Mengolah Manfaat Teripang Jadi Camilan dan Obat-obatan

Di Indonesia, makanan ringan dari daging teripang banyak dinikmati dalam bentuk keripik. Siapa yang menyangka, makanan olahan dari hewan laut ini ternyata mengandung banyak manfaat yang baik bagi kesehatan.

Teripang adalah hewan laut tidak bertulang belakang dan bertubuh panjang yang umumnya ditemukan di dasar laut, paling banyak di Asia Pasifik. Teripang disebut juga dengan gamat atau menjadi makanan olahan yang bernama bêche-de-mer yang banyak dikonsumsi di Tiongkok dan Jepang.

manfaat teripang, alodokter

Selain dikembangbiakkan untuk dijual sebagai bahan dasar konsumsi manusia, teripang telah lama menjadi bahan obat-obatan tradisional di Asia. Manfaat untuk kesehatan ini ternyata didukung oleh beberapa penelitian medis yang menyatakan bahwa teripang memang efektif untuk menangani kelompok penyakit artritis dan kanker.

Selama ini teripang digunakan untuk penanganan penyakit hipertensi, rematik, melembapkan usus. Secara modern, tubuh teripang diolah dan dikemas menjadi tablet di Asia dan Amerika sebagai nutrisi untuk membantu menangani gangguan psikologis. Di Malaysia, esktrak kulit teripang digunakan untuk menangani asma, luka, dan hipertensi. Bahkan hewan ini juga dikenal dapat meningkatkan performa seksual.

Setelah diteliti, teripang ternyata mengandung beragam nutrisi, seperti vitamin A, vitamin B1/thiamine, B2/riboflavin, vitamin B3/niacin. Selain itu, masih ada berbagai mineral, seperti zat besi, seng, magnesium, dan kalsium. Kandungan ini memungkinkan teripang sebagai sumber makanan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Menunjang berbagai reaksi biologis

Pada dinding tubuh teripang terdapat berbagai protein yaitu glisin, alanin, asam glutamat, dan arginin. Kadar dan tingginya kualitas protein teripang ini berhubungan dengan kadar serum trigliserida. Jenis-jenis protein ini juga berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh. Lebih jauh, sekitar 70 persen protein pada dinding teripang ini terdiri dari kolagen yang merupakan bagian penting dari jaringan ikat. Kolagen tersebut dapat diproduksi menjadi gelatin yang berperan sebagai bahan bioaktif.

Teripang juga mengandung asam lemak yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, terdapat pula zat-zat lain, seperti glikosida triterpenoid, berbagai enzim, amilosa, asam lemak, dan sitotoksin. Zat-zat tersebut diduga juga berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh, melindungi jaringan saraf, dan mengurangi rasa sakit. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ekstrak teripang, fucosylated chondroitin sulfates (FCS), dapat menghambat infeksi virus HIV.

Sebagai antitumor

Teripang mengandung berbagai komponen yang ditengarai dapat melawan tumor dan kanker, misalnya desholothurin A, holothurinoside A, B, C, dan D. Bahan aktif antitumor ini bekerja pada proses petumbuhan sel kanker pada berbagai tahap perkembangan dan juga pada proses metastasis.

Sebagai antikoagulan

Ludwigothurea grisea, bahan antikoagulan dalam teripang, terkait dengan adanya sulfat fucosylated chondroitin pada dinding tubuhnya.

Sebagai antiradang

Penelitian menemukan bahwa vesikel polian pada teripang berperan sebagai organ antiperadangan.

Sebagai antimikroba

Ekstrak teripang terbukti bermanfaat sebagai agen antibakteri dan antijamur dalam beberapa penelitian.

Membantu terapi osteoartritis

Bahan kimia tertentu pada teripang, disebut kondroitin, glukosamin, dan mukopolisakarida bermanfaat untuk menjaga keseimbangan prostaglandin sehingga dapat membantu menangani gangguan artritis.

Menyembuhkan luka

Teripang dalam bentuk obat dapat membantu untuk mempercepat penyembuhan, baik pada luka pada permukaan kulit maupun kerusakan di dalam tubuh, misalnya luka pada usus. Selain dalam bentuk tablet, teripang dapat dioleskan langsung untuk membantu membentuk jaringan baru yang rusak karena luka.

Peneliti menilai bahwa potensi teripang masih dapat dikembangkan, diuji, dan didokumentasikan untuk kesehatan. Tidak kalah penting, dosis konsumsi teripang untuk manusia perlu distandarisasi  demi bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.