Muntah Berlebihan saat Hamil Bisa Jadi Gejala Hyperemesis Gravidarum

Mengalami mual dan muntah saat hamil atau morning sickness merupakan sesuatu yang wajar dan tidak berbahaya. Namun, jika mual dan muntah yang terjadi dinilai berlebihan, maka kamu harus memeriksakan diri ke dokter karena kondisi ini bisa berdampak negatif kepada kesehatanmu sendiri dan janin. Di dalam ilmu medis, kondisi ini disebut hyperemesis gravidarum (HG).

HG merupakan ketidaknyamanan yang bisa menimpa ibu hamil, meski nyatanya sangat jarang terjadi. Diperkirakan hanya seorang dari 100 ibu hamil yang mengalaminya.

Muntah Berlebihan saat Hamil Bisa Jadi Gejala Hyperemesis Gravidarum

Penyebab terjadinya HG belum diketahui dengan jelas, namun kondisi ini kerap dikaitkan dengan tingginya hormon yang diproduksi oleh plasenta saat hamil, disebut juga dengan human chorionic gonadotropin (hCG).

Ada pula sebagian wanita yang lebih berisiko mengalami kondisi ini, seperti:

  • Baru pertama kali hamil atau hamil di usia muda.
  • Hamil anak perempuan atau kembar.
  • Pernah mengalami HG pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki ibu atau kakak yang mengalami HG.
  • Memulai kehamilan dengan berat badan berlebih (obesitas).
  • Memiliki penyakit trofoblastik, yaitu sebuah kondisi yang ditandai oleh berkembangnya sel-sel abnormal di dalam rahim.

Seperti Apa Ciri-ciri HG?

HG biasanya muncul saat kehamilan berusia pada kisaran 4-6  minggu dan kondisi ini dapat memuncak saat kehamilan berusia mencapai usia 9-13 minggu. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini dapat mereda di akhir usia 20 minggu kehamilan. Namun ada juga yang mengalaminya hingga akhir kehamilan.

Tanda-tanda dan gejala yang dapat muncul akibat HG antara lain:

  • Mual terus-menerus.
  • Muntah-muntah lebih dari tiga atau empat kali sehari.
  • Kondisi ini membuatmu pusing.
  • Berat badanmu berkurang hingga lima persen karena muntah.
  • Mengalami dehidrasi akibat sering muntah.
  • Jarang buang air kecil.
  • Rasa lelah yang luar biasa.
  • Tekanan darah menurun.
  • Elastisitas kulit berkurang.
  • Pingsan.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika tidak segera ditangani, HG bisa meningkatkan risikomu untuk memiliki bayi dengan berat badan di bawah normal saat dilahirkan atau dia bisa lahir secara prematur. Gangguan kesehatan bisa menyertainya ketika dia lahir dengan kondisi tersebut.

Nah, penanganan HG harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan efek yang muncul akibat kondisi ini. Untuk penanganan mual dan muntah secara mendasar, kamu bisa dilakukan dengan cara makan dan minum dengan porsi sedikit namun sering, mengonsumsi minuman jahe, mengonsumsi vitamin B6 atau B1 dan tidur yang cukup. HG bisa membuatmu kehilangan elektrolit. Untuk mengganti hal tersebut, dokter mungkin akan merekomendasikamu untuk mengonsumsi minuman elektrolit.

Jika kondisimu sudah parah atau ketika kamu sudah tidak lagi mempertahankan asupan yang masuk ke tubuh akibat muntah terus-menerus, maka dokter akan memberikan nutrisi melalui infus. Obat-obatan lain yang bisa mengatasi HG juga bisa diberikan. Namun, obat tersebut tidak bisa dikonsumsi dengan cara diminum, melainkan melalui infus.

Jangan menyalahkan dirimu ketika mengalami HG karena kondisi ini memang bukan kesalahanmu. Tetaplah semangat menjalani kehamilan walau ketidaknyamanan ini sangat mengganggumu.