Mengungkap Mitos Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk tidur hingga mampu menguras energi, suasana hati, kualitas hidup, kinerja, dan bahkan kesehatan Anda. Jika Anda selalu merasa sulit tidur atau tidak bisa kembali tidur setelah terbangun meski hanya sesaat, maka kemungkinannya adalah Anda menderita Insomnia.

Gejala lain insomnia yang mungkin dialami, antara lain terbangun berkali-kali di malam hari, tidak bisa tidur siang walaupun merasa lelah, merasa lelah, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.

Beberapa hal seputar tidur dipercaya menjadi faktor penyebab maupun solusi yang dapat meredam insomnia, yang bisa berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Padahal hal-hal tersebut tidak selalu benar. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Mitos 1: Menonton TV dapat membantu proses tidur.

Mengungkap Mitos Insomnia, Alodokter

Peningkatan kadar hormon melatonin dalam otak menjelang waktu tidur dapat memudahkan Anda jatuh tertidur. Namun suara dan sinar dari layar TV atau komputer justru dapat mengurangi kadar melatonin.

Sebagai gantinya, Anda dapat mendengarkan musik berirama pelan yang dapat membantu Anda rileks dan tidur.

Mitos 2: Tubuh Anda akan terbiasa dengan jam tidur yang makin sedikit.

Mitos ini sangat berbahaya karena terus-menerus mengalami kurang tidur dapat membuat tubuh kelelahan dan mengalami masalah ringan hingga serius seperti risiko kecelakaan saat berkendara, menurunnya performa dalam pekerjaan, hingga masalah kesehatan serius. Anda dapat membiasakan jadwal untuk tidur lebih singkat, tetapi tubuh Anda tetap membutuhkan jam tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam untuk orang dewasa.

Mitos 3: Anda dapat mengganti jam tidur yang hilang.

Satu-satunya cara untuk “menebus” waktu tidur yang hilang adalah dengan mengatur ulang jadwal aktivitas Anda, terutama jam tidur sehari-hari. Tidur hanya beberapa jam di hari kerja untuk kemudian menggantinya dengan tidur sepanjang hari di akhir pekan justru akan mengacaukan jam biologis Anda. Ujungnya, kebiasaan ini justru akan membuat Anda lebih sulit tidur.

Mitos 4: Tidak apa-apa untuk mengonsumsi pil tidur terus-menerus.

Pil tidur hanya membantu Anda tidur di malam hari ketika Anda mengonsumsinya. Namun obat ini tidak dapat menanggulangi penyebab dasar insomnia. Bahkan dalam jangka panjang, selain mengakibatkan kecanduan, obat-obatan ini dapat membawa efek samping seperti: perubahan nafsu makan, diare, sakit kepala, mulut atau tenggorokan kering, nyeri ulu hati, nyeri pada perut, serta kelelahan. Mendeteksi dan menangani akar penyebab Anda kesulitan tidur tetap menjadi solusi terbaik untuk menangani kondisi insomnia.

Mitos 5: Tidur siang dapat menjadi solusi penangkal insomnia. 

Tidur siang memiliki efek berbeda pada masing-masing orang. Sebagian orang mungkin merasakan bahwa tidur sekitar 15 menit di siang hari akan menyegarkan tubuh dan membuat mereka mudah tidur di malam hari. Namun tidur siang pada pengidap insomnia umumnya membuat mereka justru makin sulit tidur di malam hari.

Mitos 6: Masalah tidur adalah masalah biasa yang tidak perlu ditangani karena dapat pergi dengan sendirinya.

Gangguan tidur dapat merujuk ke penyakit serius atau menyebabkan masalah lain. Sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab utama kesulitan tidur.