Mewaspadai Berat Badan Kurang pada Si Kecil

Pertumbuhan dan perkembangan tubuh menjadi salah satu indikator kesehatan yang utama bagi Si Kecil. Namun, ada beberapa kondisi yang harus Bunda waspadai, seperti masalah berat badan kurang, yang dapat berdampak pada kurang optimalnya tumbuh kembang Si Kecil.

Salah satu indikator gizi yang paling sensitif adalah kenaikan berat badan. Anak disebut mendapatkan gizi baik dan pertumbuhan normal apabila pertambahan umur dikuti dengan pertambahan berat badan sesuai standar. Faktanya, masih ada sebagian anak yang mengalami masalah berat badan kurang. Umumnya, berat badan kurang pada Si Kecil terjadi ketika berat badan berada di bawah rata-rata dibandingkan dengan tinggi badan serta usianya.  Kurangnya berat badan menurut umur anak (BB/U) ini dapat mengindikasikan Si Kecil mengalami kurang gizi. Dalam hal ini, penting bagi Si Kecil untuk mendapatkan asupan makanan sehat dan gizi yang seimbang agar tidak terjadi masalah berat badan kurang.

Penyebab Berat Badan Kurang pada Si Kecil

Berat badan kurang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: faktor genetik/keturunan, ekonomi dan gizi, karakteristik pendidikan orang tua, faktor psikologis seperti gangguan makan, faktor penyakit yang memiliki efek samping penurunan berat badan, serta obat-obatan yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Masalah bobot tubuh yang rendah dan kurangnya nutrisi dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh pada Si kecil, rawan infeksi, kekurangan energi, meningkatkan durasi serta tingkat keparahan pada penyakit menular, dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat menyebabkan Si kecil berisiko mengalami gangguan perkembangan, sehingga kurang aktif dan sulit untuk berkonsentrasi. Pada akhirnya, Si kecil akan mengalami kesulitan saat belajar dan beraktivitas di sekolah.

Salah satu cara mengetahui kesehatan dan pertumbuhan anak dilakukan dengan memantau hasil penimbangan berat badan setiap bulannya. Di posyandu, hal ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur pemantauan KMS atau Kartu Menuju Sehat. Kartu ini antara lain berfungsi sebagai alat bantu pemantauan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa tanda lain juga bisa dijadikan pedoman untuk mengetahui jika Si kecil memiliki berat badan kurang, diantaranya tulang rusuk Si kecil yang terlihat jelas saat Anda memandikannya, dan juga ukuran pakaiannya yang tidak bertambah setelah beberapa bulan.

Berikut ini adalah grafik perkembangan berat badan dibandingkan usia bayi antara 1-2 tahun. Grafik berikut ini dibuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan kurva pertumbuhan fisik bayi dengan standar internasional.

Anda bisa mengakses di www.cekberatanak.id  untuk mengetahui apakah berat badan anak Anda sudah optimal sesuai dengan umur dan juga tinggi badannya. Anda cukup memasukkan data-data anak berupa berat badan, tanggal lahir, dan juga tinggi badan anak untuk melihat tumbuh kembang anak Anda.

Cara Meningkatkan Berat Badan Si Kecil

Cara terbaik untuk meningkatkan berat badan Si Kecil adalah dengan memperbaiki asupan nutrisinya. Si Kecil perlu asupan kalori dan nutrisi yang berasal dari makanan yang mereka konsumsi. Pemberian nutrisi terbaik bisa dimulai dengan memberikan ASI sejak awal kelahiran.  Sementara itu, kebutuhan kalori mereka mungkin tidak tercukupi dari makan tiga kali sehari seiring dengan bertambahnya usia. Untuk itu, meningkatkan kalori dalam asupan mereka adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan. Namun, bukan berarti Anda bisa bebas memberikan makanan tinggi kalori yang kurang sehat seperti minuman manis, permen, dan keik, karena bisa merusak gigi. Terapkan pola makan sehat yang mengandung gizi seimbang dengan memberikan makanan pokok yang mengandung karbohidrat, sayur, buah, ikan, daging, juga susu berikut dengan olahannya.

Jangan terfokus pada jumlah makanan, tapi fokuskan pada kualitas makanan Si kecil. Jangan lupa berikan Si Kecil asupan nutrisi yang mengandung protein dan zat besi yang baik. Pastikan juga Si Kecil mendapat asupan susu antara 350 hingga 400 ml per hari. Batasi asupan jus atau cairan untuk Si Kecil, karena terlalu banyak minum dapat menurunkan nafsu makan dan menyebabkan diare. Jangan biarkan Si Kecil minum terlalu banyak sebelum makan, agar saat makan ia merasa lapar dan lahap menyantap makanannya.

 

sponsored by: