Mengenali Jenis Atrofi Otot dan Cara Mengatasinya

Atrofi otot adalah kondisi di mana terjadi penurunan massa otot. Hal ini biasanya akibat dari cedera atau adanya suatu penyakit, sehingga bagian tubuh tertentu tidak digerakkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Atrofi otot dapat dikenali melalui tampilan otot, misalnya salah satu otot lengan yang secara signifikan tampak lebih kecil dibandingkan dengan sisi lain yang normal. Atrofi otot ini dapat dipulihkan, tetapi tergantung kondisi dan penyebabnya. Sehingga cara penanganan juga bisa berbeda-beda.

atrophy

Jenis Atrofi Otot

Secara umum, ada dua jenis atrofi otot, yaitu:

  • Atrofi yang disebabkan karena otot tidak digunakan
    Hati-hati bagi Anda yang pekerjaan sehari-harinya lebih banyak menghabiskan waktu pada posisi duduk. Atrofi otot jenis ini menyerang orang yang tingkat aktivitasnya rendah. Misalnya pada Anda yang sehat tetapi terlalu banyak duduk, sehingga otot-otot tubuh melemah karena minimnya gerakan aktif. Selain itu, atrofi otot juga bisa terjadi karena terlalu lama berbaring akibat mengidap suatu penyakit, contohnya pada penderita stroke.
  • Atrofi neurogenik
    Pada jenis ini, atrofi terjadi karena adanya cedera atau penyakit pada otot maupun saraf-saraf yang berhubungan langsung dengan otot. Kondisi ini umumnya cenderung lebih cepat terjadi daripada atrofi karena otot yang lama tidak digunakan, karena sifatnya yang tiba-tiba. Misalnya, pada penderita polio, cedera saraf tulang belakang dan sindrom carpal tunnel.

Atrofi otot yang terjadi akibat menderita suatu penyakit dapat membuat penderitanya perlu dirawat inap dalam jangka waktu yang lebih lama. Lebih jauh lagi, pada kondisi tertentu atrofi otot ini dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup pasien, sehingga perlu dilakukan upaya untuk melatih otot dan membantu pemulihan fungsi otot yang mengalami atrofi.

Persamaan dari kedua jenis atrofi ini, sekecil apa pun terjadinya penurunan massa otot, akan berpengaruh pada Anda. Sehingga Anda menjadi sulit bergerak dan kekuatan tubuh pada bagian tersebut menjadi menurun.

Gejala dan Cara Mengatasi Atrofi Otot

Gejala atrofi otot yang timbul bisa berbeda-beda pada tiap orang. Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda Anda mungkin mengalami atrofi otot, sehingga perlu mendapatkan penanganan medis:

  • Adanya kelemahan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh
  • Memiliki anggota fisik yang tidak digunakan untuk melakukan aktivitas dalam waktu yang cukup lama
  • Anggota tubuh, seperti tangan atau kaki, tampak lebih kecil dari yang lain

Gejala-gejala atrofi otot memang hanya sedikit. Meski demikian Anda disarankan untuk benar-benar memahami gejala ini dan diharapkan mampu mewaspadainya, sehingga ketika benar-benar terjadi, Anda dapat langsung memeriksakan diri ke dokter.

Kabar baiknya, atrofi otot yang disebabkan karena terlalu lama otot tersebut tidak digunakan, dapat diatasi dengan olahraga secara teratur. Otot-otot yang awalnya mengalami penurunan massa dan menjadi lemah akibat kurang gerak, perlahan-lahan dapat pulih kembali melalui latihan-latihan otot yang dilakukan secara rutin.

Sedangkan pada kondisi atrofi otot yang lebih berat, misalnya akibat cedera atau adanya penyakit tertentu, maka penanganan secara medis perlu disesuaikan dengan penyebabnya dan dilakukan dengan metode khusus, mulai dari pengaturan pola makan, bantuan fisioterapi, terapi menggunakan ultrasonografi/gelombang suara, hingga pembedahan.

Bila belum telanjur terjadi, atrofi otot dapat dicegah dengan rajin olahraga atau melakukan aktivitas fisik. Namun jika sudah telanjur terjadi, ikuti petunjuk dokter untuk penyembuhan.

Referensi