Naik Motor saat Hamil. Amankah?

Berkendara menggunakan sepeda motor bisa menjadi lebih efisien ketimbang menggunakan mobil, meski bepergian di atas kendaraan beroda dua ini mengharuskan pengendara untuk ekstra berhati-hati, apalagi jika kamu sedang hamil, khususnya setelah trimester kedua kehamilan.

Sebenarnya, efek buruk naik sepeda motor bagi kehamilan secara langsung belum bisa dipastikan, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikomu mengalami hal-hal buruk ketika berkendara dengan sepeda motor dalam keadaan sedang hamil. Maka dari itu, setidaknya patuhilah aturan-aturan berkendara yang dianjurkan.

scooter on the city road with helmet4

Lapisan Ketuban Melindungi Bayimu dari Efek Guncangan

Salah satu hal yang mungkin kamu takutkan saat naik sepeda motor  adalah ketika melalui jalanan yang rusak dan kamu pun khawatir bahwa efek guncangan yang ditimbulkan akan berdampak buruk bagi kehamilanmu. Walau guncangan tersebut dapat terasa saat naik mobil juga, namun hal ini akan lebih terasa ketika berada di atas sepeda motor.

Kamu tidak perlu resah karena ketakutan tersebut belum terbukti benar secara medis, kok! Di dalam kandungan, janinmu sangat terlindungi dengan baik berkat keberadaan cairan ketuban yang menyelubungi dirinya, serta perlindungan dari otot-otot perut dan panggulmu.

Kondisi Tertentu yang Patut Diwaspadai dari Efek Guncangan

Tapi kamu tetap disarankan untuk menghindari situasi tersebut jika sebelumnya kamu telah mengetahui mengalami kondisi-kondisi berikut ini.
  • Berisiko tinggi melahirkan bayi prematur.
  • Membutuhkan banyak istirahat.
  • Letak plasentamu terlalu rendah (plasenta previa).
  • Ada gangguan pada tulang belakangmu.
  • Kondisi serviks lemah.
Risiko yang paling berbahaya ketika naik motor adalah mengalami kecelakaan lalu lintas, seperti tabrakan atau tergelincir. Berkendara di dalam mobil pun tidak menutup kemungkinan kamu untuk mengalami kecelakaan, tapi risiko tubuhmu mengalami cedera lebih kecil ketimbang naik sepeda motor.

Selain bisa membahayakan nyawamu, kecelakaan kendaraan bermotor bisa menimbulkan komplikasi kehamilan yang berbahaya, seperti rahim pecah dan plasenta terlepas dari dinding dalam rahim sebelum bayi dilahirkan (abrupsi plasenta).

Agar aman berkendara dengan sepeda motor saat hamil, ikuti tips berikut ini, yuk.

  • Gunakan helm berstandar SNI untuk meminimalkan cedera di bagian kepala. Disarankan pula untuk memakai helm dan jaket berwarna terang atau putih untuk memaksimalkan pandangan pengendara lain.
  • Jangan berkendara saat pusing atau ketika kondisimu tidak fit.
  • Jika memungkinkan, hindari bersepeda motor selama jam-jam sibuk dan di malam hari.
  • Hindari jalan rusak yang bisa mengganggu keseimbanganmu saat berkendara.
  • Jika kamu dibonceng, jangan duduk menyamping.
  • Kondisi jalan yang licin saat hujan dapat meningkatkan risikomu mengalami kecelakaan. Berkendara saat berkabut juga tidak aman. Oleh karena itu, hindari berkendara di saat yang tidak kondusif.
  • Minta bantuan seseorang ketika ingin melakukan kick-starter.
Ketika memasuki trimester ketiga kehamilan, disarankan untuk tidak berkendara dengan sepeda motor. Pada masa ini, kamu mungkin akan menemui kesulitan mengendarai sepeda motor, seperti mengontrol stang motor dan menyeimbangkan tubuh. Kondisi tersebut terjadi karena pusat gravitasi tubuhmu yang telah berubah.  Kinerja gerak refleks dan persendian pun menjadi tidak seoptimal keadaan belum hamil. Nah, untuk itu, kamu disarankan untuk menggunakan moda transportasi yang lebih nyaman, seperti mobil pribadi, taksi, atau bus.