Meningkatkan Metabolisme Tubuh untuk Menurunkan Berat Badan

Metabolisme tubuh adalah segala proses biokimiawi yang berlangsung di dalam tubuh. Metabolisme tubuh dapat mengubah makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjadi energi untuk membantu berbagai fungsi tubuh, seperti bernapas, sirkulasi darah, perbaikan sel, hingga melakukan aktivitas fisik. Tingkat metabolisme menentukan jumlah kalori yang dibakar tubuh dalam keadaan istirahat sekalipun, dan menjadi salah satu acuan dalam menurunkan berat badan.

Tingkat metabolisme tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: usia, ukuran tubuh, jenis kelamin, dan faktor genetik. Sulitnya menurunkan berat badan sering kali dikaitkan dengan tingkat metabolisme yang rendah. Hal ini membuat banyak orang mencari cara untuk meningkatkan metabolisme, agar dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Jika Anda adalah salah satunya, simak penjelasan di bawah ini.

metabolisme tubuh-alodokter

Perhatikan yang Dikonsumsi

Sesungguhnya, tingkat metabolisme tubuh rendah jarang menjadi penyebab peningkatan berat badan. Hal yang benar-benar memengaruhi berat badan adalah banyaknya jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi serta tingkat aktivitas fisik.

  • Mengonsumsi protein dapat meningkatkan metabolisme, karena tubuh membakar lebih banyak kalori untuk untuk mencerna protein dalam makanan. Protein dapat menaikkan tingkat metabolisme tubuh hingga 15-30%. Selain itu, protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Mengonsumsi protein juga dapat mencegah tubuh kehilangan massa otot akibat proses diet pada umumnya.
  • Konsumsi makanan yang kaya asam lemak omega-3 untuk membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan menyeimbangkan gula darah. Kandungan ini bisa didapatkan dari telur yang diperkaya omega-3, minyak ikan, dan
  • Mengonsumsi sarapan kaya nutrisi tak lama setelah bangun pagi akan meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil setidaknya 6 porsi sehari, untuk menjaga kadar gula darah dan mencegah lonjakan insulin.
  • Batasi atau hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak trans yang dapat menurunkan kemampuan tubuh membakar lemak. Mengonsumsi terlalu banyak lemak trans juga dapat menyebabkan resistensi insulin serta peradangan.

Bergerak Aktif

Bergerak aktif, apalagi berolahraga teratur adalah kunci meningkatkan metabolisme tubuh. Olahraga aerobik seperti berenang, bersepeda, dan berjalan kaki adalah cara paling efektif untuk membakar kalori. Berolahraga setidaknya 30 menit per hari dapat membantu Anda mencapai tujuan kebugaran fisik.

Latihan kekuatan seperti angkat beban dapat mencegah tubuh kehilangan massa otot yang terjadi pada saat diet atau karena proses penuaan. Massa otot ini penting dalam penurunan berat badan karena jaringan otot membakar kalori lebih banyak daripada jaringan lemak.

Jika olahraga teratur dirasa terlalu berat, Anda dapat menyiasatinya dalam aktivitas sehari-hari, seperti berjalan kaki menaiki tangga daripada naik lift, berkebun, atau pun mencuci mobil sendiri.

Di samping dua hal di atas, kurang tidur juga dapat berdampak negatif pada metabolisme tubuh dan berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2. Menurunnya metabolisme karena kurang tidur dapat menyulitkan penurunan berat badan karena mengurangi kemampuan tubuh membakar kalori.

Hal yang patut diingat adalah metabolisme tubuh merupakan proses alami di dalam tubuh, dan akan dengan sendirinya menyesuaikan kebutuhan tubuh. Tidak ada cara singkat yang dapat seketika menyebabkan tubuh menjadi kurus. Untuk menurunkan berat badan lebih cepat dengan meningkatkan metabolisme tubuh, perlu diikuti dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang.

Referensi