Menjelaskan Fenomena Dejavu secara Logis

Dejavu terjadi saat seseorang mendapat perasaan bahwa dia pernah mengalami atau mengerjakan sesuatu yang sama dengan pengalamannya di masa lalu. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘pernah melihat’.

Meski studi menunjukkan bahwa dejavu banyak dialami oleh individu yang sehat, namun pada sebagian orang kejadian ini dianggap sebagai bagian dari kondisi tertentu yang dialami oleh tubuh, misalnya kejang dan aura migrain.

menjelaskan fenomena dejavu secara logis - alodokter

Kemunculan Aneka Teori dalam Upaya Memecahkan Dejavu

Hingga saat ini, banyak pihak yang penasaran tentang bagaimana fenomena ini bisa dialami oleh seseorang. Beberapa penelitian di bawah ini berusaha menguraikan bagaimana seseorang bisa mengalami dejavu.

  • Terkait dengan gangguan mental

Awalnya terdapat dugaan bahwa dejavu terkait dengan gangguan mental pengidapnya, seperti kecemasan, gangguan identitas disosiatif (sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian majemuk), dan skizofrenia. Namun, penelitian awal yang dilakukan tidak menemukan bukti kuat terkait korelasi diantaranya.

  • Terkait dengan genetika tertentu

Untuk mengurai misteri tentang fenomena ini, keterkaitan dejavu dengan genetika juga diteliti oleh para ilmuwan. Mereka mempelajari kemungkinan adanya kaitan antara gen LGII (pada kromosom 10) dengan dejavu. bentuk tertentu dari gen ini sendiri diduga terkait dengan epilepsi ringan. Epilepsi dikaitkan dengan hal ini karena banyak orang yang mengalami dejavu saat mereka mengalami kejang.

  • Gangguan sinkronisasi informasi di otak

Beberapa penelitian mengungkapkan spekulasi bahwa fenomena dejavu terkait dengan adanya ketidakcocokan di dalam otak seseorang ketika mereka hendak membuat persepsi yang menyeluruh dari suatu peristiwa. Sayangnya, informasi yang ada terlalu sedikit sehingga yang muncul adalah informasi samar antara input sensorik dan output memory-recall (mengingat kembali informasi yang sudah menjadi memori). Meski demikian, spekulasi para peneliti pun belum mampu menjelaskan dengan tepat kenapa dejavu bisa terjadi.

Teori lain yang masih berhubungan dengan spekulasi di atas mengungkapkan tentang kemungkinan adanya kegagalan otak dalam jangka waktu yang sangat pendek sehingga terjadi tabrakan antara memori jangka panjang dan jangka pendek. Peneliti menyatakan bahwa ada penyimpangan jalan yang terjadi saat memori jangka pendek malah tersesat ke dalam memori jangka panjang seseorang. Inilah kenapa dejavu sering membuat kita seolah-olah pernah merasakan hal yang dialami saat ini di masa lalu.

  • Gangguan di lobus temporal medial

Penelitian juga mencurigai adanya gangguan lobus temporal medial sebagai pemicu terjadinya dejavu. Studi yang dilakukan pada pasien epilepsi yang distimulasi oleh listrik menghasilkan temuan bahwa stimulasi pada area korteks rhinal di otak bisa menjadi pemicu dejavu.

Meski hingga kini penyebab secara pasti mengenai terjadinya dejavu belum ditemukan, kita tidak perlu khawatir jika mengalaminya karena hingga saat ini tidak ditemukan bukti yang kuat adanya gangguan serius terkait kesehatan dan kejiwaan seseorang yang mengalami dejavu.