Muntaber Bukan Penyakit Kampungan, Semua Bisa Kena

Muntah-muntah dan berak, atau disebut juga muntaber, sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Sering kali penyakit ini dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan cairan dalam jumlah yang banyak.

Muntaber bisa dialami siapa saja, tidak peduli berapa usia mereka dan di mana pun mereka tinggal. Namun kita harus mewaspadai jika anak-anak dan manula yang mengalami hal ini. Kedua golongan ini sangat rentan mengalami kehilangan banyak cairan dalam waktu yang sangat cepat.

muntaber bukan penyakit kampungan semua bisa kena - alodokter

Infeksi virus, bakteri, dan parasit dapat menyebabkan muntaber. Mengonsumsi makanan yang sulit diproses oleh pencernaan anak dan manula juga dapat menyebabkan muntaber.

Seperti Apa Bahaya Muntaber pada Anak?

Anak-anak yang terkena muntaber tentu saja berada pada kondisi yang membahayakan jiwa mereka. Dehidrasi yang diakibatkan oleh muntaber bisa terjadi dengan sangat cepat pada anak-anak, terutama mereka yang masih berusia sangat muda.

Jika anak mengalami tanda-tanda di bawah ini saat muntah dan diare, maka sebaiknya orang tua meningkatkan kewaspadaan.

  • Berat badan turun drastis.
  • Nafsu makan menurun.
  • Jarang buang air kecil.
  • Mengeluarkan urine yang berwarna lebih gelap.
  • Jantung anak berdetak lebih cepat dari biasanya.
  • Mulut anak menjadi kering.
  • Saat menangis tidak mengeluarkan air mata.
  • Mata anak menjadi cekung.
  • Kulit menjadi tidak sekenyal biasanya.
  • Muka anak menjadi lebih tirus dari biasanya.
  • Anak menjadi sensitif atau lekas marah.

Lakukan Hal Ini jika Anak Mengalami Muntaber

Jika anak Anda mengalami muntah dan diare secara bersamaan, maka beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan.
  • Penanganan pada bayi

Saat bayi mengalami muntaber, tetaplah berikan ASI kepada mereka. Cairan dan kandungan elektrolit di dalam ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Jika bayi mengonsumsi susu formula, beralihlah kepada susu formula yang bebas laktosa. Hal ini perlu dilakukan karena laktosa berpotensi menjadikan kondisi diare memburuk. Oralit yang merupakan solisi rehidrasi oral mungkin diperlukan agar bayi terhindar dari bahaya dehidrasi. Cairan ini sendiri terdiri dari garam, gula, kalium, dan nutrisi lainnya.

  • Penanganan anak-anak

Untuk balita dan anak-anak, pemakaian oralit mungkin bisa langsung diberikan jika mereka mengalami muntah dan diare untuk menggantikan cairan yang hilang. Cobalah hindari pemberian air putih biasa dan minuman ringan. Air biasa tidak memiliki kandungan garam dan nutrisi yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang. Sementara itu, minuman ringan biasanya kaya akan gula dan kemungkinan dapat mengiritasi perut anak-anak.

Segera bawa ke dokter jika anak mengalami muntah dan diare terus-menerus. Anak juga harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit jika mengalami dehidrasi yang signifikan karena dikhawatirkan ada hal-hal serius yang menyebabkan kondisi tersebut. Pada kasus muntah yang terus menerus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk memeriksa kondisi saluran cerna.

Karena muntaber bisa disebabkan oleh makanan yang tidak steril, maka orang tua harus memastikan kebersihan makanan yang diberikan kepada anak. Pastikan orang tua dan anak-anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun saat hendak makan, sesudah ke toilet, setelah bermain, dan setelah melakukan aktivitas lainnya yang mungkin bersentuhan dengan kuman.