Mewaspadai Kekurangan Vitamin A pada Ibu Hamil

Penting untuk memperhatikan kecukupan nutrisi pada ibu hamil. Salah satunya adalah menghindari kekurangan vitamin A. Vitamin ini diketahui memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung perkembangan janin.

Negara-negara di Asia Tenggara dan Afrika merupakan kawasan yang masyarakatnya masih berisiko mengalami kekurangan vitamin A.

mewaspadai kekurangan vitamin a pada ibu hamil - alodokter

Mendukung Perkembangan Janin

Secara umum, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada malam hari, hingga kebutaan. Pada anak-anak, kekurangan vitamin A bisa meningkatkan risiko mengalami infeksi.

Terutama untuk ibu hamil, vitamin A sangat penting untuk perkembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, dan tulang pada janin. Vitamin ini juga memengaruhi perkembangan sistem saraf pusat, pernapasan, dan peredaran darah.

Setelah proses melahirkan, vitamin A juga akan membantu perbaikan jaringan pada tubuh ibu. Vitamin ini juga akan menekan risiko infeksi, mendukung sistem imunitas, serta mempertahankan kemampuan penglihatan dan metabolisme lemak.

Risiko kekurangan vitamin A pada terutama terjadi pada kehamilan trimester ketiga. Hal tersebut disebabkan karena pada trimester akhir kehamilan terjadi peningkatan volume darah serta perkembangan janin yang cukup pesat.

Namun yang perlu diketahui, risiko kelebihan vitamin A juga tidak kalah berbahaya dibandingkan kekurangan vitamin A. Kelebihan vitamin A antara lain dapat menyebabkan keracunan pada hati dan kelainan pada bayi. Risiko tersebut menyebabkan wanita hamil atau yang sedang mempersiapkan kehamilan disarankan menghindari obat jerawat, terutama yang mengandung vitamin A seperti isotretinoin, produk untuk kulit, atau beberapa obat lain yang terkait dengan retinol. Sebab, bahan-bahan tersebut dapat memicu kelainan pada bayi.

Sumber Nutrisi Alami

Vitamin A termasuk vitamin yang larut dalam lemak, yang dapat diperoleh dari produk hewani dan nabati. Vitamin A terdapat dalam telur, produk olahan susu, hati, wortel, serta sayuran lain berwarna gelap atau kuning.

Kebutuhan vitamin A dihitung berdasarkan Retinol Equivalent Activity (RAE). Pada wanita berusia di atas 19 tahun, kebutuhan vitamin A adalah 500 mcg RAE dan meningkat hingga 800-850 mcg RAE pada ibu menyusui.

Untuk menghindari kelebihan vitamin A, dianjurkan untuk membatasi konsumsi hati sekitar 1-3 kali per bulan. Sekitar 85 gram sajian hati sapi mengandung vitamin A yang sangat banyak, bahkan mencapai delapan kali lipat dari kebutuhan vitamin A untuk ibu hamil per hari. Meski demikian, vitamin A yang diperoleh dari buah dan sayur untuk ibu hamil dianggap tidak berbahaya, dan kecil kemungkinan menyebabkan gangguan akibat kelebihan vitamin A.

Mudahnya memperoleh kecukupan vitamin A dari makanan, membuat konsumsi suplemen hanya diperuntukkan bagi kondisi tertentu yang sangat membutuhkan. Terutama untuk wanita hamil lebih disarankan memperoleh vitamin A dari makanan yang dikonsumsi.

Selain itu, multivitamin yang biasa diperuntukkan untuk ibu hamil juga biasanya mengandung vitamin A. Pastikan untuk membaca label kemasan, agar ibu hamil tidak mengonsumsi vitamin A secara berlebihan.

Jika ibu hamil khawatir mengalami kekurangan vitamin A, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Upayakan memenuhi kebutuhan vitamin A dari asupan makanan. Konsumsi suplemen vitamin A pada ibu hamil sebaiknya hanya melalui saran dokter.