus selama 6 bulan. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang tepat serta dosis sesuai kondisi yang dialami.

Terapi Komplementer dan Alternatif

Tujuan utama pengobatan pada eritema adalah untuk mengatasi radang, mencegah infeksi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Hingga saat ini belum terdapat data yang akurat mengenai efektivitas terapi alternatif dibandingkan terapi utama. Terapi komplementer dan alternatif untuk mengatasi eritema bisa menjadi cara untuk mengurangi peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, pencegahan infeksi, dan perbaikan nutrisi. Anda perlu asupan antioksidan setiap harinya seperti yang terdapat pada beta karoten, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, vitamin D, melatonin, zinc serta buah dan sayuran yang mengandung flavanoid. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter Anda sebelum menggunakan terapi komplementer dan alternatif. Pun tidak semua terapi jenis ini cocok untuk semua orang. Dan ingat, Terapi alternatif bukanlah pilihan utama dalam pengobatan kasus eritema secara umum.

Bagi Anda yang mencurigai menderita eritema, disarankan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.