Minuman Isotonik, Teman yang Tepat Saat Berolahraga

Air mineral memang umumnya baik untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh saat berolahraga. Untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, sebagian orang lebih menyukai untuk mengonsumsi minuman olahraga tertentu, seperti minuman isotonik.

Penelitian menemukan bahwa minuman khusus setelah seseorang berolahraga lebih dari satu jam dapat membantu pembentukan otot dan mengurangi kelelahan. Minuman khusus untuk orang yang berolahraga ini biasanya mengandung karbohidrat dan protein yang memberikan tenaga tambahan bagi tubuh. Selain itu, walau sangat jarang terjadi, mengonsumsi terlalu banyak air mineral untuk mengganti cairan yang hilang akibat banyak berkeringat justru dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada kadar elektrolit tubuh.

minuman isotonik-alodokter

Untuk memastikan argumen tersebut, mari kita telaah apa saja kandungan minuman olahraga dan apakah minuman ini tepat untuk kebutuhan Anda.

Tiga Jenis Minuman Olahraga

Pada umumnya minuman olahraga terdiri dari tiga jenis berikut.

Minuman isotonik

  • Umumnya memiliki konsentrasi gula dan garam yang serupa dengan cairan dalam tubuh.
  • Selain air dan elektrolit, minuman isotonik umumnya mengandung 6-8 persen karbohidrat yang merupakan kandungan terbaik untuk mempertahankan tenaga. Minuman ini tepat dikonsumsi selama berolahraga dan merupakan pilihan yang pas jika Anda masih bingung dengan pilihan-pilihan yang ada. Minuman ini juga menjadi pilihan para atlet.
  • Dengan cepat mengganti cairan yang keluar melalui keringat.

Minuman Hipotonik

  • Mengandung konsentrasi garam dan gula kurang dari yang terdapat di dalam cairan tubuh.
  • Mengandung karbohidrat dan elektrolit kurang dari 6 persen sehingga umumnya tidak ideal untuk memulihkan kebutuhan tubuh.
  • Hanya tepat dikonsumsi untuk meredakan haus.
  • Dapat dikonsumsi jika berolahraga kurang dari satu jam, sebelum atau sesudahnya.

Minuman Hipertonik

  • Mengandung konsentrasi garam dan gula lebih dari yang terdapat di dalam cairan tubuh.
  • Mengandung elektrolit dan karbohidrat lebih dari 8 persen.
  • Kandungan karbohidrat yang tinggi ini justru membuat minuman hipertonik tidak tepat dikonsumsi saat sedang atau setelah berolahraga karena dapat memperlambat pencernaan.
  • Cairan hipertonik hanya tepat dikonsumsi setidaknya satu jam sebelum olahraga.

Karbohidrat dipercaya menjadi unsur penting dalam minuman olahraga karena kandungan ini diklaimdapat membantu mengembalikan glikogen otot sehingga pengonsumsinya memiliki energi cukup untuk melanjutkan olahraga. Ada berbagai jenis karbohidrat dalam produk makanan dan minuman. Tiap jenis karbohidrat berbeda akan diserap tubuh dalam kecepatan dan kadar yang berbeda pula.

Pilih minuman dengan jenis karbohidrat yang memiliki indeks glikemik tinggi sehingga dapat cepat dicerna tubuh. Zat-zat yang dimaksud antara lain glukosa, maltodekstrin, sirup jagung tinggi glukosa, paduan fruktosa dan glukosa, serta dektrosa. Hindari minuman dengan kandungan fruktosa atau sirup jagung tinggi fruktosa karena lambat diserap tubuh. Sayangnya kandungan inilah yang banyak terdapat dalam kebanyakan minuman olahraga.

Kadar kandungan karbohidrat ini umumnya dapat dilihat pada kemasan minuman olahraga dengan cara hitungan sebagai berikut: ubah satuan ukuran saji oz ke gram dengan membagi angka oz dengan 0,03527. Jika tertera dalam miligram, maka terlebih dahulu ubah miligram menjadi gram. Setelah didapat hasilnya, kalikan dengan 100. Angka itulah yang menjadi kadar karbohidrat yang terkandung dalam minuman.

Selain air, elektrolit, dan karbohidrat, beberapa minuman olahraga dapat mengandung protein, mineral, vitamin, kafein, dan asam amino. Elektrolit mengalir dalam pembuluh darah, memastikan sel-sel tubuh menjalankan perannya untuk mengatur cairan dalam tubuh. Kalsium dan mineral berperan memperkuat fungsi otot. Seng membantu tubuh menggunakan energi secara efisien. Sodium berperan mencegah dehidrasi. Magnesium membantu tubuh relaks setelah olahraga. Jika terdapat kafein dalam minuman, pilih yang kandungannya seminimal mungkin.

Sisi Lain Minuman Isotonik

Meski demikian, klaim manfaat minuman ini belum tentu benar. Minuman olahraga berjenis isotonik umumnya mengandung4-5 sendok teh penuh gula tiap 250 ml sajian, sehingga minuman ini sebaiknya tidak untuk dikonsumsi secara terus-menerus.

Sebuah penelitian menemukan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung bahwa kalori dari gula bermanfaat meningkatkan ketahanan dalam berolahraga. Mengonsumsi minuman ini tanpa olahraga dalam jangka panjang justru berisiko mengakibatkan kenaikan berat badan.

Selain mengandung gula dalam kadar tinggi, minuman olahraga biasanya juga mengandung bahan pengawet. Perhatikan pula konsumsi oleh anak-anak karena pada dasarnya minuman-minuman ini tidak cocok untuk metabolisme tubuh mereka.