Mengetahui Kondisi Tubuh dengan Bantuan X-Ray

Prosedur yang di Indonesia lebih dikenal sebagai rontgen (ronsen) ini menggunakan sinar radiasi untuk mengetahui kondisi tubuh bagian dalam.

Sinar-X atau X-ray merupakan prosedur yang umum digunakan untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh pasien. Prosedur yang dilakukan dengan cepat dan tanpa rasa sakit ini dapat membantu dokter mendiagnosis dan memantau beberapa kondisi tubuh. seperti infeksi, patah tulang, radang sendi, pembusukan gigi, osteoporosis, atau kanker tulang.

Mengetahui Kondisi Tubuh dengan Bantuan X-Ray - alodokter

Prioritas utama x-ray memang digunakan untuk melihat tulang dan sendi. Meski demikian, x-ray terkadang juga dipakai untuk mendeteksi masalah pada jaringan lunak seperti organ internal. Sinar ini pun dapat dimanfaatkan untuk memeriksa adanya penyakit atau infeksi paru-paru, kanker payudara, pembesaran jantung, pembuluh darah yang tersumbat, masalah saluran pencernaan, benda-benda yang tidak sengaja tertelan, bentuk tulang belakang yang tidak normal, masalah ketika menelan, dan lain sebagainya.

Begini Cara Kerja X-Ray

Radiasi elektromagnetik x-ray pertama kali ditemukan oleh profesor asal Jerman bernama Wilhelm Conrad Röntgen di tahun 1895. Ketika digunakan untuk memeriksa tubuh, energi yang berasal dari x-ray diserap oleh masing-masing bagian tubuh dengan cara yang berbeda. Inilah nantinya yang membuat hasil film x-ray menampakkan perbedaan warna dari putih, abu-abu, hingga hitam:

  • Jika mengenai logam atau bagian tubuh yang padat seperti tulang, sebagian besar partikel x-ray terblokir. Hasil x-ray pun akan tampak berwarna putih.
  • Bila x-ray mengenai otot, lemak, dan cairan, hasil x-ray akan muncul dengan warna abu-abu.
  • Warna hitam menandakan bahwa x-ray mengenai udara.

Amankah X-Ray?

Ketika mengambil gambar tubuh dengan x-ray, radiasi memang digunakan. Namun, jumlah atau tingkat paparannya sangat sedikit hingga dianggap aman untuk orang dewasa. Meski demikian, x-ray dinyatakan tidak baik bagi anak kecil dan perkembangan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk tidak diberi penanganan menggunakan x-ray.

Terkadang ketika menggunakan x-ray, dokter akan menyuntikkan pewarna kontras ke dalam tubuh pasien guna meningkatkan kualitas gambar. Jenis-jenis pewarna kontras tersebut adalah sebagai berikut:

  • intravena urogram (IVU), zat yodium disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk menyorot ginjal dan kandung kemih,
  • angiography, yodium disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk menyorot jantung dan pembuluh darah,
  • barium enema, zat barium disuntikkan ke usus melalui bokong,
  • barium swallow, barium ditelan untuk membantu menyorot sistem pencernaan bagian atas.

Sayangnya, pewarna-pewarna tersebut dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti gatal, biduran, pusing, mual, dan lidah terasa mengecap sensi logam. Dalam kasus yang sangat jarang, pewarna bahkan bisa menyebabkan reaksi parah seperti tekanan darah sangat rendah, syok anafilaksis, atau serangan jantung.

Jika Anda menjalani pemeriksaan melalui x-ray dan dimasukkan zat kontras oleh dokter, disarankan minum banyak air sesudahnya. Minum banyak air dapat membantu menyingkirkan zat tersebut dari dalam tubuh. Jangan lupa untuk memberi tahu dokter jika bagian kulit yang disuntik mengalami kemerahan, nyeri, dan bengkak.