Menimbang Sisi Positif dan Negatif Dot Bayi

Salah satu topik yang sering mengemuka di antara orang tua adalah penggunaan dot bayi atau disebut sebagai empeng di Indonesia. Sebagian ahli mengemukakan keuntungan mengisap dot , namun ada juga yang mengungkap kerugiannya.

Untuk membuat bayi merasa nyaman, kadang tak cukup menggendong atau memeluknya. Bayi memerlukan sesuatu yang dapat dimasukan ke mulutnya, bahkan saat ia tidak merasa lapar. Itu sebabnya dot bayi banyak menjadi pilihan orang tua.

Menimbang sisi positif dan negatif dot bayi - alodokter

Berikut ini  beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari dot bayi:

  • Mengurangi risiko bayi meninggal mendadak yang disebabkan sudden infant death syndrome (SIDS).
  • Membantu bayi dapat lebih mudah tidur. Sebagian bayi mengalami kesulitan tidur, dot bayi kemungkinan dapat membantu. Dot juga dapat menenangkan bayi yang rewel.
  • Dapat dimanfaatkan sebagai pengalih perhatian. Misalnya, saat bayi harus menjalani imunisasi, tes darah atau prosedur lain.
  • Mengurangi rasa tidak nyaman ketika bayi bepergian dengan pesawat. Jika orang dewasa dapat menguap atau mengonsumsi makanan ringan untuk meringankan nyeri di telinga akibat perubahan tekanan udara, maka untuk bayi dapat memanfaatkan dot bayi.
  • Melepas kebiasaan menggunakan dot bayi lebih mudah, dibandingkan kebiasaan mengisap jari tangan.

Meski memiliki beberapa manfaat, namun ada pula kemungkinan risiko merugikan dari penggunaan dot bayi, seperti :

  • Kemungkinan menghalangi proses menyusui. Penelitian mengungkapkan, pada sebagian bayi, penggunaan dot bayi yang terlalu awal dikaitkan dengan berkurangnya durasi dan frekuensi menyusui sekaligus penurunan pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif.
  • Diduga memicu gangguan telinga. Sebuah penelitian mengungkap, bayi yang menggunakan dot bayi kemungkinan lebih besar mengalami infeksi telinga. Sebaiknya batasi penggunaan dot bayi hingga usia 6 bulan.
  • Dicurigai menyebabkan masalah gigi. Ahli menuturkan, masalah gigi yang berhubungan dengan dot bayi sebelum anak berusia dua tahun, akan dapat teratasi dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 bulan setelah tidak lagi menggunakan dot. Bila penggunaan terus berlanjut sampai usia anak lebih dari 2 tahun, bisa jadi dot akan menyebabkan masalah gigi.
  • Menggunakan dot bayi kemungkinan dapat menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan. Tentu saja hal ini dapat menjadi masalah di kemudian hari.

Tips Menggunakan Dot Bayi

Memperkenalkan dot bayi sebaiknya tidak terlalu awal, yaitu sekitar usia 1 bulan. Jika bayi memperoleh ASI, sebaiknya tunggu hingga ia menguasai cara menyusu dengan benar sebelum menggunakan dot bayi.

Pastikan bayi menggunakan dot sesuai usia. Lalu pilih dot bayi yang memiliki lubang pada bagian pinggirnya untuk menjaga udara dapat keluar masuk. Jangan gunakan dot bayi dengan tali atau rantai di lehernya, karena akan menimbulkan risiko tercekik. Kemudian, pastikan Anda memilih dot bayi yang bebas dari bahan bishpenol-A (BPA) yang memiliki risiko kesehatan.

Jaga kebersihan dot bayi dengan mencuci dalam air hangat dan sabun secara teratur. Jangan biarkan anak berbagi dot dengan orang lain. Hindari pula kebiasaan memberikan bahan pemanis pada dot karena dapat merusak gigi.

Yang tak kalah penting, jangan jadikan dot bayi sebagai upaya awal menenangkan bayi. Orang tua dapat terlebih dulu mencoba mengubah posisi bayi ataupun menimangnya. Ingat untuk tidak memberikan dot bayi mendekati waktu menyusu. Guna menghindari ketergantungan, upayakan melepas dot sebelum usia 1 tahun.

Keputusan menggunakan dot bayi terutama harus memerhatikan kebutuhan bayi. Pertimbangkan kemungkinan keuntungan dan kerugiannya. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter spesialis anak terlebih dulu.