Nanas dan Daun Mint Berpotensi Dijadikan Obat Batuk Berdahak

Batuk sendiri merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Disebut sebagai batuk berdahak apabila batuk tersebut mengeluarkan mukus atau lendir.

Radang tenggorokan, pilek, dan sinusitis adalah keadaan yang dapat menyebabkan batuk berdahak. Selain itu, bronkitis kronis, gagal jantung, dan asma bisa juga bertanggung jawab terhadap terciptanya batuk berdahak. Para perokok dengan sistem imun lemah lebih rentan menderita komplikasi yang lebih serius, seperti pneumonia dan bronkitis.

nanas dan daun mint berpotensi dijadikan obat batuk berdahak - alodokter

Batuk berdahak harus segera ditangani karena makin lama bersemayam dalam tubuh, maka makin tinggi risiko terkena penyakit yang lebih serius. Lalu benarkah nanas dan daun mint bisa dijadikan obat batuk berdahak? Mari kita simak di sini.

Nanas

Siapa sangka bahwa kandungan bromelain di dalam nanas berpotensi membantu penderita batuk, termasuk batuk berdahak. Setidaknya ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa zat yang terkandung pada nanas tersebut dapat meredakan batuk dan melonggarkan tenggorokan dari timbunan dahak di dalamnya.

Selain itu, bromelain mungkin dapat membantu mereka yang terkena sinus yang disebabkan alergi. Sebagaimana kita tahu, masalah pada sinus merupakan salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan batuk berdahak. Bromelain kadang-kadang bahkan digunakan untuk mengobati peradangan dan pembengkakan.

Hanya saja, pemakaian bromelain termasuk dalam bentuk suplemen untuk mengencerkan dahak harus berhati-hati. Hal ini terutama jika seseorang juga mengonsumsi antibiotik, seperti amoxicillin. Konsumsi bromelain berbarengan dengan antibiotik kemungkinan bisa menyebabkan peningkatan dalam penyerapan antibiotik ini.

Daun mint

Bahan alami lain yang mungkin membantu saat digunakan sebagai obat batuk berdahak adalah daun mint. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan mentol yang dapat membantu memecah lendir di dalam tenggorokan. Mentol juga dapat berperan sebagai penenang bagi tenggorokan.

Untuk mendapatkan manfaat daun mint bagi penderita batuk berdahak, Anda dapat memanfaatkan daun tersebut sebagai teh atau bahan mandi uap. Untuk keperluan mandi uap, bisa digunakan daun mint yang dijadikan minyak. Minyak daun mint tersebut kemudian diteteskan sebanyak 3-4 tetes ke dalam 150 ml air panas. Uap yang muncul kemudian dihirup guna melegakan tenggorokan yang tersumbat dahak.

Obat Antihistamin dan Dekongestan

Sebagai pilihan untuk mengatasi obat batuk berdahak, dokter biasa merekomendasikan antihistamin dan dekongestan. Antihistamin berfungsi menghambat kinerja histamin, zat yang ada karena dipicu oleh reaksi alergi. Histamin biasanya muncul ketika reaksi alergi menyebabkan jaringan di hidung mengalami pembengkakan dan melepaskan lendir berlebih. Sayangnya, obat ini bisa menimbulkan efek kantuk, pusing, sakit kepala, dan kemungkinan muntah bagi para peminumnya.

Obat batuk berdahak jenis dekongestan akan menghambat produksi lendir. Cara yang digunakan untuk tujuan tersebut adalah dengan mempersempit pembuluh darah di lapisan hidung. Maksudnya agar aliran darah ke daerah tersebut berkurang sehingga produksi lendir terhambat dan sumbatan mereda. Hanya saja, dekongestan sering tidak efektif jika menangani lendir yang kental. Mengenai efek samping, obat ini mungkin dapat menyebabkan pusing, gugup, dan tekanan darah tinggi.

Meski bahan-bahan alami di atas mungkin bisa membantu meredakan batuk berdahak, disarankan untuk tetap memerhatikan kondisi diri jika batuk telah diderita lebih dari tiga minggu. Menghubungi dokter atau pergi ke rumah sakit adalah tindakan paling bijaksana jika batuk berdahak tidak mau pergi dalam waktu lama meski sudah diobati.