Mulai Siapkan Kamar Anak Tersendiri untuk si Kecil

Kebanyakan orang tua memilih tidur bersama bayi mereka sejak lahir. Alasannya agar selalu siaga menjaga sang buah hati, terutama ketika dia membutuhkan Anda pada malam hari.

Namun seiring berjalannya waktu, berbagi kamar dengan si Kecil bisa mengganggu aktivitas tidur Anda, hubungan intim dengan pasangan, atau jika Anda memiliki anak kedua. Inilah saatnya Anda menyiapkan kamar anak tersendiri untuk si Kecil sebagai tahap pendewasaan selanjutnya.

melatih anak tidur sendiri di kamarnya - alodokter

Bagaimana Mengajari si Kecil untuk Tidur di Kamarnya?

Mengajarkan si Kecil yang terbiasa tidur dengan orang tua sejak lahir memang tidak mudah. Salah tindakan, si Kecil mungkin akan menganggap dirinya disisihkan oleh orang tuanya sendiri.

Maka lakukanlah pemanasan sebelum memisahkan diri dengan anak pada waktu tidur. Berikut ini adalah tips-tips yang dapat berguna:

  • Sebagai langkah awal, Anda bisa mulai mengajari anak tidur di kamarnya sendiri ketika tidur siang. Siang hari bagus dijadikan waktu untuk berlatih tidur seorang diri karena bisa mengurangi rasa takutnya akan kegelapan.
  • Ketika malam hari, biarkan anak untuk tidur di kamar Anda, namun jangan berbagi tempat tidur dengannya. Letakkan matras atau kasur lipat yang nyaman di lantai sebagai tempat tidur anak selama proses latihan. Ini bermanfaat untuk melatihnya tidur seorang diri namun dia tetap mengantongi perasaan aman.
  • Beri tahu anak manfaat apa saja yang akan didapat ketika tidur di kamarnya sendiri. Contohnya mengatakan bahwa anak bisa memiliki sebuah tempat yang khusus diperuntukkan untuknya, dia pun bebas untuk menghias kamarnya sesuka hati. Katakan pula bahwa dia bisa lebih mandiri dan percaya diri.
Setelah melakukan pemanasan selama beberapa minggu, Anda bisa mulai memisahkan diri dengan anak. Namun, katakan kepadanya meski tidur berbeda kamar, Anda akan selalu hadir ketika dia membutuhkan bantuan orang tuanya. Di sinilah kamar anak akan mulai efektif digunakan. Langkah-langkah berikut ini bisa Anda coba untuk membantu si Kecil terbiasa dan nyaman tidur sendiri:
  • Agar si Kecil betah di kamar, berikan dekorasi di kamarnya semenarik mungkin. Biasanya anak perempuan suka dengan dekorasi kamar bertema putri yang cantik atau untuk anak laki-laki biasanya suka dengan karakter pahlawan pembela kebenaran. Tanyakan kepada anak tema apa yang disukainya.
  • Taruh pernak-pernik di kamarnya yang bisa membuatnya nyaman, seperti selimut atau boneka yang bisa menemaninya saat tidur.
  • Saat malam pertama menjajal kamar tidurnya, Anda bisa ikut berbaring menemaninya sambil membacakan dongeng hingga dia terlelap. Setelah itu, Anda bisa meninggalkannya sendiri. Lakukanlah hal tersebut sekitar seminggu.
  • Ketika anak sudah terbiasa, Anda bisa menemaninya, namun duduklah di tempat tidurnya. Lalu dari duduk di tempat tidur, pindahlah ke lantai. Kemudian terakhir Anda bisa menemaninya ke kamar namun hanya sampai pintu.
  • Tutup pintu kamarnya selama dia tidur, tapi jangan dikunci. Menutup pintu bisa menghindari dia terbangun karena mendengar suara gaduh dari luar ruangan.
  • Meski telah terbiasa tidur di kamarnya, namun, ada waktu-waktu tertentu ketika anak akan menyelinap ke kamar Anda. Anda tidak perlu resah karena hal itu wajar terjadi. Ada dua cara untuk mengatasinya. Yang pertama, Anda boleh berbagi kamar dengannya, tapi biarkan dia tidur di matras. Yang kedua, Anda bisa memboyong si Kecil kembali ke kamarnya dan menemaninya tidur. Banyak orang tua yang lupa bahwa mereka bisa tidur di kamar anak. Cara ini juga didukung oleh para ahli. Mereka mengatakan ketika orang tua sudah memutuskan untuk melatih anaknya tidur di kamarnya sendiri, berarti si Kecil harus meninggalkan kebiasaan lamanya tidur bersama Anda.

Kapan Waktu yang Tepat Mengajari Anak Tidur di Kamarnya?

Sebenarnya tidak ada patokan umur kapan seorang anak tidur di kamarnya sendiri. Saat baru lahir pun sebenarnya pemisahan kamar sudah bisa dilakukan. Makin dini dilakukan, maka makin mudah Anda mengajari anak untuk tidur di kamarnya.

Kebanyakan orang tua kesulitan melatih anaknya karena sudah terbiasa tidur ditemani orang yang dia cintai. Jika kebiasaan itu sudah terlanjur terjadi, Anda harus ekstra sabar melatih si Kecil.

Namun, sebaiknya hindari melatih si Kecil untuk hal ini jika dia masih dalam masa-masa  tumbuh kembang, seperti ketika sedang menjalani toilet training, belajar untuk melepas dot, memulai pendidikan prasekolah atau hal lainnya. Anak akan mudah stres jika dituntut melakukan banyak perubahan dalam waktu yang bersamaan.