Menjelaskan Seputar Prosedur Craniotomy

Kerusakan pada bagian otak dapat ditangani dengan prosedur operasi pembedahan, salah satunya adalah melalui operasi Craniotomy.

Craniotomy merupakan proses pembedahan otak yang dilakukan dengan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak dan memasangkannya kembali. Operasi ini bukanlah operasi kecil, oleh karena itu, Anda perlu tahu beberapa informasi seputar craniotomy, seperti bagaimana prosedurnya dan apa saja risiko yang mungkin dihadapi.

menjelaskan seputar prosedur craniotomy - alodokter

Penyakit yang Dapat Diatasi dengan Craniotomy

Anda akan diberikan pilihan untuk menjalani craniotomy jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini.

  • Stroke – Pada penyakit stroke dengan pendarahan di dalam rongga kepala, operasi craniotomy bisa dilakukan untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah dan membersihkan darah di dalam rongga kepala.
  • Tumor otak – Pada tumor otak, operasi ini dibutuhkan untuk mengangkat tumor dari dalam kepala.
  • Abses otak – Operasi ini dapat membantu dalam mengeringkan nanah atau mengangkat abses atau sumber infeksi.
  • Hematoma – Pada kondisi hematoma, craniotomy dapat membantu upaya mengangkat gumpalan darah yang berada di antara permukaan otak dan tulang tengkorak.
  • Aneurisma – Proses craniotomy dapat membantu memulihkan bagian pembuluh darah yang membengkak dengan menjepit pangkal pembuluh darah yang membengkak dengan menjepit pangkal pembuluh darah tersebut untuk mencegah pecah.
  • Parkinson – Pada kasus parkinson, craniotomy diperlukan untuk menanamkan alat perangsang demi membantu perbaikan gerakan tubuh penderita parkinson.
  • Epilepsi – Terdapat lebih dari 50 persen epilepsi belum diketahui penyebabnya, sedangkan sisanya disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan gangguan pada otak dan memerlukan operasi craniotomy.

Craniotomy: Praoperasi, Proses Operasi, dan Pascaoperasi

  • Praoperasi
    Jika kondisi Anda memerlukan craniotomy, hal pertama yang akan Anda jalani adalah melakukan CT scan guna melihat lokasi bagian otak Anda yang memerlukan prosedur craniotomy. Pada bagian ini, akan dilakukan juga pemeriksaan fungsi syaraf.
    Sebelum operasi craniotomy, Anda akan diminta untuk menjalani puasa selama 8 jam. Selain itu, Anda diminta keramas dengan menggunakan sampo khusus yang menggunakan antiseptik untuk membersihkan rambut. Sebagian rambut juga akan dicukur guna memudahkan prosedur craniotomy dan menghindari infeksi.
  • Proses operasi
    Pada proses operasi, craniotomy akan dimulai dengan menyayat lapisan kulit kepala yang kemudian dijepit dan ditarik untuk memberikan lapang pandang. Kemudian tulang tengkorak akan dibor. Setelah bagian tersebut selesai, tulang tengkorak akan dipotong dengan menggunakan gergaji khusus. Langkah selanjutnya, tulang diangkat dan dokter mulai mengakses bagian otak yang perlu ditangani.Setelah pembukaan tulang tengkorak telah selesai, bagian otak yang mengalami kerusakan atau masalah akan diangkat. Jika pengangkatan sudah selesai dilakukan, bagian tulang dan kulit kepala akan disambungkan kembali dengan menggunakan jahitan, kawat, atau staples bedah. Namun jika Anda memiliki tumor pada tulang tengkorak atau tekanan rongga kepala tinggi, maka penutupan tulang tersebut mungkin tidak langsung dilakukan.
  • Pascaoperasi
    Pada pascaoperasi, dokter akan memantau kondisi Anda dan melakukan beberapa hal seperti, meminta Anda berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi daripada posisi kaki, untuk mencegah kepala dan wajah bengkak. Setelah stabil, Anda akan dilatih menghirup napas dalam-dalam untuk menghindari pneumonia dan mengembalikan fungsi paru-paru. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dan memberikan terapi untuk melihat kinerja syaraf. Begitu pula sebelum Anda pulang, dokter akan mengajari beberapa cara untuk menjaga kebersihan bagian bekas operasi.Pascaoperasi, Anda akan merasa sakit pada bagian bekas sayatan saat batuk, melakukan sesuatu yang mengerahkan tenaga, atau menghirup napas dalam-dalam. Untuk menghilangkan sakit tersebut, jangan mengonsumsi obat yang tidak diresepkan oleh dokter karena berisiko menyebabkan pendarahan
    Dibutuhkan beberapa minggu sebelum energi Anda kembali pulih, oleh karena itu Anda perlu memerhatikan baik-baik aktifitas yang dilakukan. Jangan mengendarai kendaraan dan jangan mengangkat beban terlalu berat untuk mencegah ketegangan pada bagian bekas sayatan. Tunggu sampai dokter memperbolehkan Anda melakukan hal-hal tersebut.Jika pada pascaoperasi craniotomy Anda mengalami beberapa hal di bawah ini, sebaiknya segera mengonsultasikannya kepada dokter,
    • Kejang, kesulitan berbicara, dan lengan atau kaki menjadi lemah.
    • Kemampuan penglihatan menurun atau terus-terusan mengantuk.
    • Tubuh menjadi demam atau menggigil.
    • Bekas sayatan terasa makin sakit, bengkak, kemerahan, serta mengalami pendarahan atau bernanah.
    • Dada terasa sakit, sulit bernapas, merasa gelisah.

Untuk menutupi bagian kepala pascaoperasi, Anda dapat menggunakan penutup kepala dengan bahan yang cukup halus dan longgar.

Risiko Operasi

Komplikasi atau dalam hal ini adalah risiko dari proses craniotomy antara lain;

  • Infeksi
  • Pendarahan atau pembekuan darah
  • Otak membengkak
  • Pneumonia
  • Kejang
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Otot lemah
  • Risiko lain yang mungkin muncul karena anastesi umum

Jika Anda diberikan pilihan untuk melakukan craniotomy, banyak-banyaklah melakukan konsultasi kepada dokter Anda agar dapat lebih siap dalam menjalaninya dan siap dengan efek samping serta risiko yang mungkin terjadi.