Menghalau Bau Mulut Tidak Sedap

Bau mulut adalah masalah umum yang dialami banyak orang dari segala usia. Di sisi lain, bau mulut tidak sedap ternyata juga dapat menjadi indikasi adanya penyakit tertentu.

Meski tampak sederhana, tapi bau mulut yang tidak ditangani dapat membuat orang tidak percaya diri. Tidak jarang, kondisi ini mengganggu hubungan personal. Apalagi kondisi ini ternyata bersifat menetap pada sekitar seperempat orang yang mengalaminya.

Bau Napas Tak Sedap-Alodokter

Mendeteksi Penyebab Bau

Bau mulut yang tidak sedap umumnya disebabkan penumpukan bakteri pada gigi, gusi, dan lidah. Umumnya, kondisi tersebut muncul ketika terjadi penurunan kadar air liur yang berperan sebagai pembersih bakteri atau kebersihan gigi kurang. Kondisi ini disebut mulut kering atau xerostomia. Selain itu, mulut kering juga dapat disebabkan oleh tarikan napas melalui mulut, bukannya melalui hidung. Merokok, diet, serta konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu juga dapat menjadi penyebab bau mulut.

Namun pada kondisi tertentu, bau mulut dapat terjadi karena penyebab yang lebih serius seperti berikut ini:

  • Masalah gastrointestinal (perut dan usus): bau mulut tidak sedap dapat disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan perut dan usus (gastrointestinal) seperti infeksi H. pylori (infeksi bakteri pada usus kecil dan lapisan perut), serta penyakit asam lambung atau GERD di mana asam lambung sering naik ke kerongkongan.
  • Masalah gusi: bau mulut  tidak sedap yang berlangsung terus-menerus juga dapat disebabkan oleh masalah gusi. Penyakit gusi disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi. Bakteri pada plak kemudian menyebabkan racun yang menimbulkan peradangan pada gusi, suatu kondisi yang jika tidak ditangani akan membahayakan gusi dan tulang rahang.
  • Penyakit yang memengaruhi kelenjar air liur seperti sindrom Sjögren atau skleroderma. Penyakit ini juga menjadi penyebab mulut kering.
  • Infeksi pada mulut seperti sariawan atau luka setelah pencabutan gigi.
  • Peradangan kronis atau peradangan pada sinus, hidung, atau tenggorokan.
  • Kanker dan gangguan-gangguan metabolisme.

Periksakan diri ke dokter jika bau mulut disertai gejala lain yang dapat merujuk pada kondisi-kondisi di atas.

Menangkal Bau Mulut Tidak Sedap

Kabar baiknya, bau napas yang tidak sedap bisa diantisipasi dan dicegah dengan cara-cara sederhana. Berikut beberapa di antaranya.

  • Sikatlah gigi Anda setidaknya pagi dan sore, masing-masing minimal dua menit. Usahakan untuk menyikat seluruh gigi, lidah, langit-langit mulut, dan gusi dengan pasta gigi berflouride. Jangan lupa ganti sikat gigi Anda setiap tiga bulan sekali. Selain itu, berkumurlah dengan cairan antibakteri dan menggunakan benang gigi (dental floss) untuk  menghilangkan sisa-sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
  • Minum cukup air dan kunyah permen karet bebas gula. Aktivitas mengunyah bisa menstimulasi kemunculan air liur yang akan menghindarkan Anda dari mulut kering penyebab bau mulut yang tidak sedap. Minum cukup air secara teratur bisa membuat mulut Anda tetap lembap.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman penyebab bau mulut tidak sedap, termasuk kebiasaan merokok.
  • Selain itu, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran secara teratur dan mengurangi konsumsi daging, dapat mengurangi risiko bau napas tidak sedap.
  • Periksakan gigi secara teratur, untuk mencegah penyakit-penyakit gigi dan gusi penyebab bau napas.

Sebagian orang selalu cemas bahwa mereka memiliki bau napas tidak sedap, padahal sebenarnya sama sekali tidak. Ketakutan semacam ini disebut halitofobia. Pengidap halitofobia terobsesi selalu membersihkan mulut sesering mungkin. Terapi perilaku kognitif dapat membantu menangani paranoid ini.