Mengenali Kulit Sensitif dan Cara Menanganinya dengan Tepat

Kulit Anda pernah mengalami lebih dari tiga reaksi yang tidak wajar setelah pemakaian sebuah produk perawatan kulit atau gatal pada kulit akibat produk wewangian? Jika benar, maka kemungkinan Anda memiliki kulit sensitif. Guna mengetahui cara penanganannya, kita harus mengenal terlebih dulu penyebab kulit menjadi sensitif untuk mencegah iritasi pada kulit tidak terulang.

Kulit sensitif adalah kondisi kulit yang bereaksi secara berlebihan pada faktor lingkungan. Reaksi kulit yang berlebihan ini kerap dialami saat memakai kosmetik, sabun, sampo, atau losion tabir surya. Kondisi kulit sensitif bisa memburuk saat terpapar udara yang kering dan dingin. Meski tanda iritasi tidak selalu terdeteksi, rasa gatal, perih, tersengat  atau sensasi kulit kencang umumnya selalu ada.

Mengenali Kulit Sensitif dan Cara Menanganinya dengan Tepat - alodokter

Apa yang Membedakan Alergi dengan Kulit Sensitif?

Banyak orang berpikir kulit mereka sensitif, padahal bisa saja hanya kesalahan memilih produk dengan bahan yang tidak sesuai terhadap jenis kulit yang dimiliki.  Di lain sisi, reaksi alergi terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi aktif dalam melawan benda asing yang dianggap menyerang tubuh. Akibatnya, kulit menjadi terlihat:

  • Memerah
  • Terasa gatal atau perih
  • Membengkak

Secara spesifik, alergi bereaksi terhadap penggunaan suatu produk (krim perawatan wajah, rambut, cat kuku) atau bahan-bahan lain yang mengalami kontak langsung dengan kulit.

Sedangkan pada kondisi kulit sensitif, masalahnya bukan pada bahan atau produk tertentu, tapi umumnya seberapa banyak atau seberapa sering pemakaiannya. Sebagai contoh, efek pemakaian produk yang secara khusus mengandung zat asam. Anda mungkin baik-baik saja setelah menggunakan serum vitamin C 10 persen, tapi saat serum itu ditambah menjadi 20 persen, maka kulit Anda bisa mengalami iritasi. Anda tidak sepenuhnya alergi terhadap bahan-bahan tersebut, melainkan mengalami iritasi. Dengan formula yang berbeda, mungkin dampaknya akan baik-baik saja.

Apa yang Menyebabkan Kulit Menjadi Sensitif?

Tiap orang memiliki pemicu reaksi kulit sensitif yang berbeda-beda, di antaranya bisa disebabkan oleh paparan polusi dan perubahan suhu. Sebagian lagi bisa terpicu oleh kebiasaan menjalani diet yang mengakibatkan penurunan berat badan secara cepat dan/atau efek suatu pengobatan tertentu. Pada dasarnya kondisi-kondisi tersebut dapat melemahkan daya tahan lapisan kulit terluar. Alhasil, kulit mengalami iritasi, terasa panas, dan mengelupas. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari suhu yang ekstrem dan lakukan pengelupasan kulit satu kali seminggu. Dianjurkan juga bagi pemilik kulit sensitif untuk memilih produk kulit tanpa wewangian, tanpa bahan aktif yang kuat seperti retinoid atau asam glikolat seta dengan bahan pengawet minimal.

Penyebab lain sehingga kulit menjadi sensitif adalah terlalu sering berganti produk dan perawatan kulit yang berlebihan. Banyak produk perawatan kulit yang tersedia dan mendorong pengguna untuk berulang kali mengganti produk demi menghasilkan perubahan yang lebih baik. Namun, mengganti produk terus-menerus dan terlalu sering melakukan pengelupasan kulit mati dengan bahan aktif dapat merusak pertahanan kulit, bukan malah membangun perlindungan untuk  kulit.

Langkah Penanganan Kulit Sensitif yang Bisa Dilakukan

Kulit sensitif mudah mengalami peradangan. Kita harus menanganinya dengan baik dan tepat. Peradangan kronis bisa mengakibatkan penurunan kolagen sehingga dampak efek penuaan menjadi makin cepat.

Untuk menangani kulit sensitif, beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Pilih produk khusus untuk kulit sensitif. Ingat, makin banyak jenis bahan kimia yang terkandung di dalam suatu produk, makin tinggi pula kemungkinan adanya reaksi dari kulit. Umumnya, produk perawatan kulit organik mengandung lebih sedikit bahan kimia, namun kandungan ekstrak tumbuhan tetap dapat menimbulkan alergi pada kulit.
  • Jika terdapat ruam, hindari ruam tersebut dari paparan sinar matahari dan lindungi ruam dengan memakai pakaian tertutup (bila terdapat di tubuh) atau topi (bila terdapat di wajah). Tiap ada ruam, kulit juga rentan terkena infeksi, seperti staph atau MRSA yang berbahaya dan berdampak serius. Jadi, saat Anda curiga mengalami infeksi, hubungi dokter segera untuk mendapatkan perawatan dengan antibiotik jika dibutuhkan.
  • Secara umum, tidak baik menggunakan krim obat, seperti cortisone atau lidocaine, sebelum berkonsultasi kepada Krim obat yang mengandung bahan kimia dapat memperparah ruam.
  • Bangun ketahanan perlindungan kulit dengan mengkonsumsi asam lemak omega-3, seperti minyak biji rami dan minyak ikan.
  • Jangan terlalu membebani kulit Anda. Luangkan waktu beberapa hari tanpa riasan pada wajah.

Kulit sensitif dapat berubah dengan cepat, mulai dari gangguan yang dianggap ringan hingga akhirnya menjadi bersifat kronis. Jika mengalami iritasi yang makin parah, segera temui dokter Anda.