Menghindari Kekurangan Energi Kronis di Tempat Kerja

Meski gejalanya berbeda-beda pada setiap orang, tetapi orang yang mengalami kekurangan energi kronis sering merasa tidak sehat dan amat sangat lelah. Kelelahan ini tidak dapat diredakan dengan istirahat dan dapat  mengganggu kegiatan sehari-hari.

Orang yang mengalami kekurangan energi kronis umumnya tidak dapat beraktivitas normal karena selalu merasa kekurangan tenaga. Kondisi ini didefinisikan sebagai rasa kurang energi atau letih yang ekstrim tanpa penyebab yang jelas. Tingkat keparahan yang dirasakan pada tiap orang yang mengalaminya berbeda. Pada tingkat paling parah, orang yang kekurangan energi kronis bahkan sulit menjalani aktivitas sederhana dan terkadang perlu didorong menggunakan kursi roda untuk beraktivitas, sensitif terhadap cahaya dan suara, serta kelelahan setelah keluar rumah atau bicara panjang. Kondisi ini kadang kala dapat serupa atau mirip dengan gejala-gejala penyakit seperti gangguan tidur, gangguan kesehatan mental, atau penyakit penyerta tertentu seperti anemia, hipotiroid, atau diabetes. Oleh karena itu, untuk memastikannya perlu konsultasi dan pemeriksaan medis yang teliti dengan dokter.

kelelahan kronis-alodokter (1)

Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, tapi diduga merupakan kombinasi beberapa faktor seperti stres, infeksi virus, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta ketidakseimbangan hormon. Wanita yang berusia 40-an dan 50-an tahun, serta sedang mengalami stres adalah kelompok usia yang paling berisiko mengalami kekurangan energi kronis. Kelompok pria juga dapat menderita gangguan ini.

Oleh karena umumnya dipicu stres, maka tidak jarang kekurangan energi kronis dialami oleh para pekerja. Seorang dokter penyakit dalam  menyatakan bahwa orang yang mengalami kekurangan energi kronik umumnya akan kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari. Keluhan letih yang berkepanjangan ini juga dapat diderita oleh orang-orang dengan penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, atau ankylosing spondylitis.

Penderita kondisi  ini biasanya sering melakukan kesalahan dan terlambat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu karena sulit mengingat beberapa hal. Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah nyeri otot yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala, gangguan tidur, sakit tenggorokan, sulit mengingat, gejala-gejala yang menyerupai flu, detak jantung tidak teratur. Dan yang  paling jelas adalah rasa letih/kurang energi yang diperberat oleh aktivitas fisik atau mental, namun tidak membaik setelah tidur/istirahat.
Ini sebabnya orang yang mengalami sindrom kelelahan kronis atau kekurangan energi kronis enggan membicarakan kondisinya pada rekan atau atasan, karena kekhawatiran tidak akan dipekerjakan lagi atau mengganggu pekerjaan rekan lainnya. Hal ini bisa juga disebabkan oleh adanya perasaan malu pada penderita atau stigma bahwa kelelahan tersebut adalah keluhan yang diungkapkan secara berlebihan, sehingga penderita kondisi ini menjadi takut untuk menceritakan keluhannya. Padahal penting bagi pekerja untuk mendiskusikan dan mendapat penanganan agar dapat kembali produktif.

Di bawah ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencoba mengatasi kekurangan energi kronis di tempat kerja.

  • Istirahat di sela waktu kerja. Tidur siang sejenak sekitar 15 menit dapat membuat Anda bekerja lebih produktif setelahnya.
  • Jika kekurangan energi kronis dirasa mengkhawatirkan, Anda dapat mempertimbangkan bekerja paruh waktu atau bekerja dari rumah, yang memungkinkan Anda lebih banyak beristirahat..
  • Jangan terlalu memaksakan diri melakukan banyak hal sekaligus. Sebisa mungkin, sesuaikan kegiatan Anda dengan naik turunnya kadar energi. Anda dapat melakukan pengamatan pada diri sendiri dengan mencatatnya. Beristirahatlah saat sedang lemas dan beraktivitas saat Anda merasa memiliki lebih banyak energi.
  • Perbaiki pola tidur Anda, terutama jika itu merupakan salah satu penyebab utama kekurangan energi kronis atau sebaliknya merupakan kondisi yang dapat memperberat gejala yang Anda rasakan. Jika Anda tidak kunjung tidur selama lebih dari 15 menit, bangkitlah dari tempat tidur dan lakukan kegiatan menenangkan lain hingga Anda mengantuk. Kemudian cobalah bangun di waktu yang sama.
  • Hindari mengonsumsi kafein, rokok, dan minuman beralkohol.
  • Orang yang kekurangan energi kronis justru akan merasa semakin lelah setelah berolahraga. Tetapi jika memungkinkan, tetap coba lakukan olahraga yang Anda sukai seperti bersepeda atau berenang. Pilihan jenis olahraga dapat dikonsultasikan dengan dokter biasanya olahraga dipilih secara bertahap sesuai kemampuan Anda.
  • Konsumsi makanan sehat seimbang yang meliputi sereal, unggas, ikan, daging tanpa lemak, sayuran, dan
  • Cognitive Behavior Therapy (CBT)/Terapi perilaku kognitif, yaitu suatu teknik psikoterapi yang dapat mempermudah penderita kelelahan kronis untuk dapat menyesuaikan kondisinya dan beraktivitas dengan lebih baik. Meskipun merupakan bagian dari psikoterapi, teknik ini bukan berarti menandakan bahwa seorang penderita kekurangan energi kronis adalah penderita gangguan jiwa. Teknik ini dapat membantu Anda untuk merespons kondisi yang mengganggu agar tidak menyebabkan hendaya lebih jauh. CBT dapat dilakukan dengan seorang konselor terlatih atau psikiater.

Tidak ada satu jenis penanganan yang pasti tepat untuk semua orang.Hingga saat ini belum ada penanganan yang dapat menyembuhkan kondisi kekurangan energi kronis,namun jangan berkecil hati. Anda dapat mencoba memadukan berbagai cara yang membuat Anda lebih nyaman. Selain langkah di atas, Anda juga dapat mencoba mengonsumsi obat bebas seperti ibuprofen atau parcetamol sesuai petunjuk penggunaan jika terdapat keluhan nyeri atau sakit kepala. Tetapi, segera periksakan diri ke dokter jika obat dan cara-cara tersebut tidak dapat membantu meredakan gejala Anda. Kadang dokter akan meresepkan obat-obat golongan antidepresan untuk meringankan gejala yang Anda rasakan.

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan penanganan seperti, teknik relaksasi dan pernapasan, atau pun graded xercise therapy (GET) atau terapi olahraga bertahap, seperti berjalan kaki atau berenang untuk mengatasi kekurangan energi kronis.

Kondisi ini memang dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan terhadap aktivitas dan lingkungan pekerjaan Anda, oleh karena itu percayakan kepada orang terdekat dan rekan-rekan yang Anda percayai agar Anda mendapat dukungan yang baik.