Mengintip Anatomi Hidung Manusia

Hidung merupakan satu di antara lima panca indera yang dimiliki manusia. Berkat organ ini, manusia bisa mengenali berbagai macam aroma, seperti bau harum atau bau busuk.

Sebagai orang awam mungkin Anda hanya mengetahui hidung dari tampak luarnya saja, tapi tahukah Anda apa saja yang ada di dalamnya? Untuk mengetahuinya, mari kita telaah struktur anatomi hidung manusia.

mengintip anatomi hidung manusia - alodokter

Dari luarnya saja Anda akan melihat dua buah lubang kecil yang mengantarkan Anda menuju rongga hidung. Dua lubang ini berperan sebagai pintu keluar dan masuknya udara ketika bernapas.

Di antara dua lubang dan di tengah rongga hidung terdapat dinding pemisah. Dinding ini terbuat dari tulang dan tulang rawan (tulang lunak). Dinding pemisah bagian atas yang berdekatan dengan mata, diisi oleh tulang. Lalu sisanya, pada bagian tengah dan bawah, diisi oleh tulang rawan. Itulah alasan hidung bagian tengah dan bawah terasa lentur ketika ditekan.

Dari tampilan luarnya juga Anda akan melihat bulu-bulu halus yang menempel pada rongga hidung. Bulu-bulu ini berfungsi menyaring dan menjaga kelembapan udara sebelum masuk ke rongga hidung.

Selain bulu hidung, terdapat juga silia. Silia adalah jaringan-jaringan kecil yang berfungsi seperti sapu. Seperti bulu hidung, silia berfungsi untuk menangkap kotoran dan mendorongnya agar tidak turun ke saluran pernapasan yang lebih dalam. Bulu-bulu silia sangat sensitif terhadap zat berbahaya, misalnya asap rokok. Fungsi silia akan terganggu jika terkena zat tersebut berulang kali. Silia yang rusak bisa merujuk pada masalah kesehatan, seperti bronkitis.

Rongga hidung juga dilapisi oleh mukosa, kecuali bagian depan hidung, yang dilapisi kulit. Lapisan mukosa hidung berguna untuk melembapkan serta menghangatkan udara yang Anda hirup. Selain itu, mukosa juga memproduksi lendir lengket yang bisa membersihkan udara dari debu dan partikel lainnya sebelum masuk ke paru-paru. Debu dan partikel lainnya akan menempel pada lendir. Ketika lendir mengering, debu dan partikel berubah menjadi kotoran hidung atau biasa disebut upil. Anda juga bisa bersin ketika ada debu atau partikel lainnya yang terperangkap di lendir tersebut.

Layaknya rumah, hidung pun memiliki atap, dinding, dan lantai. Atap hidung dibagi menjadi tiga bagian, antara lain ethmoidal, sphenoidal, dan frontonasal (hidung bagian depan). Sementara lantainya terdiri dari plat horizontal tulang palatina dan proses palatina rahang atas.

Lalu dindingnya terbagi menjadi dua, yaitu dinding medial atau tengah dan dinding lateral atau samping. Dinding medial disebut sekat hidung atau dinding pemisah. Dinding lateral membagi rongga hidung menjadi empat bagian yang membuka menuju sinus.

Di sekitar hidung terdapat empat sinus, yaitu sinus maksilaris sebagai sinus terbesar yang berada di tulang pipi, sinus frontal yang berada di bagian tengah dahi, sinus ethmoid di jembatan hidung antara kedua mata, dan sinus sphenoid di tulang belakang rongga hidung. Keempat sinus ini juga dilapisi oleh mukosa yang memproduksi selapis lendir yang tipis

Hingga kini belum jelas fungsi dari sinus. Ada yang menyebutkan sinus bisa membantu melembapkan udara yang kita hirup. Ada pula yang mengatakan bahwa sinus bisa menyempurnakan suara.

Cara Kerja Hidung

Hidung dikenal sebagai indera pembau. Karenanya kita bisa mengetahui mana makanan berbau busuk yang sudah tidak layak dikonsumsi dan mana bau makanan yang masih layak dikonsumsi. Lantas bagaimana cara kerja hidung sehingga membuat kita mengetahui berbagai macam bau?

Udara yang kita hirup pertama-tama akan masuk ke rongga hidung. Di bagian atas rongga hidung terdapat epitelium penciuman atau olfaktori. Olfaktori memegang peranan penting dalam hal penciuman karena mengandung reseptor yang dapat mendeteksi aroma. Ada sekitar 10 juta reseptor kecil pada lapisan olfaktori.

Setelah reseptor itu berhasil mengenali bau, reseptor mengirim sinyal ke saraf penciuman lalu mengirimnya ke olfactory bulb. Dari olfactory bulb,  sinyal dikirim ke otak untuk diinterpretasikan sebagai bau sebagaimana yang Anda hirup ketika bernapas.

Selain itu hidung juga memiliki peran penting lainnya, yaitu sebagai pintu saluran pernapasan. Bagaimana caranya? Mula-mula udara yang kita hirup masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung. Kemudian udara akan melalui proses penyaringan dalam rongga hidung. Debu atau partikel yang tidak seharusnya masuk ke dalam paru-paru akan tertinggal di rongga hidung.

Udara yang sudah bersih akan melanjutkan perjalanannya ke trakea atau pipa udara, kemudian berakhir di paru-paru. Ketika kita menghembuskan napas, udara dari paru-paru akan keluar melewati jalan yang sama.

Seperti itulah anatomi hidung beserta cara kerjanya dalam bernapas dan mengindentifikasi bau. Jaga selalu kesehatan hidung Anda dengan cara menghindari menghirup udara yang kotor atau zat-zat yang membahayakan organ-organ di dalam hidung. Gunakan masker ketika berada di tempat umum yang berpolusi.