Muncul Suara dan Sosok Misterius Akibat Halusinasi

Halusinasi membuat orang mendengar, merasa, melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada. Pada keadaan tertentu, halusinasi dapat mengakibatkan ancaman pada diri sendiri dan orang lain.

Kata ‘halusinasi’ merupakan turunan dari bahasa Latin, alucinari, yang bermakna berkelana dalam pikiran. Seseorang disebut berhalusinasi ketika dia melihat, mendengar, merasa, atau mencium suatu aroma yang sebenarnya tidak ada. Hal-hal ini hanya ada di dalam pikiran mereka. Halusinasi berbeda dengan aktivitas membayangkan karena membayangkan adalah tindakan dalam kendali dan dilakukan dengan kemauan sendiri.

halusinasi dapat berujung bahaya-alodokter

Halusinasi dapat muncul akibat beberapa situasi. Berikut adalah beberapa latar belakang yang paling umum.

  • Gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia, demensia, dan depresi dengan gejala psikosis. Juga gangguan-gangguan yang menyebabkan psikosis. Psikosis adalah kumpulan gejala gangguan jiwa di mana seseorang merasa terpisah dari kenyataan yang sebenarnya, ditandai dengan gangguan emosional dan pikiran.
  • Gangguan saraf kronis, seperti Parkinson dan Alzheimer.
  • Kehilangan penglihatan karena sindrom Charles Bonnet.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.
  • Demam pada anak kecil atau demam pada orang lanjut usia.
  • Gangguan tidur, seperti narkolepsi.
  • Penyakit serius kronis, seperti gagal ginjal, HIV/AIDS, kanker otak.
  • Rendahnya kadar sodium dalam darah (hiponatremia).
  • Migrain dengan aura.
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein.
  • Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia).
Berdasarkan ciri-ciri dan penyebabnya, jenis halusinasi yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

Halusinasi pada anak yang demam

Anak yang mengalami demam tinggi dapat mengalami halusinasi dan mengigau. Kondisi ini biasanya dapat berlalu setelah beberapa menit.

Mendengar suara

Pengidap halusinasi ini mendengar suara-suara yang bisa jadi bersifat netral, mengoreksi, atau bahkan mungkin perintah untuk melakukan sesuatu yang membahayakan seperti bunuh diri atau menyakiti orang lain. Kondisi ini adalah gejala yang biasa terjadi pada skizofrenia, gangguan bipolar, atau demensia. Sebagian orang yang baru saja kehilangan kerabatnya bisa jadi mendengar suara-suara orang yang sudah meninggal tersebut.

Di sisi lain pengalaman ini tidak selalu menjadi hal negatif. Sebagian orang dapat tetap hidup dengan baik bersama kondisi ini. Akan tetapi memeriksakan diri pada psikiater adalah langkah yang tepat ketika mengalami kondisi semacam ini untuk mendeteksi apakah merupakan gejala gangguan mental serius. Makin cepat ditangani, pengidap skizofrenia akan makin mudah disembuhkan.

Halusinasi karena konsumsi obat-obatan dan minuman keras

Orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang, seperti kokain, LSD, atau ekstasi dapat mengalami halusinasi. Begitu juga mereka yang sedang mencoba berhenti mengonsumsi obat-obatan dan minuman keras dengan penghentian yang tiba-tiba. Jika pengidap skizofrenia biasanya berhalusinasi mendengar suara, maka pecandu obat-obatan lebih banyak secara visual. Mereka melihat kilatan cahaya, bentuk-bentuk abstrak, atau bentuk menyerupai manusia atau hewan. Dapat terjadi distorsi visual ini yang dapat mengubah persepsi pengidapnya akan dunia sekitar.

Selain bahan ilegal, halusinasi juga dapat dialami mereka yang mengonsumsi obat secara umum. Situasi ini dapat berhenti begitu obat tersebut tidak dikonsumsi lagi. Meski demikian, sebelum menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba, dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter.

Halusinasi dalam tidur

Halusinasi ini secara umum sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena dialami sebagian besar orang dalam tidurnya. Mengalami halusinasi selama tidur disebut halusinasi hipnagogik, sementara halusinasi yang dialami menjelang waktu bangun disebut halusinasi hipnopompik. Kedua kondisi ini juga sering dialami pengidap gangguan tidur narkolepsi. Halusinasi saat tidur ini seperti mimpi.  Namun ada juga yang membedakannya dengan bermimpi karena mimpi tidak dialami orang yang sadar.

Sindrom Charles Bonnet

Sindrom ini umumnya terjadi pada orang yang mengalami gangguan atau kehilangan penglihatan yang banyak menimpa orang lanjut usia, biasanya disebabkan oleh glaukoma, katarak, retinopati diabetik (kerusakan pembuluh darah menuju mata akibat penumpukan glukosa), serta penurunan kualitas penglihatan karena degenerasi makula. Halusinasi ini umumnya bersifat visual dan dapat hilang setelah 12-18 bulan.

Selain harus segera memeriksakan diri ke dokter, pengidap halusinasi sebaiknya tidak dibiarkan tinggal atau bepergian sendiri. Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin, halusinasi yang disebabkan penyakit serius dapat segera ditangani dan tidak sampai membahayakan diri sendiri dan orang lain.