Menjaga Keselamatan Anak Saat Berkendara dengan Helm

Alasan orangtua tidak memakaikan helm pada anak, biasanya jarak tempuh yang dekat atau tidak ada pengawasan polisi lalu lintas yang berjaga. Padahal hal ini dapat membahayakan nyawa anak.

Tidak mematuhi standar keamanan pada saat naik kendaraan bermotor, terutama membahayakan karena perlindungan tidak optimal saat terjadi kecelakaan, bahkan mengancam jiwa.

Menjaga Keselamatan Anak Saat Berkendara dengan Helm-Alodokter

The Global Status Report on Road Safety 2015 yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), menyatakan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas telah mencapai 1,25 juta per tahun di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri, tidak kurang dari  36 persen kecelakaan yang terjadi pada pengguna sepeda motor, menyebabkan korban meninggal dunia.

Manfaat Mengenakan Helm

Mengenakan helm merupakan cara melindungi kepala dari benturan saat mengalami kecelakaan. Tak hanya orang dewasa saja yang disarankan untuk mengenakan helm, anak juga perlu diberi perlindungan dengan mengenakan helm saat berkendara.

Adapun manfaat penggunaan helm dalam berkendara diantaranya diantaranya:

  • Mengurangi risiko kematian

Mengurangi risiko kematian akibat kecelakaan saat naik motor. Data menunjukkan, penggunaan helm yang benar dapat menekan risiko hingga 30%.

  • Melindungi kepala dan meminimalisir cedera pada otak

Helm yang berkualitas dapat melindungi kepala saat kecelakaan sepeda motor terjadi. Sebuah penelitian mengungkap, penggunaan helm saat berkendara dapat mengurangi risiko cedera otak dan juga kematian akibat dari kecelakaan yang dialami.

  • Mencegah cedera pada wajah

Selain cedera pada bagian kepala, penggunaan helm juga dapat melindungi wajah dari cedera akibat kecelakaan.

Mengajari Anak Mengenakan Helm

Menggunakan helm saat berkendara memang sangat dianjurkan demi keamanan. Namun membiasakan anak menggunakan helm saat berkendara bukan selalu hal yang mudah. Perasaan tidak nyaman dan merasa tidak bebas kerap menjadi alasan anak menolak untuk mengenakan helm.

Nah, agar anak mau menggunakan helm, berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Biarkan anak memilih helm sendiri

Pilih helm dengan label SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk keamanan, sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Helm yang baik umumnya akan menutupi bagian dahi dan kepala. Pada bagian dalam helm, biasanya terdapat busa dengan tebal 3,8 cm dan memiliki permukaan luar yang keras agar dapat melindungi kepala.

Saat memilih helm, sesuaikan dengan ukuran kepala agar pas dan tidak mudah terlepas saat dikenakan. Pastikan pula kait pada dagu terpasang dengan sempurna saat helm dipakai. Nah, agar tertarik untuk menggunakan helm, biarkan anak untuk memilih helm yang disukainya agar anak senang saat mengenakannya.

  • Jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari

Membiasakan anak untuk mengenakan helm sejak dini akan membuat anak terbiasa mengenakan helm ketika sudah besar nanti. Kebiasaan baik ini bisa Anda mulai dengan mengajak anak untuk mengenakan helm saat mereka sedang bermain sepeda. Nah, jika anak terbiasa mengenakan helm tanpa Anda memintanya, berikan pujian atas inisiatif baik tersebut.

  • Berikan contoh

Anak merupakan peniru yang ulung. Karena itu, berikan contoh berupa kebiasaan mengenakan helm saat sedang berkendara, tidak terkecuali saat bersepeda.

  • Beri informasi tentang manfaat mengenakan helm

Berikan informasi kepada anak terkait pentingnya penggunaan helm. Beritahu bahwa helm dapat melindungi dari cedera kepala yang mungkin dapat mengancam jiwa. Anda bisa menjelaskan mengapa para pembalap sepeda menggunakan helm saat bertanding agar anak dapat mengerti bahwa penting menggunakan helm saat berkendaraan.

Jadikan helm saat naik sepeda motor sebagai kebiasaan pada anak. Lakukan tips diatas agar anak tidak keberatan memakai helm dan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan sehari-hari.