Meski Tidak Berbahaya, Kerak Kepala pada Bayi Harus Dibersihkan

Mungkin kamu merasa kaget ketika melihat kulit kepala bayimu terlihat seperti ada ketombe. Tidak perlu khawatir, yang kamu lihat adalah kerak kepala yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Walaupun tidak berbahaya, namun kondisi ini tetap perlu ditangani.

Kerak kepala atau cradle cap merupakan istilah umum dari dermatitis seboroik pada istilah kedokteran. Orang awam mengenalnya dengan istilah ketombe yang biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa.

Ditandai Sisik Berminyak

Kerak kepala ditandai dengan munculnya lapisan menyerupai sisik.yang berminyak dan berwarna kuning, terutama pada kulit kepala bayi. Kondisi ini juga dapat terjadi di sekitar telinga, alis, kelopak mata bayi, atau di ketiak dan lipatan tubuh lainnya.

Penyebab munculnya kerak kepala belum diketahui secara pasti. Namun, hal ini tidak disebabkan karena buruknya kebersihan atau alergi. Kerak kepala kemungkinan disebabkan dari hormon yang diterima bayi dari ibu di akhir masa kehamilan, yang banyak merangsang kelenjar penghasil minyak (sebasea) bayi. Iritasi akibat jamur yang tumbuh pada sebum juga dianggap sebagai penyebab munculnya kerak kepala.

Umumnya kerak kepala dapat hilang sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Pada beberapa anak, kondisi ini dapat bertahan hingga berusia 2-3 tahun. Meski tidak menular dan tidak menyakitkan atau menyebabkan gatal, kerak kepala yang tebal mungkin dapat sulit dilepaskan dari kulit kepala bayi.

Tips Mengatasi Kerak Kepala Bayi

Untuk membantu mengurangi penumpukan kerak pada kulit kepala, berikut yang dapat kamu lakukan pada Si Kecil :

  • Gosok perlahan kulit kepala menggunakan jarimu atau kain untuk meluruhkan serpihan kerak. Tapi, jangan sampai menggaruk kulit kepalanya ya.Cuci rambut Si Kecil menggunakan sampo bayi dengan formulasi ringan. Kamu juga dapat menggunakan sampo khusus kerak kepala yang dijual bebas di apotek. Selalu baca instruksi pemakaian sebelum menggunakannya.
  • Jika kerak kepala tidak kunjung hilang, dokter dapat memberi rekomendasi sampo khusus ketombe yang mengandung obat antijamur seperti ketokonazole, tetapi penggunaannya harus disesuaikan. Tidak dianjurkan menggunakan sampo ketombe yang mengandung asam salisilat pada bayi karena dapat diserap melalui kulit. Pastikan juga sampo tidak masuk ke mata bayi, untuk menghindari iritasi.
  • Saat menggunakan sampo, bersihkan serpihan kerak kepala yang menempel pada rambut menggunakan sisir kecil dengan sikat yang lembut, kemudian bilas dengan air. Sebagai alternatif, Bunda bisa mencoba memberikan petroleoum jelly atau beberapa tetes minyak mineral pada kulit kepala. Diamkan hingga meresap beberapa menit, atau beberapa jam jika perlu. Lalu sisir, kemudian bersihkan dan keramas Si Kecil seperti biasa. Jangan membiarkan minyak terlalu lama berada pada rambut Si Kecil karena akan memperburuk kerak kepalanya.
  • Setelah kerak kepala hilang, jaga kebersihan rambut Si Kecil dengan keramas secara rutin setiap beberapa hari untuk mencegah penumpukan kerak.
Jika pencegahan dan upaya mengatasi kerak kepala seperti di atas sudah kamu lakukan, tetapi kerak belum menghilang, atau jika terdapat gejala lain seperti gatal, bengkak, berdarah, atau kerak yang menyebar ke wajah atau tubuh, segera minta bantuan dokter untuk pengobatan.