Konseling pernikahan tidak hanya dilakukan sebagai persiapan sebelum melakukan pernikahan, tetapi juga dapat dilakukan untuk membantu pasangan dalam menyelesaikan konflik rumah tangganya. Dengan menjalani konseling ini, diharapkan konflik yang terjadi tidak akan berkepanjangan atau berujung pada perceraian.

Konseling pernikahan atau terapi pasangan adalah salah satu bentuk psikoterapi bagi pasangan suami-istri atau calon suami-istri. Terapi ini bertujuan untuk menemukan solusi dari setiap masalah rumah tangga yang dihadapi suatu pasangan.

Konseling Pernikahan, Inilah Manfaatnya dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga - Alodokter

Konseling pernikahan merupakan terapi jangka pendek yang umumnya dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan.

Peran Konselor dan Sesi Konseling Pernikahan

Konseling pernikahan membantu pasangan mengenali dan menyelesaikan konflik dalam rumah tangga serta meningkatkan hubungan mereka. Melalui konseling pernikahan, pasangan dapat menemukan solusi untuk membangun kembali hubungan yang harmonis maupun justru memutuskan untuk berpisah.

Setiap pasangan dapat mempertimbangkan untuk melakukan konseling pernikahan bila mengalami masalah berikut ini:

  • Masalah komunikasi
  • Masalah seksual
  • Konflik dalam mengasuh anak
  • Konflik keluarga campuran (duda atau janda menikah kembali dan membawa anak dari pernikahan sebelumnya)
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
  • Pengendalian emosi
  • Ketidaksetiaan atau ketidakpercayaan
  • Ada perubahan besar dalam kehidupan rumah tangga, seperti kematian anggota keluarga, pindah rumah, kelahiran anak, atau kondisi ekonomi

Konseling pernikahan umumnya diberikan oleh konselor atau terapis pernikahan yang telah terlatih. Mereka merupakan pihak ketiga yang bisa mengidentifikasi dan membantu setiap pasangan dalam menemukan solusi bagi permasalahan rumah tangga secara objektif.

Konselor pernikahan dapat membantu pasangan dalam berbagai hal, seperti:

  • Menilai aspek positif dan negatif dari hubungan pasangan
  • Membantu pasangan menemukan dan memahami akar masalah
  • Memberikan kontribusi dalam upaya pemecahan masalah
  • Menemukan sumber yang dapat memperkuat pernikahan
  • Membangun kembali komunikasi antarpasangan
  • Membuat pasangan mendapatkan kembali kepercayaan dan komitmen dalam pernikahan

Berbagai Manfaat Konseling Pernikahan

Pada dasarnya, konseling pernikahan dilakukan untuk memberikan solusi atas masalah terjadi di rumah tangga. Berikut ini adalah beberapa manfaat melakukan konseling pernikahan:

1. Memperbaiki hubungan dengan pasangan

Perselingkuhan, masalah komunikasi dan keuangan, tidak adanya kontak emosional, atau kecanduan alkohol maupun obat terlarang bisa membuat hubungan suami-istri menjadi renggang.

Dengan mengikuti konseling pernikahan, konselor dapat mengidentifikasi masalah, membangun kembali komunikasi pasangan, dan mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

2. Mengatasi masalah seksual dalam pernikahan

Konseling pernikahan juga dapat membantu pasangan untuk menemukan dan mengatasi berbagai masalah fisik dan emosional yang dapat mengganggu hubungan seksual, seperti disfungsi ereksi, libido rendah, atau riwayat pelecehan.

3. Membimbing pasangan yang memiliki gangguan mental

Konseling pernikahan dapat membantu suami atau istri untuk memahami dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika pasangannya menderita gangguan mental. Terapi ini juga dapat mencegah seseorang menyalahkan segala sesuatu pada pasangan yang memiliki penyakit mental.

4. Memberi dukungan dalam kasus KDRT

Konseling pernikahan juga membantu dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, jika kekerasan telah meningkat hingga membuat fisik, mental, dan nyawa korban terancam, konseling pernikahan saja tidak cukup.

Hubungi polisi atau pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) untuk mendapatkan bantuan.

Memilih Konselor Pernikahan yang Tepat

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan konselor pernikahan yang tepat:

Tanyakan kepada teman atau keluarga

Cara mudah memilih konselor pernikahan adalah dengan meminta rekomendasi dari teman atau keluarga yang sudah pernah menjalani konseling dan mendapatkan manfaat darinya. Namun, jika tidak ada dari mereka yang pernah menjalani konseling pernikahan, Anda bisa minta rekomendasi dari komunitas.

Kumpulkan data dan informasi

Setelah mendapatkan beberapa nama, cari tahu pengalamannya selama bekerja sebagai konselor, berlisensi atau tidak, di mana lokasi prakteknya, dan berapa biaya yang perlu dikeluarkan.

Pemilihan konselor memang harus dilakukan secara cermat, karena dapat menentukan hasil dari konseling pernikahan yang dilakukan.

Bila Anda dan pasangan memiliki masalah dalam kehidupan berumah tangga, jangan ragu untuk menjalani konseling pernikahan atau berkonsultasi dengan psikolog agar masalah yang sedang dihadapi dapat segera terselesaikan.