Muncul Benjolan di Belakang Telinga, Ini Penyebabnya

Beberapa kondisi bisa menimbulkan benjolan di belakang telinga, apa sajakah itu? Waspadai berbagai penyakit yang bisa menyebabkan munculnya gejala tersebut.

Dalam kebanyakan kasus, benjolan di belakang telinga tidaklah berbahaya dan jarang berkembang menjadi sesuatu yang mengancam jiwa. Benjolan di belakang telinga, biasanya bisa disembuhkan dengan minum obat medis yang diberikan oleh dokter. Namun dalam beberapa kasus, benjolan ini dapat menandakan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Muncul Benjolan di Belakang Telinga, Ini Penyebabnya - alodokter

Infeksi bakteri dan virus, contohnya radang tenggorokan dan infeksi mononucleosis (virus Epstein-Barr), dapat menyebabkan pembengkakan di dalam dan sekitar leher dan wajah, hingga menimbulkan benjolan di belakang telinga. Selain itu, benjolan di belakang telinga juga bisa diakibatkan oleh infeksi HIV/AIDS, campak, dan cacar. Berikut beberapa infeksi penyebab munculnya benjolan di belakang telinga.

Otitis media

Otitis media merupakan infeksi di telinga bagian tengah. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan (bengkak dan kemerahan) dan penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Gejala-gejala tersebut dapat mengakibatkan benjolan di belakang telinga yang dapat terlihat.

Otitis media kebanyakan bisa hilang sendiri tanpa memerlukan pengobatan dalam waktu 3-5 hari. Namun jika dibutuhkan, Anda bisa mengonsumsi ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan demam tinggi dan nyeri. Tentunya akan lebih efektif Anda pergi ke dokter ketika menemukan adanya benjolan di belakang telinga.

Mastoiditis

Kalau infeksi telinga yang Anda derita tidak diobati, bakteri dari tengah telinga dapat menyebar ke tulang mastoid yang berada di belakang telinga dan menyebabkan mastoiditis. Akibatnya akan timbul benjolan di belakang telinga yang disertai nanah, demam, radang, dan keluarnya cairan dari dalam telinga. Mastoiditis bisa diobati dengan antibiotik oral, obat tetes telinga, dan pembersihan telinga rutin oleh dokter. Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, operasi mungkin diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Abses

Abses terjadi ketika tubuh melawan bakteri atau virus penyebab infeksi di sel atau jaringan tubuh. Untuk memerangi virus atau bakteri, tubuh kita mengirim sel darah putih ke tempat yang terinfeksi, misalnya di belakang telinga. Sel darah putih, bakteri, sel, dan jaringan tubuh yang bertempur dan mati kemudian akan menumpuk dalam bentuk nanah dan mengakibatkan benjolan di belakang telinga.

Abses yang kecil kemungkinan bisa mengecil, mengering, dan hilang secara alami tanpa pengobatan apa pun. Namun, abses yang lebih besar perlu diobati dengan antibiotik. Nanahnya pun perlu dikeringkan dengan bantuan dokter.

Limfadenopati

Limfadenopati merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker. Tidaklah aneh jika kelenjar yang ada di bawah lengan, leher, panggul, dan belakang telinga ini menjadi bengkak sewaktu-waktu, namun jangan ragu untuk segera mendatangi dokter jika muncul benjolan di belakang telinga Anda.

Sebab lain

Selain infeksi, beberapa penyebab lain juga dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga, diantaranya:

  • Lipoma, benjolan lemak yang tumbuh di antara lapisan kulit. Bisa tumbuh di mana saja, termasuk di belakang telinga dan hampir selalu tidak berbahaya.
  • Jerawat.
  • Kista sebasea, benjolan bukan kanker yang muncul di sekitar kelenjar sebase.

Kebanyakan benjolan di belakang telinga memang cenderung tidak berbahaya, namun akan lebih aman jika Anda segera mendatangi dokter apabila hal tersebut terjadi.