Meski Tidak Selalu Berbahaya, Benjolan di Tenggorokan Perlu Diwaspadai

Umumnya, munculnya benjolan di tenggorokan terjadi bukan karena adanya bahaya yang serius terkait kesehatan seseorang. Hal ini ditandai dengan terasa gumpalan berukuran besar atau kecil, dengan tekstur keras atau lembek yang mengganggu tenggorokan.

Benjolan di tenggorokan muncul tanpa disertai dengan gejala umum lainnya, terbilang tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, benjolan ini juga bisa menjadi pertanda kanker di sekitar tenggorokan, terutama jika disertai gejala lain.

meski tidak selalu berbahaya, benjolan di tenggorokan perlu diwaspadai - alodokter

Tidak selamanya benjolan di tenggorokan mengindikasikan penyakit tertentu. Sebagian orang mungkin merasakan adanya benjolan di tenggorokan akibat mengalami sensasi globus. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya perasaan seperti adanya benjolan di tenggorokan yang sebenarnya tidak ada, dan sensasi tersebut akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya pengobatan.

Selain itu, beberapa kondisi yang seringkali menyebabkan munculnya benjolan di tenggorokan, antara lain :

  • Pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi

Benjolan di tenggorokan umumnya terjadi karena adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Ini bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, termasuk infeksi telinga, infeksi sinus, radang amandel, radang tenggorokan, infeksi pada gigi dan infeksi yang terjadi di kulit kepala. Pada umumnya, benjolan di tenggorokan akibat pembengkakan kelenjar getah bening akan segera hilang setelah infeksi teratasi.

  • Peradangan di tenggorokan

Adanya peradangan di tenggorokan, yang umumnya disebabkan oleh infeksi, dapat menyebabkan tenggorokan terasa tidak nyaman dan mengganjal. Bagian amandel pun kerap kali membengkak saat tenggorokan meradang, yang memicu penderita untuk mengeluhkan rasa seperti ada benjolan di tenggorokan.

  • Tegang otot

Saat tidak sedang berbicara atau menelan, otot tenggorokan akan rileks dengan sendirinya. Namun terkadang, ketegangan otot juga bisa terjadi saat otot tenggorokan tidak dapat rileks dengan baik sehingga terasa seperti ada benjolan di tenggorokan.

  • Naiknya Asam lambung

Asam lambung yang naik kekerongkongan dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot atau pembengkakan di jaringan tenggorokan Anda. Hal ini yang mungkin menyebabkan munculnya sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan.

  • Postnasal drip

Postnasal drip adalah mengalirnya lendir berlebih dari hidung ke belakang tenggorokan. Mengalirnya lendir di belakang tenggorokan ini dapat menyebabkan rasa seperti adanya benjolan di tenggorokan. Untuk melegakan lendir di tenggorokan, Anda bisa mencoba konsumsi sup hangat di rumah. Selain mampu mengencerkan lendir di tenggorokan, sup panas juga membantu mencegah Anda dari dehidrasi.

  • Kista

Kista yang terdapat di tenggorokan ditandai dengan munculnya benjolan yang berbentuk kecil seperti kacang polong. Benjolan ini dapat bergeser di bawah kulit jika ditekan, dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya pengobatan.

  • Gondok

Pembesaran kelenjar tiroid dapat menyebabkan munculnya benjolan di tenggorokan.

  • Masalah psikis

Benjolan di tenggorokan, seringkali terasa pada saat seseorang mengalami perubahan psikis yang kuat, seperti saat cemas, dibawah tekanan, ketakutan, maupun rasa bangga dan semangat yang menggebu-gebu. Kondisi psikis seperti ini dapat memicu peningkatan sensasi globus.

Mengenali Kondisi yang Lebih Berisiko

Benjolan di tenggorokan dapat dikatakan berbahaya jika benjolan tersebut muncul dengan diikuti gejala lain. Antara lain berupa terjadinya perubahan ukuran dan bentuk benjolan, mengalami ulkus atau luka sariawan pada mulut lebih dari tiga minggu, mengalami batuk atau serak selama lebih dari 2 minggu, sulit menelan dalam kurun waktu beberapa minggu dan penurunan berat badan tanpa sebab. Selain itu, gejala yang bisa muncul berupa rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dan berlangsung lama.

Benjolan di tenggorokan yang merupakan kanker, umumnya disertai dengan gejala seperti suara menjadi serak, tenggorokan terasa nyeri saat menelan, hingga mengalami kesulitan bernapas. Adanya demam berkepanjangan yang tidak dapat dijelaskan dan penurunan berat badan yang terjadi secara drastis, juga memperjelas kemungkinan ini.

Jika benjolan di tenggorokan disertai dengan gejala-gejala di atas, segera berkonsultasi kepada dokter guna mengetahui penyebab dan cara mengatasi benjolan tersebut.

Untuk mencegah terjadinya benjolan di tenggorokan, disarankan untuk menjaga kesehatan tenggorokan sebaik mungkin seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, memperbanyak minum air putih, tidak merokok, mengistirahatkan tenggorokan saat sedang mengalami radang, atau berbicara pelan saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicara Anda.